SINOPSIS Queen Of The Night Episode 8 TVONE Tayang Minggu 04 Juni 2017

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Serial Turki Queen Of The Night Episode 8 TVONE Tayang Minggu 04 Juni 2017 || Selin menelpon seseorang dengan menangis. Ia berbicara dengan nada tinggi. Dengan orang itu, Selin menceritakan ketakutannya saat ia tahu bahwa Kartal akan meninggalkannya ke Italy. Sementara itu Kartal ia keluar rumah dengan mobilnya. Ia merenung di dalam mobil, dibawah rintikan hujan. Azis sendiri juga berada di ruang kerja. Matanya menerawang jauh ke balik jendela.

Selin menemui orang yang ditelponnya tadi. Mereka bertemu dipinggir jalan dan berdebat di sana. Selin memohon sesuatu pada pria yang bernama Emre itu, untuk mencegah kepergian Kartal. Emre sedikit kesal namun pada akhirnya ia menyanggupi juga. Di sisi lain, Kartal sudah kembali ke rumah. Ia merenung sednirian di sebuah ruangan, memikirkan rencana kepergiannya. Saat itu ia teringat dengan hubungannya bersama Selin dulu hingga kemunculannya saat ini. Kartal mengangkat sebuah pot tanaman, dan disaat bersamaan Selin datang menegur Kartal. Selin kemudian menanyakan rencana kepergian Kartal. Kartal merasa penat dan menyruh Selin untuk berhenti bicara. Kartal berusaha menjelaskan keadaannya dan Selin sendiri dengan perlahan menahan kepergian Kartal. Tiba-tiba Selin mendekati Kartal dan menciumnya. Kartal terkejut dengan tindakan Selin, seolah tak percaya. Selin tersenyum dan memeluk kartal. Meskipun agak bingung, Kartal merasa senang dan keduanya kembali berciuman.

Di sisi lain, Azis merenung di balkon rumahnya. Ia mengingat pertemuan pertamanya dengan Selin dan saat ia mulai melamarnya dan mengenalkan Sein pada seluruh keluarganya. Azis nampak bimbang karena mengetahui hubungan Selin dengan Kartal. Sedngkan Selin dan Kartal asyik memadu kasih di apartemen. Esra sendiri sedang bersemangat mengemas semua pakaiannya juga suaminya.

Human mendapat telpon dari orang suruhannya. Ia menginformasikan tentang keberadaan Kartal bersama Selin. Human pun tak bisa berkata apa-apa. Di ruang tengah, Esra tampak kesal menanti Kartal kembali. Ia menonton TV bersama pamannya. Human datang dengan wajah muram. Suaminya bertanya dan human mengatakan bahwa dia sedang ada perlu diluar. Suaminya ingin menemaninya namun Human menolak.

Selin dan Kartal masih bersama. Kartal menanyakan tentang Azis jika mencari Selin namun Selin tak pe4rduli. Selin juga ganti menanyakan tentang esra, Kartal pun juga tak perduli. Keduanya lalu kembali berciuman. Sementara itu, Human menemui suruhannya di sebuah tempat. Orang itu mulai menceritakan tentang Selin.

Selin menemui Azis. Saat masuk ke apartemennya, Selin dikejutkan dengan foto dirinya saat bersama Kartal di layar. Azis kemudian muncul dan memanggil Selin. Selin menangis ketakutan. Azis mengatakan jika ia sudah mengetahui tentang hubungannya dengan anak angkatnya tersebut. Azis tak marah, Ia malah menunjukkan pada Selin sebuah kotak yang berisi gaun pengantin. Selin terkejut dan seketika menolak keinginan Azis untuk menikahinya. Mulai dari situ, Azis mengancam Selin agar bersedia menerima tawaran untuk menikah dengannya. Azis menggunakan ayah Selin agar Selin menerima pinangannya. Azis mencium paksa Selin. Selin terkejut namun ia tak bisa berbuat apapun.

Kartal dalam perjalanan pulang, Esra menelponnya dan Kartal tak mengangkatnya. Sementara itu, Azis masih berusaha menekan Selin agar menerima tawarannya. Selin pun menangis. Selin masoh berusaha menolak lalu Azis tiba-tiba menarik tangan Selin dan membawanya keluar dari apartemen.

Orang suruhan Human berusaha mendekatinya namun Human malah menamparnya dengan marah. Sambil menangis, Human berbicara dengan orang itu. Human nampak ketakutan sekaligus kesal, ia lalu pergi meninggalkan orang suruhannya.

Di rumah, Esra masih sibuk mengemas barangnya. Tak lama kemudian Kartal datang dan Esra menyambutnya dengan senang. Dengan semangat Esra menceritakan persiapan kepergiuan mereka namun Kartal tampak lemas. Kartal ingin menjelaskan keinginannya pada Esra namun Esra terus saja memotong Kartal bicara. Human masuk ke kamar mereka dan meminta Esra dan Kartal untuk datang ke ruang tengah karena Azis ingin membicarakan sesuatu. Esra bergegas menemui ayahnya khawatir ada sesuatu terjadi. Azis langsung mengumumkan bahwa ia akan melangsungkan pernikahan dengan Selin dalam waktu dekat. Esra sangat senang dan ia memeluk ayahnya dan juga Selin. Kartal yang tadinya berwajah datar, langsung terkejut. Selin hanya bisa diam memandang Kartal yang nampak marah. Beberaoa saat kemudian pelayan datang dan memberitahu Azis bahwa ada polisi mencarinya.

Di kantor polisi, Oktay sedang berbicara dengan kepala kepolisian mengenai Azis. Beberapa saat kemudian seorang polisi masuk mengabarkan bahwa tim mereka sudah menuju ke kediaman Azis. Oktay dan kepala polisi itu pun tertawa penuh kemenangan. Di rumah Azis, polisi yang datang tadi mengatkan bahwa mereka akan membawa Azis ke kantor polisi karena Azis ditengarai melakukan pembunuhan terhadap seseorang. Esra terkejut mendengar itu. Azis teringat saat ia menembak mata-mata itu. Sayang Azis tak mengakuinya dan malah menyruh polisi itu pergi karena tuduhan mereka salah alamat. Polisi tetap berkeras membawa Azis karena mereka tridak salah. Mereka juga meminta Krtal untuk ikut bersamanya. Azis berusaha menolak namun kemudian adiknya meminta Azis untuk ikut saja ke kantor polisi agar bisa memberi penjelasan. Azis pun mengalah. Ia bersiap bersama Kartal dan berpamitan pada Selin. Selin hanya menatap Azis dengan sinis sembari pura-pura tersenyum.

Oktay kembali menelpon Human dan menanyakan tentang peristiwa penangkapan Azis. Human nampak ketakutan dan marah pada Oktay. Pelayan di dapur membicarakan tentang Azis. Mereka tak percaya jika polisi menangkap Azis dalam kasus pembunuhan. Di kantor polisi Azis diinterogasi di sebuah ruangan. Keluarganya, kecuali Selin dan Human, menunggu di ruang tunggu. Polisi mulai mencecar Azis namun Azis sendiri dengan santai berusaha menolak tuduhan itu. Di sisi lain, Kartal juga diinterogasi di ruangan terpisah. Polisi menanyainya tentang Azis dan kartal juga menjawabnya dengan santai seolah tak perduli. Kembali pada Azis. Ia marah dan bangkit dari empat duduknya. Ia mulai menghardik para penyidik dan terus meluapkan emosinya. Kartal sendiri sudah keluar dari ruang penyidiknya. Esra menghampirinya dengan khawatir namun Kartal tetap santai saja. Tak lama kemudian Azis keluar juga dari ruangan namun dengan di seret oleh polisi. Azis tampak meronta dan memanggil kelarganya. Esra tampak panik dan adiknya meminta Azis untuk jangan khawatir.

Kartal keluar dari kantor polisi sambil menelpon Selin, memberitahu tentang penahanan Azis. Dengan panik, Selin pun menelpon seseorang. Ia mengungkapkan kegelisahannya karena Krtal dan Azis terlibat kasus pembunuhan. Orang itu pun meminta Selin untuk tenang. Kartal dalam perjalanan pulang dan menelpon emre. Lalu Human di rumahnya, anaknya datang mencari ayahnya dan Human mengatakan jika ayahnya sedang ada perlu dan meminta anaknya untuk tidur kembali. Pengasuhnya datang dan mengajak gadis kecil itu untuk kembali tidur. Setelah anaknya pergi, Human pun kembali gelisah.

Esra, Mert dan pamannya masih menunggu di kantor polisi. Esra gelisah dan terus meracau. Apmannya memintanya untuk tenang dan duduk. Mert sendiri juga terlihat gemetaran karena gelisah. Esra menanyakan keadaan adiknya itu dan Mert mengatakan ia baik-baik saja. Pamannya meminta kedua keponakannya itu untuk tetap tenang. Tak lama kemudian pengacara Azis datang dan menyapa mereka. Dengan emosi, Esra memberondong pengacara itu dan menuntutnya agar membebaskan ayahnya. Arkan kemudian pergi dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Oktay. Keduanya sama-sama terkejut dan saling menatap.

Kartal sampai di rumah dan Selin segera menemuinya. Kartal mengajak bicara Selin di kamar. Ia meminta Selin memanfaatkan situasi ini untuk pergi meninggalkan rumah itu. Namun Selin menolak dan menangis. Mereka berbicara beberapa saat dan Kartal memegang erat tangan Selin lalu memeluknya.

Di kantor polisi, Azis bebas setelah mendapat jaminan. Ia langsung keluar dan masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan panggilan anaknya. Dalam perjalanan Azis berusaha menelon Selin namun tak diangkat. Sementara itu, Kartal membawa Osman dan Selin untuk pergi. Sementara itu, Esra dan yang lain pulang dengan taksi. Esra kebingungan menghubungi Kartal namun tak ada jawaban. Esra terus meracau.

Azis sampai di rumah dan langsung mencari Selin. Ia bertemu Human. Human menanyakan keadaannya namun Azis tak perduli. Ia berlari ke kamar Selin dan mendapati kamar itu telah kosong. Azis mengecek semua lemari dan laci. Ia tak menemukan barang milik Selin dan Osman lagi. Azis marah dan melempar kaca di atas meja.

BERSAMBUNG KE EPISODE 9 SELANJUTNYA>>
<< SINOPSIS QOTN EPISODE 7 SEBELUMNYA 

NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TVONE Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 
** Jika Sinopsis Kurang atau lebih dari penayangan di TVONE silahkan melihat Sinopsis episode sebelum atau selanjutnya :) Terima Kasih 
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement
Advertisement

Click to comment