SINOPSIS Queen Of The Night Episode 12 TVONE Tayang Kamis 8 Juni 2017 (Serial Turki)

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Queen Of The Night Episode 11 TVONE Tayang Kamis 8 Juni 2017 (Serial Turki) || Selin menanyai maksud Sadik menemui Kartal. Sadik tak mampu berucap apapun karena di sana juga ada Osman. Osman berpura-pura membela Sadik di depan Selin. Hakan membuntuti Huma sampai di sebuah hotel. Ia menunggu hingga Huma dan Oktay masuk, lalu ia keluar dari mobil. Huma dan Oktay berjalan beriringan di koridor. Hakan menelpon Huma. Hakan bertanya dimana istrinya itu berada. Tentu saja Huma tak mengatakan ia berada di hotel, Hakan menyudahi panggilannya. Ia terlihat sangat kecewa.

Fatma mengantarkan makanan untuk Mert. Mert berterima kasih pada Fatma dan memeluknya. Fatma lalu mempersilahkan Mert untuk makan dan ia kembali ke dapur. Mert menerima sebuah pesan, setelah itu ia pergi keluar. Elif bersama seorang pria di restoran. Keduanya tampak mesra karena pria itu sempat mencium punggung tangan Elif. Teman Mert duduk tak jauh dari sana. Dia lah yang mengirimkan pesan tadi ke ponsel mert.

Di dalam kamar hotel, Oktay menuangkan minuman ke gelas dan memberikannya pada huma. Huma sedikit canggung menerimanya. Ia lalu duduk di tepi tempat tidur disusul oleh Oktay yang duduk di sampingnya. Keduanya menghabiskan minuman di gelas masing-masing sambil berbicara. Oktay mengambil gelas di tangan Huma dan meletakkannya. Oktay mulai mendekatio Huma dan menyentuh tangannya. Oktay mencoba mencium Huma namun Huma ketakutan dan menghindar. Huma meminta Oktay untuk melakukan itu. Oktay lalu mengambil sebuah dokumen dari laci dan memberikannya pada Huma. Usai menerima dokumen itu, Huma lalu pergi. Di depan pintu, huma di kejutkan dengan keberadaan Hakan. Hakan menatap Huma dengan kemarahan.

Elif ingin menghindari pria itu karena ia merasa risih namun pria itu menahan Elif dan menarik tangannya. Elif meronta berusaha melepaskan tangannya. Di saat bersamaan, Mert sampai ke restoran tersebut dan melihat pria itu hampir mencium paksa Elif. Mert menarik pria itu kebelakang dan menanyakan apa yang ia lakukan. Pria itu marah dan membuat Mert menghajarnya. Priua itu jatuh dan beberapa orang termasuk teman Mert memisahkan keduanya. Elif hampir menangis melihatnya. Mert lalu menyuruh elif untuk ikut pulang bersamanya.


Osman makan malam bersama Kartal. Osman makan dengan lahapnya, namun Kartal hanya memperhatikan saja.  Kartal mengajak bicara Osman namun nampaknya Osman terlalu bersemangat melahap makanannya. Kartal lalu memanggil ayah pada Osman barulah Osman memperhatikan Kartal. Kartal emanyakan tentang ayahnya pada Osman. Osman menjadi sedikit tegang. Ia mulai flashback ; Osman menemui Mustafa, ayah Kartal di tempat kerjanya. Osman mengajak bicara Mustafa di luar, dengan menyebut nama Azis. Nampaknya musataf tiak tertarik dengan pembicaraan mereka dan Mustafa kembali masuk bekerja. Flshback selesai.

Huma dan Hakan sampai di rumah. Hakan mengambil segelas minuman dan segera menghabiskannya. Huma hanya diam menatap Hakan dari ambang pintu. Huma lalu masuk ke kamar, Ia berusaha menjelaskan peristiwa tadi siang pada hakan namun Hakan tak mau tahu. Hakan mengambil pil KB di laci meja dan membuang semua pil yang ada. Hakan meminta Huma untuk tidak meminumnya lagi.

Osman dan Kartal selesai makan malam. Mereka keluar dari restoran, Osman pun berusaha menghibur Kartal dengan memuji ayahnya di masa lalu. Setelah Kartal pergi, muncul Oktay. Ternyata Oktay adalah kaki tangan Osman.

Dalam perjalanan, Kartal mengingat pembicaraan Azis dan Osman yang ia curi dengar di depan pintu ruang kerja Azis. Kartal nampak sangat kesal. Selin seang melamun di kamar. Azis datang dan menegurnya. Sedangkan Osman kecil sedang bermain bola bersama Esra. Osman lalu menanyakan keberadaan Kartal. Dengan lugunya, Osman kecil menceritakan saat kartal membawanya pergi bersama sang ibu tempo hari. Era terkejut mendengarnya.

Kartal menemui Emre di dermaga. Ia menceritakan pertemuannya dengan Osman. Ia nampak sangat marah karena Osman telah banyak membohonginya.

Keesokan harinya, Kartal sudah ada di ruang kerjanya. Ia lalu keluar kantor. Di sisi lain, Selin masih di atas tempat tidur meskipun sudah terbangun. Azis sudah siap pergi ke kantor. Ia melihat Selin masih tidur dan ia mencium lengannya. Selin berpura-pura memejamkan matanya saat Azis mendekat. Barulah setelah Azis pergi, Selin bangun kembali dan berpakaian. Kartal pulang ke rumah. Ia memakirkan mobilnya di garasi dan masuk ke rumah. Di ruang makan, semua orang bersiap untuk sarapan. Sedangkan Kartal tanpa sengaja berpapasan dengan Selin di tangga. Mereka saling berpandangan, namun kemudian Kartal pergi menghindar.

Beberapa waktu kemudian, Kartal sudah siap kembali ke  kantor. Ia menemui Azis di ruang kerjanya dan mereka berbicara. Azis lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama. Semua orang sudah memulai sarapannya. Saat Selin datang, Esra teringat dengan ucapan Osman cilik padanya. Azis menggenggam tangan Selin. Lalu Kartal datang dan menyapa semua orang. Esra menghampiri Kartal dan memintanya untuk sarapan bersama. Sayangnya Kartal menolak. Ia kemudian berpamitan pada semua orang. Saat ada kartal, Selin berusaha melepaskan genggaman tangan Azis namun Azis tak melepasnya. Barulah setelah Kartal pergi, Azis melepaskan tangannya.

Osman sarapan bersama Oktay di sebuah restoran roof top (Oktay abis cukuran kumis+jenggot, jadi pangling :D ) Mereka makan sambil membicarakan Azis dan Kartal. Sementara itu Kartal masuk ke ruang kerja Azis. Ia berusaha membuka sebuah brankas, namun 2  kali harus salah memasukkan kode kunci. Barulah yang ketiga, Kartal berhasil membukanya. Kartal mencari data milik Azis, setelah menemukannya, kartal memotretnya dengan ponsel. Kartal lalu mengembalikannya ke dalam brankas. Saat hendak menutup branas, kartal menemukan foto masa muda Azis bersama Osman, dan ayahnya. Kartal merasa terharu melihat foto tersebut.

Osman cilik sedang bermain mobil remote di halaman. Roda mobil mainannya terlepas, Osman berusaha memasangnya kembali namun ia tak bisa. Osman lalu masuk ke ruang kerja Azis. Di sana ia bertemu Kartal, yang saat itu baru saja menutup brankas. Osman meminta tolong pada Kartal untuk memasangkan roda mobilnya. Kartal pun menyanggupinya. Selin mencari Osman dan menemukannya di ruang kerja Azis bersama Kartal. Selin mengajak Osman keluar. Di saat bersamaan Esra datang. Kesempatan itu Esra gunakan untuk menanyakan perihal yang diceritakan Osman cilik padanya. Selin emnjadi salah tingkah. Kartal juga bingung menjawabnya. Selin lalu pergi membawa Osman. Selin dan Osman sampai di ruang tengah dan bertemu Azis. Azis menggendong Osman dan bercanda dengannya.

Kartal dan Esra masih di tempat yang sama. Esra masih berusha mengejar jawaban dari Kartal namun Kartral malas menanggapinya. Osman dan Oktay usai sarapan dan mereka berpisah. Osman lalu menelpon Azis. Saat itu Azis baru saja hendak berangkat ke kantor. Selin sedang mengejar Osman yang menolak untuk diberi pisang. Esra datang dan tersenyum melihatnya. Ia lalu menangkap Osman dan menggendongnya. Selin memberikan p[isang itu pada Esra untuk disuapkan pada Osman, Osman pun menurut pada Esra. Esra mempersilahkan Selin berangkat, dan ia akan mengurus Osman. Hakan memasangkan kancing seragam Burcu dan menyruhnya segera berangkat sekolah. Huam datang dan memberikan tas sekolah burcu. Huma kemudian berusha mengajak bicara hakan namun hakan malah menghindar, Huma lalu teringat peristiwa saat hakan mendapatinya di hotel.

Elif sedang membereskan meja. Mert datang dan mengajak bicara Elif. Sayangnya Elif menanggapi Mert dengan culas. Elif masih kesal pada Mert karena peristiwa tempo hari. Elif pun bergegas pergi ke dapur meninggalkan Mert. Mert lalu eluar rumah dan bertemu Huma di halaman.

Selin sedang berada di studio. Ia merasa sedang tak enak hati sehingga tak dapat meracik parfum dengan baik. Kemudian Selin meraih ponselnya dan menelpon sang ibu. Selin berbicara dengan iobunya sambil menangis. Tak lama kemudian Selin  menutup telponnya dan kembali menangis. Sementara itu, Esra sedang dalam perjalanan bersama Osman cilik. Entah kemana Esra akan membawa bocah itu.

Kali ini Osman kembali berbicara dengan Azis. Osman membicarakan tentang Kartal dan juga ayahnya. Flashback ; Osman dan Azis muda kembali menemui Mustafa di tempat keerjanya. Mustafa sedang memeriksa catatan pekerjaannya. Saat itu Osman dan Azis datang, Osman merebut catatan itu dari tangan Mustafa dan meminta Mustafa untuk mendengarkannya. Seperti biasa, Mustafa sangat enggan bertemu kedua temannya itu. Namun berbeda, Kali ini Mustafa menyanggupi keinginan teman-temannya itu. Ia dan Ais berjabat tangan. Dari kejauhan, tampak Vural melihat kejadian itu. Flashback selesai.


NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TVONE Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 
** Jika Sinopsis Kurang atau lebih dari penayangan di TVONE silahkan melihat Sinopsis episode sebelum atau selanjutnya :) Terima Kasih 
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement
Advertisement

Click to comment