SINOPSIS Hyde Jekyll, Me Episode 6 LBS K-DRAMA (Drama Korea)

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Hyde Jekyll, Me Episode 6 LBS K-DRAMA (Drama Korea) || Ha Na menyatakan perasaannya pada Robin. Seo Jin tertegun, tidak menyangka Ha Na akan mengatakan suka. Ha Na tergagap, dia nampak menyadari tindakan spontannya. Dia langsung melarikan diri. Seo Jin hanya bisa terpaku dan memegang dadanya. Dia merasa jantungnya berdegup kencang. Ha Na merasa malu dan menyesali sikapnya.

Paginya, Ha Na dibangunkan oleh Jin Joo. Ha Na yang teringat kejadian malam sebelumnya malah menarik kembali selimutnya dia merasa malu.

Jin Joo memberikan memo dari Robin untuk Ha Na. Ha Na terkejut dan merebut memo tersebut. Seo Jin menulis bahwa dia ada urusan mendesak sehingga pulang lebih dahulu. Ha Na histeris, dia berlari keluiar dan berteriak-teriak seperti orang gila. Eun Chang yang melihatnya nampak heran dan bertanya-tanya.

Sedangkan di mobil Seo Jin, Young Chun yang mengemudi menanyakan keadaan Seo Jin. Dia bertanya mengenai penyamaran Seo Jin dan apakah terjadi sesuatu. Seo Jin mengenang kejadian malam itu, saat Ha Na menyatakan suka. Namun, dia mengatakan pada Young Chun bahwa tidak terjadi apa-apa. Seo Jin tiba-tiba bersin, berbarengan dengan Ha Na yang berada di mobil bersama Jin Joo dkk. Young Chun bertanya apakah Seo Jin sakit, dan mengingatkan Seo Jin akan pentingnya rapat hari ini. Jin Joo bertanya pada Ha Na mengapa sikapnya aneh, seperti orang yang habis mengaku (cinta). Ha Na terkejut dan malu, Jin Joo juga terkejut karena tebakannya benar. Jin Joo lantas menyalahkan para pria yang begitu saja meninggalkan wanita tanpa kejelasan.

Tae Joo mendapat panggilan dari detektif Na. Detektif Na memberitahu bahwa mereka telah menemukan penyewa truk yang berusaha mencelakai Ha Na beberapa waktu lalu. Saat detektif Na menyebutkan nama si pelaku, Tae Joo nampak tertegun. Dia lalu menjawab dengan jawaban yang tidak nyambung, sehingga detektif Na menduga si pelaku ada di tempat Tae Joo. Detektif Na meminta Tae Joo untuk menahan tehnisi Ahn sampai dia datang. Sayang, tehnisi Ahn menyadari kedoknya terbongkar. Dia memukul Tae Joo dan lari. Saat detektif Na sampai, dia melihat tehnisi Ahn memacu motornya. Dia memberitahu Seo Jin bahwa kemungkinan Ahn akan datang ke Wonderland mencari Ha Na. Seo Jin berusaha menghubungi Ha Na namun tidak diangkat. Young Chun menghubungi Jin Joo, dan diberitahu bahwa Ha Na pergi ke arena sirkus. Seo Jin yang panik langsung berlari mencari Ha Na meninggalkan Young Chun yang terpana melihat bos nya sendiri yang turun tangan. Seo Jin menghubungi Ha Na namun tidak diangkat karena Ha Na meninggalkan ponselnya. Begitu menemukan Ha Na, Seo Jin marah dan menghardik Ha Na untuk tidak lagi meninggalkan ponselnya dan harus menjawab telepon darinya. Ha Na bingung namun tidak dapat berkata apa-apa.

Seo Jin menyuruh Ha Na untuk tetap tinggal di rumahnya sampai Ahn tertangkap. Ha Na setuju, namun dia mengatakan akan bersiap untuk pergi, dan akan langsung pergi jika Ahn ditangkap. Di kamar Ha Na mencoba mengambil koper yang diletakkan Eun Chang di atas lemari. Namun dia gagal dan malah jatuh. Seo Jin mendengar bunyi berdebum, segera ke kamar Ha Na. Dia menemukan Ha Na tengah tesungkur di lantai. Seo Jin membantu menurunkan koper.

Ha Na merasa terkejut melihat kebaikan Seo Jin, Seo Jin nampak salting dan berpura-pura sesak karena debu. Dia membuka jendela, sehingga angin masuk menerbangkan kertas sketsanya. Ha Na terlihat marah dan menatap Seo Jin dengan kesal. Ha Na memunguti lembaran kertas yang berserakan di halaman. Seo Jin bertanya kenapa Ha Na harus repot-repot memunguti kertas. Ha Na mengatakan bahwa ada hal-hal di dunia ini yang lebih berharga dan tidak pernah terpikirkan oleh Seo Jin. Seo Jin membantu Ha Na memunguti kertas, Ha Na merasa heran tapi membiarkannya.

Di kamar, Seo Jin menanyakan pada Ha Na kenapa dia harus repot menyelamatkan kertas jika bisa meminta Robin untuk menggambar ulang. Ha Na bilang dia akan segera pergi dan tidak kemungkinan tidak bertemu Robin lagi. Seo Jin memandangi Ha Na sebelum meninggalkan kamar.

Di kamar Seo Jin tidak bisa tidur. Dia mendengar ponsel ‘Robin’ berdering, ada pesan masuk. Ternyata Ha Na mengirim pesan. Seo Jin berusaha mengabaikan pesan tersebut. Namun dia penasaran. Dia mencoba berbagai cara untuk menemukan kode telepon Robin. Mulai dari menebak-nebak, memeriksa sidik jari dari keypad, sampai akhirnya dia menemukan cara jitu, yaitu memeriksa cctv. Seo Jin memeriksa rekaman yang menunjukka saat Robin membuka ponselnya. Setelah memperhatikan beberapa rekaman, akhirnya ada satu rekaman yang dengan jelas menunjukkan kode ponsel Robin.

Seo Jin membaca pesan dari Ha Na untuk Robin. Dalam pesannya Ha Na meminta maaf dan meminta  Robin untuk tidak mengindahkan apa yang dia katakan. Setelah membaca pesan tersebut, Seo Jin menghapus pesan itu. Ha Na lega mengetahui pesannya telah dibaca oleh Robin. Meski Robin tak membalas, namun itu cukup bagi Ha Na untuk menganggap Robin telah mengerti dan tidak akan mengungkit masalah di pondok.


Woo Jung bertekad menyelidiki siapa Ha Na. dia berusaha keras melatih teman-temannya sesama cheers untuk mengikuti audisi yang diselenggarakan sirkus Wonderland. Dengan masuk menjadi anggota sirkus, Woo Jung berharap dapat lebih dekat dengan Robin yang bekerja sebagai illustrator di sirkus.

Di tempat lain, Seng Yoo tengah berusaha mencari tahu keberadaan Woo Jung. Dia bahkan menyebarkan foto Woo Jung dan menulis kalau dia tengah mencari Woo Jung. Seseorang membalas emailnya dan memberitahu dirinya mengenal Woo Jung.

Orang itu menghubungi Woo Jung dan memberitahu bahwa dia melihat foto Woon Jung di internet dan ada yang mencari Woo Jung. Woo Jung menghubungi Seung Yoo untuk menanyakan kenapa fotonya ada pada Seung Yoo. Seung Yoo datang dan membawa banyak makanan untuk Woo Jung dan teman-temannya. Seung Yoo menanyakan soal Seo Jin yang ada di foto bersama Woo Jung. Woo Jung mengatakan bahwa pria di foto adalah Robin, dan pria itu adalah pacarnya. Seung Yoo tertegun namun kemudian tersenyum penuh kemenangan.

Robin terbangun, dia menghubungi Young Chun untuk mengetahui apa yang terjadi saat dia ‘menghilang’. Young Chun memberitahu bahwa Seo Jin berpura-pura sebagai dirinya. Robin tertawa membayangkan betapa tersiksanya Seo Jin. Robin menghubungi Ha Na dan meminta untuk bertemu. Ha Na terkejut, tak menyangka Robin minta bertemu. Ha Na datang ke garasi. Robin menunggu dengan senyum lebar seolah tidak terjadi apapun.

Ha Na menanyakan pada Robin mengenai kejadian malam itu (karena Robin tidak membalas pesannya) Robin malah bertanya apa yang terjadi. Ha Na bingung, dan mengira Robin mengalami blackout. Ha Na juga merasa Robin mempermainkannya karena yang Ha Na tahu Robin sudah membaca pesannya (Ha Na mengirim pesan lewat ‘line’ sehingga bisa mengetahui apakah pesan kita dibaca atau tidak).

Paginya Ha Na mengalami flu. Namun dia tidak bisa istirahat karena harus membantu polisi mengenali tehnisi Ahn. Ha Na masuk mobil da nada Seo Jin di dalam. Young Chun menawarkan obat untuk Ha Na. Dia menyodorkan kotak obat Seo Jin yang penuh dengan obat-obatan. Seo Jin memandang Ha Na, dia lalu bertanya gejala flu yang diderita Ha Na kemudian menunjukkan obat yang sesuai untuk flu Ha Na. Ha Na merasa aneh dengan kebaikan Seo Jin.

Detektif Na membawa Ha Na keruang panel. Dia meminta Ha Na untuk mengamati dengan seksama, apakah Ahn adalah pria yang dilihatnya di ruangang dr Kang. Ha Na berusaha mengingat, meski ketakutan. Dia akhirnya mengenali Ahn sebagai si pelaku. Ha Na bergetar, apalagi saat Ahn yang mau dibawa pergi malah berjalan ke arah kaca, seakan dia tahu Ha Na ada di sisi lain kaca tersebut. Ha Na histeris, saat Seo Jin hendak menggenggam tangan Ha Na, Tae Joo yang juga berada di situ, menarik Ha Na dan memeluknya. Seo Jin nampak kesal. Detektif Na memberitahu bahwa dia belum menemukan dr Kang, dan bahwa Ahn telah berbohong mengenai keberadaan dr Kang. Saat Seo Jin berjalan di selasar, dia melihat Ha Na duduk ditemani Tae Joo. Seo Jin nampak kesal dan menyuruh Ha Na untuk pulang bersamanya.

Seung Yoo datang ke kantor polisi dan menanyakan perihal penculik dr Kang kepada detektif Na. Seung Yoo juga menanyakan perihal medical record milik dr Kang. Detektif Na bilang kalau semua file tidak ada padanya dan dia serahkan ke Tae Joo. Seo Jin menyuruh Ha Na untuk tetap tinggal dirumahnya sampai dr Kang ditemukan. Dia juga meminta Young Chun mencari psikiater untuk Ha Na yang mengalami trauma dan dia minta supaya psikiaternya orang lain bukan Tae Joo –LOL-- *Seo Jin cemburu*

Seung Yoo menyuruh Ha Na menemuinya untuk membicarakan pekerjaan. Seung Yoo ingin sirkus Ha Na tampil di hotel. Seo Jin melarang Ha Na datang tapi Ha Na tidak mengindahkannya. Ha Na mendatangi Seung Yoo. Seung Yoo menanyakan Ha Na soal Robin, namun Ha Na bilang tidak kenal.  Ketika Ha Na beranjak keluar, Seung Yoo berusaha menahannya.

Tepat saat itu Seo Jin dan sekretaris Choi masuk, dengannya dan menyuruh Seung Yoo untuk tidak mengganggu Ha Na karena Ha Na adalah wanitanya. Seung Yoo terkejut demikian pula Ha Na. Setelah Seo Jin dan Ha Na pergi, sekretaris Choi bertanya namun Seung Yoo malah menyuruh sekretaris Choi menghubungi Tae Joo.

Woo Jung mengikuti audisi dan penampilannya memukau semua orang terutama Eun Chang. Woo Jung menemui Ha Na dan memberitahu soal Robin yang baik pada semua orang sehingga sering membuat orang salah paham. Woo Jung juga mengatakan bahwa tiap kali ditanya kenapa baik Robin selalu bilang bahwa itu merupakan kerpibadiannya. Woo Jung meminta Ha Na untuk tidak salah paham. Ha Na kesal dan melampiaskannya pada Jin Joo yang baru datang. Woo Jung mendengar percakapan Ha Na dan Jin Joo, dia terkejut saat tahu Ha Na sudah mengutarakan perasaannya dan ditolak.

Seung Yoo bertemu Tae Joo, dia berpura-pura mewakili adiknya yang sakit dan bercerita soal masalahnya. Dia bilang kalau adiknya sering mengalami insomnia, cenderung tidak ingin menunjukkan emosinya, sering merasa dirinya bukanlah dirinya (semua gejala yang diceritakan adalah gejala yang dialami Seo Jin). Tae Joo menyimpulkan bahwa adik Seung Yoo mengalami DID.

Woo Jung menghubungi Robin. Dia memarahi Robin karena telah tega mendiamkan Ha Na yang telah mengakui perasaannya ke Robin. Kepada ayahnya Woo Jung mengatakan bahwa dia merasa kasihan pada Ha Na meski Ha Na saingannya. Robin datang dengan tergesa dan menanyakan maksud Woo Jung. Woo Jung memberitahu tentang Ha Na yang menyatakan suka pada Robin saat mereka di pondok. Dan bagaimana Robin tidak menjawabnya sehingga membuat Ha Na merasa digantung. Robin terkejut karena merasa tidak tahu. Namun dia kemudian ingat bahwa saat itu dia tidak ada dan Seo Jin lah yang ada di sana.

Robin menemukan Ha Na, dia meminta mengatakan pada Ha Na bahwa dia telah ingat. Namun Ha Na bersikap dingin, dan mengatakan dia sudah melupakannya. Robin berusaha memberi pesan bahwa dia ingin membalas perasaan Ha Na. Namun Ha Na yang kadung kecewa meminta Robin untuk pergi diua juga mengingatkan Robin untuk tidak mempermainkannya. Karena kalaupun Robin tidak ingat dia sudah membaca pesan Ha Na jadi mustahil Robin tidak mengerti. Robin bingung, dia memeriksa pesannya dan bilang tidak ada pesan apapun. Ha Na melihatnya dan bergumam ‘kau sudah menghapusnya’, dia kecewa. Robin merasa sedih.

Tiba-tiba dia ingat Seo Jin. Robin datang ke ruang rahasia lalu merekam pesan. Dia sangat marah pada Seo Jin yang sengaja menghapus pesan dari Ha Na dan tidak mengatakan perihal Ha Na yang mengaku.


NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TV Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement
Advertisement

Click to comment