SINOPSIS Queen Of The Night Episode 13 TVONE Tayang Jumat 9 Juni 2017 (Serial Turki)

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Queen Of The Night Episode 13 TVONE Tayang Jumat 9 Juni 2017 (Serial Turki) || Sadik masuk ke lab Selin. Ia berbicara dengan Selin mengenai pernikahannya dengan Azis, yang notabenne usia Azis sama dengan ayahnya. Belum lagi hubungannya dengan Kartal. Sementara itu Esra mengajak Osman ke kawasan hutan kota.

Kartal dan Emre menemui jaksa. Nampaknya Kartal hendak berkonsultasi. Azis dan Osman masih bersama. Azis sendiri nampaknya sudah terjepit posisinya oleh Osman dan hampir menyetujui semua penawaran yang diajukan Osman.

Kartal dan Emre masuk ke ruang penyimpanan data bersama seorang petugas. Ia sedang mencari data-data Osman. Flashback ; Kartal kecil mengunjungi ibunya yang sedang terbaring lemah dio rumah sakit. Kartal membawakan ibunya seikat bunga. Saat itu, ayahnya juga ada di sana. Mustafa menyuapkan sup pada istrinya namun istrinya itu malah terbatuk-batuk. Tak lama kemudian datang Azis dan Osman menjenguk ibu Kartal. Setelah menyapa sebentar, Mustafa mengajak kedua kawannya itu keluar. Mustaf memperingatkan Osman dan Azis untuk tidak menemui dan menekannya lagi. Flashback selesai.

Kartal menemukan dokumen yang ia cari. Namun nampaknya data itu masih belum cukup untuknya. Kembali pada Osman cilik. Ia berlari dan Esra mengejarnya. Sepertinya Osman tak nyaman bermain di tempat itu dan ia merajuk pada Esra. Sadik menyudahi pembicaraannya dengan Selin, Selin berterima kasih pada kakaknya itu. Sadik pun berpesan agar sang adik jaga diri. Mereka beerpelukan.

Oktay mendatangi sekolah Burcu. Ia menemui kepala sekolah dan menyerahkan sebuah dokumen. Huma mendatangi kantor Zerin ( gagal paham dialognya yaa :D ) Mert dan Hakan sedang bekerja bersama di ruangan Hakan. Mert melihat ayahnya datang dengan terburu-buru dan memanggilnya namun Azis tak mendengarnya. Sampai di ruagannya, Azis langsung memanggil asistennya dan meminta ia melakukan perintahnya saat itu juga.

Kartal dan Emre sudah kembali ke kantor. Mereka masih saja membicarakan Osman dan hasil pencarian mereka hari itu. Kartal nampak emosi dengan pembicaraan mereka. Flashback ; Ibu kartal masih terbaring sakit, namun kali ini berada di rumah. Kartal mendatangi ibunya dan nampak bersedih. Sang ibu pun memeluk anaknya, tak tega menatap kesedihan itu. Beberapa saat kemudian, keduanya berada di dapur. Ibu Kartal berusaha menyalakan kompor untuk memasak air, namun ibu Kartal merasa kesakitan kembali. Kartal menghampiri ibunya. Usai itu Kartal keluar rumah dan menangis. Tak lama kemudian ayahnya datang dan bertanya ada apa. Kartal pun menceritakan  keadaan ibunya. Mustaf masuk dan menemui istrinya. Mereka berbicara mengenai Kartal, sedangkan Kartal cilik mendengarnya dari ambang pintu sambil menangis. Flasback usai. Kartal sangat marah dan menganggap Azis dan osman bertanggung jawab atas penderitaan ayah dan ibunya. Emre berusaha menenangkan Kartal dari amarahnya.

Azis gelisah di ruangannya. Asistennya datang untuk melapor namun nampaknya laporan itu malah membuat Azis marah. Asisten itu keluar lalu berganti Mert dan hakan yang datang. Sayangnya mereka juga jadi sasaran amarah Azis. Azis lalu keluar menuju ruangan lab Selin. Saat itu Selin masih sibuk meracik parfum sehingga ia terkejut mengetahui ada Azis di sana. Tak lama kemudian, Osman juga datang ke sana. Setelah Osman dan Azis saling menyapa, Azis segera keluar kembali. Selin langsung memeluk ayahnya dan menangis. Ia nampak tak tahan dengan hari-hari yang sedang ia lalui.

Esra sampai di rumah dan Fatma menyambutnya. Kembali pada Selin. Osman masih bersamanbya di lab. Osman berusaha menenangkan putrinya itu. Sedangkan Huma dan Zerin berbincang sambil minum kopi di kantor Zerin. Tak lama kemudian Huma berpamitan. Sebelum Huma pergi, Zerin membahas peristiwa dimana ia melihat Huma dan Oktay di restoran. Huma menjadi tegang dan ia kembali duduk. Zerin berusaha berbicara dengan Huma dan seketika itu pecahlah tangisan Huma.

Oktay dan kepala sekolah memeriksa sebuah ruang kelas. Setelah berbicara sebentar, keduanya keluar kembali. Mert dan hakan membahas tingkah ayahnya yang nampak aneh. Sementara itu, Osman bersama Azis. Azis menyiapkan sekoper uang di meja untuk Osman. Sepertinya Osman belum puas, ia masih saja menggunakan Mustafa untuk menekan Azis. Flashback : Azis dan Osman merencanakan sesuatu untuk Mustafa. Flashback usai. Kartal dan Emre berada di dermaga. Mereka membahas langkah baru rencana mereka.

Esra mengunjungi Selin di lab. Esra mencoba mencium salah satu parfum yang diracik Selin. Ia teringat peristiwa di kamarnya saat Selin menemukan botol parfum Kartal. Kembali pada Huma. Ia selesai bercerita pada Zerin. Huma nampak lebih tenang dari sebelumnya. Beberapa saat kemudian hakan menelpon huma.Setelah menutup telepon, Huma pun berpamitan pada Zerin.

Oktay duduk di dekat lapangan sekolah. Ia tersenyum saat ingat peristiwa dirinya bersama Huma di hotel. Sementara itu, Hma datang ke kantor menemui Mert dan Hakan. Tak lama kemudian Esra menyusul. Mereka berkumpul lalu mebicarakan Azis yangb hari itu sikapnya nampak aneh.

Kartal dan Selin berpapasan saat hendak menuju ruang rapat. Selin memanggil Kartal dan Kartal menoleh dengan canggung. Keduanya nampak salah tingkah. Setelah berbicara sebentar, keduanya menuju ruang rapat. Selin dan Kartal masuk ruang rapat bersamaan. Esra memandang keduanya dengan penuh curiga.

Oktay masuk ke ruang kelas Burcu. Sepertinya, Oktay di sana menyamar sebagai guru. Entah kenapa, Oktay nampak canggung saat Burcu menatapnya. Burcu sendiri juga memandang heran pada Oktay, nbamun Burcu tetap berusaha tersenyum ramah padanya.

Setelah semua berkumpul, Azis masuk ke ruang rapat. Ia mengumumkan tentang Osman. Azis memasukkan Osman sebagai salah satu pemegang saham perushaan mereka. Semua orang terkejut dengan keputusan itu, karena perusahaan mereka meruapakan perushaan keluarga. Azis tak meperdulikan pendapat keluarganya. Ia lalu memanggil Osman untuk bergabung bersama mererka.Semua orang punterkejut dengan kehadiran Osman, Kecuali Selin.

Oktay pun memulai hari pertamanya sebagai pengajar, dengan perkenalan. Ia memanggil Burcu untuk mewakili teman-temannya untuk memperkenalkan diri. Kembali ke ruanga rapat. Azis masih berkeras memasukkan Osman sebagai pemegang saham di sna. Mert menolak dengan keras, bahkan dia melakukan walkout, disusul oleh Huma. Kartal sendiri sudah mencium ketidak beresan itu. Mert dan Huma masuk ke ruang kerja  hakan. Keduanya mengumpat soal keputusan Azis tadi. Di ruang rapat, tinggalah Azis, Osman, Selin, dan Kartal juga esra. Esra menjabat tangan Osman dan menyatakan selamat datang. Semua orang keluar, tinggal Osman dan Azis duduk berhadapan di meja rapat. Osman memandang sinis ke arah Azis. Di luar, esra berpamitan dengan Kartal, ia ingin bertanya soal kecurigaannya, namun Esra mengurungkan niatnya.

Jam pulang sekolah tiba. Oktay keluar gedung. Lalu nampak Burcu juga keluar gedung bersama teman-temannya. Oktay lalu memanggil Burcu dan menyapanya. Sekali lagi, Oktay canggung berbicara dengan burcu. Sementara itu, Huma keluar kantor dengan memaki Azis. Mert dan Hakan mengejarnya. Hakan menghentikan langkahnya sedangkan Mert tamapk khawatir dengan keadaan bibinya tersebut.

Kartal dan emre dalam perjalanan. Kartal menceritakan tentang bergabungnya Osman di perusahaan keluarga mereka. Esra dan Selin makan malam bersama di serbuah restoran. Pelayan datang dan menayakan pesanan mereka. Selin hendak menyebutkan pesanannya, sayang esra lebih dulu memesankan menu untuk mereka berdua. Selin pun menurut sja dengan pesanan esra. Sambil menunggu pesanan, Esra berusaha mengorek keterangan yang ingin diketahuinya. Esra bahakan sempat menayakan pendapat Selin menegnai Kartal. Tentu saja Selin menjadi bingung dengan pertanyaan itu.

Di rumah, Huma masih saja membahas soal Osman. Huma berteriak-riak hingga Burcu harus mendatangi ruang tenagh karena keributa tersebut. Tak lama kemudian Azis datang dan menyruh Burcu untuk kembali ke kamarnya. Huma masih meneruskan makiannya, Bahkan ia menuduh Selin berada dibalik semua ini. Azis marah dan meminta Huma diam. Sayangnya Huma semakin menjadi. Azis berdiri dan berbicara tajam pada Huma. Huma kesal dan pergi. Hakan mengejarnya, juga Mert.

Huma menangis di kamarnya. Burcu dan hakan datang. Burcu langsung menghampiri ibunya dan berusaha menghibur. Usaha Burcu berhasil, Huma pun menjadi tenang dan mereka berpelukan. Hakan tersenyum melihatnya.


NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TVONE Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 
** Jika Sinopsis Kurang atau lebih dari penayangan di TVONE silahkan melihat Sinopsis episode sebelum atau selanjutnya :) Terima Kasih 
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement
Advertisement

Click to comment