Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS Queen Of The Night Episode 16 TVONE Tayang Senin 12 Juni 2017 (Serial Turki)

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Queen Of The Night Episode 16 TVONE Hari Ini Tayang Senin 12 Juni 2017 (Serial Turki) || Esra berlari pergi dari rumah sakit. Tiba-tiba Emre menahan Esra dan menanyakan maksud Esra berada di sana.  Esra marah pada Emre. Ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman Emre. Emre meminta Esra untuk tidak mengganggu Selin. Sayangnya Esra tak mau, ia menganggap Selin sebagai orang ketiga.

Kartal sedang dalam perjalanan dengan mobil polisi. Ia menanyakan pukul berapa sekarang pada salah satu petugas. Hakan juga masih dalam perjalanan. Ia mendapat kabar tentang Azis. Di rumah, Huma memaksa Burcu untuk berkemas. Ia bermaksud untuk pergi dari rumah. Burcu menangis, menolak pergi meninggalkan ayah mereka. Hakan menelpon Huma. Sayangnya Huma mereject nya. Padahal hakan hanya akan mengabarkan soal Azis. Hakan kesal karena Huma tak menjawab telpon. Ia beralih menelpon Mert. Ia mengabrakan pada Mert bahwa ayahnya tertembak.

Di kamar, Burcu merngamuk. Ia mengeluarkan kembali pakaian yang sudah dikemas Huma dalam koper. Ia lemparkan pakaiannya sambil terus memprotes ibunya. Tak lama kemudian mereka mendengar Mert berteriak-teriak. Huma dan Burcu segera menuju ruang tengah. Fatma dan Elif juga datang kesana. Mert mengatakan jika Azis tertembak. Fatma, Huma dan yang lainnya menangis tak percaya. Mert dan Hma segera menuju rumah sakit.

Kartal sudah sampai di kantor polisi. Ia digelandang bagai pesakitan oleh petugas. Di rumah sakit, Emre menanyai Selin perihal Esra. Kemudian Selin menanyakan keberadaan Kartal namun Emre tak bisa menjawabnya. Tak lama kemudian Emre mendapatkan telpon, Kartal dikabarkan menembak Azis. Emre terkejut. Selin bertanya pada Emre apa yang terjadi. Ia mengatakan pada Slein bahwa Kartal menembak Azis.

Di ruang interogasi, Azis mulai dimintai keterangan oleh petugas. Kartal mengatakan jika bukan dia yang menembak Azis. Namun petugas tak percaya begitu saja. Karena saat polisi datang, hanya Kartal yang ada di sana dan dalam keadaan membawa senjata api. Kartal berusaha menolak tuduhan namun apa daya, Kartal tak memiliki alibi. Petugas kemudian pergi meninggalkan Kartal di ruang interogasi.

Malam harinya, Emre, Selin dan Sadik sampai di kantor polisi. Mereka bertemu dengan pengacara Kartal. Selin nampak emosi dan Emre berusaha menenangkan Selin. Selin tak percaya jika Kartal bisa melakukannya. Emre kemudian mengatakan yang sebenarnya, bahwa Azis lah yang membunuh ayah dari Kartal. Selin pun terdiam, terkejut. Kartal berada dalam sel. Seorang penghuni sel disebelahnya menyapa Kartal dan menanyai kasusnya. Merka pun berbincang. Sayup-sayup, Kartal mendengar suara Selin berteriak-teriak di luar.

Di rumah sakit, Mert marah-marah menyalahkan Kartal. Esra kembali kehilangan kontrol. Ia tak terima Mert memaki Kartal. Hakan dan Huma menenagkan Esra, namun Esra sudah terlanjur meracau. Mereka pun memanggil bantuan medis.

Selin menemui Kartal di sel nya. Selin menangsi sedih. Ia percaya jika bukan Kartal lah yang melakukannya. Sementara itu pengacara Kartal bicara dengan Emre dan Sadik. Nampaknya pengacara kesulitan membebaskan Kartal dari tuduhan, karena tidak ada saksi dan Kartal tak punya alibi.

Oktay menemui inspektur polisi. Ia menenyakan kasus penembakan Azis yang melibatkan Kartal. Oktay nampak kebingungan mengatakan maksud kedatangannya. Beberapa saat kemudian, Oktay berpamitan. Oktay menelpon Osman dan mengatakan hasil pertemuannya. Osman sendiri berada di sebuah gudang. Ia nampak gelisah.

Selin masihn di sel Kartal. Ia berjanji pada Kartal untuk melakukan segalanya agar ia dapat bebas. Kartal melarang Selin melakukan apapaun karena dapat berbahaya untuknya, namun Selin tetap bertekad membebaskan Kartal.

Di rumah sakit, Hakan dan yang lain masih menunggu. Huma gelisah dan hakan memintanya untuk tenang. Huma kemudian mencari keberadaan Selin. Di saat seperti ini Selin malah tak nampak. Di ruang perawatan, Esra mendengar kemarahan Huma. Ia kemudian keluar dan berkata pada semua orang bahwa Selin berselingkuh dengan Kartal. Semua orang terkejut.

Di kantor polisi, petugas mengingatkan Selin jika jam berkunjung telah habis. Selin meminta waktu sebentar lagi dan mereka saling menguatkan. Mereka hampir berciuman namun sekali lagi petugas memanggil Selin. Mereka akhirnya berpisah.

Oktay menemui Osman. Ia menceritakan temuannya dari kantor polisi. Saat tahu jika Kartal ditahan, Osman sepertinya tak senang. Ia lalu berpesan pada Oktay untuk terus mengawasi kasus ini.

Huma marah besar saat tahu jika Selin adalah selingkuhan Kartal ia tak terima. Mereka mengira, Kartal menembak Azis karena cemburu Azis menikahi kekasihnya. Mert marah dan ia hampir pergi menemui Kartal. Hakan menahan Mert. Tak lama kemudian perawat datang memanggil mereka untuk bicara dengan dokter.

Selin menangis sejadi-jadinya di kantor polisi. Sadik memeluk sang adik. Selin tak percaya jika Kratal melakukannya. Di sel, Kartal berbincang dengan teman selnya. Ia memuji Kartal karena memili istri yang sangat mencintainya. Kartal pun tersenyum.

Dokter menjelaskan keadaan azis pada keluarga. Nampaknya keadaan Azis cukup parah. Mert sangat sedih. Ia pergi meninggalkan tempat itu, diikuti Elif. Huma menangis memeluk Esra. Mert duduk termenung di bangku luar rumah sakit. Elif menyusulnya dan duduk di samping Mert. Mert mencurahkan perasaannya pada Elif (skip yaa). Mert kecewa pada Kartal. Karena melakukan ini semua padahal Azis sangat percaya padanya.

Huma menelpon Fatma untuk menanyakan keadaan Burcu. Hakan mendekati Huma berusaha bicara dengannya namun Huma menghindar dengan alasan mau menemani Esra. Di sisi lain, Selin, Emre dan Sadik masih menanti di kantor polisi. Emre meminta Selin untuk istirahat namun Selin menolak. Selin malah kembali marah-marah.

Kartal merasa gelisah di dalam sel. Teman sel nya kembali mengajaknya bicara. Kartal hanya menanggapinya sekedarnya. Di luar, Selin nampak menahan rasa kantuknya di kursi ruang tunggu. Di rumah sakit, hakan tak tega memandang Huma terus menangis. Sedangkan Mert, masih di tempat yang sama bersama Elif. Ia tertidur di pundak Elif. Sementara Esra. Matanya nampak nanar penuh kemarahan. Ia duduk sendirian di bangku taman. Selin duduk melipat kakinya, masih di ruang tunggu kantor polisi. Kartal merebahkan tubunya di bangku panjang ayng ada di dalam sel. Matanya juga tak kunjung terpejam. Ia menerawang jauh ke langit-langit.

Keesokan harinya, Fahrun, pengacara Kartal bersama Emre, mengunjungi Kartal di sel. Kartal menanyakan perkembangan kasusnya dan sepertinya masih belum ada hasil. Fahrun pergi, tinggalah Emre bersama Kartal. Di luar, Selin berdebat dengan salah satu petugas di sana. Sadik segera menarik Selin menjauh. Sadik kemudian menengkan Selin. Ia kemudian berbicara tentang ayahnya pada Selin.

Azis keluar dari ICU dan dipindahkan ke ruang perawatan. Semua orang mengerumuninya. Namun sepertinya keadaan Azis masih belum begitu baik. Esra kemudian pergi. Osman datang ke rumah sakit namun Huma dan Mert mengusirnya. Huma memaki Osman karena Selin ternyata memiliki hubungan dengan Kartal Osman pun berpura-pura sedih dengan kejadian ini. Huma keluar. Di luar ia melihat Oktay. Huma menghampirinya dan memeluk Oktay sambil menangis. Oktay menengakan Huma dan Huma terus saja memaki. Oktay lalu membawa Huma pergi. Sementara itu di dalam, semua masih menunggu dengan gelisah. Esra kembali meracau. Ia kemudian bangkit hnedak pergi. Esra berniat menemui Kartal namun mert marah dan menyruh Esra pergi saja karena masih mau menemui Kartal.


NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TVONE Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 
** Jika Sinopsis Kurang atau lebih dari penayangan di TVONE silahkan melihat Sinopsis episode sebelum atau selanjutnya :) Terima Kasih 
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement