Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS Queen Of The Night Episode 10 TVONE Tayang Selasa 6 Juni 2017 (Serial Turki)

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS Queen Of The Night Episode 10 TVONE Tayang Selasa 6 Juni 2017 || Esra sudah nampak lebih baik setelah berbicara dengan temannya. Ia bermaksud untuk pulang. Namun temannya malah salah bicara dan itu membuat senyum Esra kembali menghilang. Temannya itu menjadi tak enak dan meralat pembicaraanya. Esra segera pergi dan sepeninggal Esra, temannya merasa sangat lega. Mert juga keluar dari restoran bersama anak fatma. Gadis itu nampak berbunga-bunga karena Mert mengajaknya untuk bertemu dengan temannya. Keduanya lalu masuk ke mobil dan saat itu mert menerima telpon dari seseorang. Mert memanggil sayang pada orang yang menelponnya dan itu membuat gadis tersebut merasa cemburu.

Jika yang lain sudah mulai pulang dari restoran, Human masih asyik berbicara dengan Oktay, meskipun keduanya menmpilkan ekspresi yang tegang. Terlebih Human yang menahan tangisnya saat berbicara dengan Oktay. Beberapa saat kemudian Oktay berusaha merayu Human namun Human mengacuhkannya dan pergi begitu saja. Oktay mengejar human dan mencengkeram lengannya. Human menjadi marah dan kembali pergi. Tanpa sengaja teman Esra melihat kejadian itu. Ia melihat ke arah Human dan Oktay dengan penuh curiga.

Selin bersama dengan ayahnya dalam perjalanan. Sang ayah mencoba menenangkan Selin mengenai Kartal. Selin sendiri masih tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Sang ayah juga tak habis pikir dengan sikap Azis yang begitu mengancam putrinya. Tak lama kemudian mobil berhenti di suatu tempat. Ayah Selin pergi menuju toilet sambil pura-pura menelpon seseorang. Sementara itu Kartal keluar dari rumah sakit sambil menggendong Osman yang telah berangsur sembuh. Tanpa mereka sadari, seseorang merekam kejadian tersebut dan mengirimnya pada Selin. Selin membuka video itu dan ia menjadi panik. Selin mengira jika keberadaan Osman dan Kartal telah diketahui oleh Azis. Selin menunjukkan video itu pada ayahnya.

Di rumah sakit, anak buah Azis menemui Kartal. Orang itu berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan menjemput Osman atas suruhan Selin. Tanpa curiga Kartal menyerahkan Osman begitu saja pada orang tersebut. Selin akhirnya berhasil menghubungi Kartal. Selin menangis dan meminta Kartal untuk menemuinya. Kartal menutup telepon dan ia merasa ada sesuatu yang terjadi. Bersama Emre, Kartal segera pergi.

Selin diantar ayahnya di sebuah pantai. Di sana Selin menelpon azis. Selin akhirnya menyatakan kekalahannya. Azis tak berkata apa-apa. Ia menutup teleponnya dan langsung menuju ke tempat Selin berada. Tak lama kemudian Azis sudah berada di tempat Selin menunggunya. Azis tak marah pada Selin. Hanya saja Selin nampak muak dengan Azis. Azis mengatakan jika sampai mati ia tak akan melepaskan Selin, apalagi jika untuk Kartal.

Azis menelpon esra dan mengatakan jika ia sudah bertemu dengan Selin. Ia meminta Esra untuk mempersiapkan makan malam untuk mereka. Esra pun melonjak gembira. Seorang yang mendengar kabar itu juga turut senang. Terkecuali kartal. Ia mendapat kabar dari emre bahwa Azis sudah menemukan Selin dan membawanya pulang. Kartal terkejut dan marah. Tak lama kemudian esra dan Human mulai disibukkan dengan opersiapan makan malam. Azis dan Selin masuk ke ruang tengah. Selin sama sekali tak menampakkan ekspresi senang. Ia duduk begitu saja di kursi. Esra mengajak Selin bicara lalu membawanya ke kamar untuk bersiap. Sementara itu, Kartal mneyetir mobilnya dengan kencang.

Esra mendandani Selin. Selin merasa Esra berlebihan dan memintanya berhenti dengan nada yang sedikit keras. Esra terdiam, dan Selin meminta maaf. Ia beralasan merasa sedikit tegang, dan Esra pun mengerti hal itu. Esra lalu pergi meninggalkan Selin. Seketika itu Selin langsung mengirim pesan pada kartal memberitahukan keberadaannya. Kartal menghentikan mobilnya sambil mengingat pesan Selin.

Ternyata Azis memutuskan untuk menikahi Selin malam itu juga. Selin datang ke tempat acara disambut Azis. Mereka lalu duduk di meja pernikahan. Tak lama Osman datang bersama pengasuh dan anak buah Azis. Kartal juga telah sampai di rumah. Selin diminta untuk menandatangani buku pernikahan. Ia tampak ragu dan memandang ke sekeliling. Selin menitikkan air mata dan perlahan ia mulai menandatangani buku pernikahan. Semua orang bertepuk tangan lalu keduanya berdiri untuk menyematkan cincin. Di saat bersamaan, kartal masuk ke tempat berlangsungnya pernikahan. Selin terkejut melihat kedatangan kartal. Kartal tak mampu berbuat banyak. Ia hanya memandang Selin dengan nanar sambil menahan gejolak di hatinya.

Tak lama kemudian ayah Selin juga datang ke rumah Azis. Mereka berkumpul di ruang tengah. Kartal  juga berada di sana. Namun pembicaraan mereka saat itu malah membuat suasana menjadi tegang ( maaf dialog panjang dan ngga ngerti maksudnya ). Ayah Selin terharu dengan pernikahan putrinya dan menyerahkan kebahagiaannya sepenuhnya pada Azis. Selin memeluk ayahnya sembari menatap Kartal. Kartal juga menatap Selin dengan tegang.

Kartal keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan Selin. Selin memanggil Kartal namun Kartal tak memperdulikannya dan kembali pergi. Azis di ruang kerjanya dan tak lama kemudian ayah Selin mendatanginya. Wajah Azis nampak tegang dan ayah Selin kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Ayah Selin mengingatkan pada sebuah peristiwa di masa lalu, ketika mereka masih sama-sama muda. Ayah Selin dan Azis muda menemui seorang pria bernama Mustafa. Keduanya membicarakan sesuatu namun sepertinya mereka tak mencapai kesepakatan. Mustafa menolak keinginan kedua pria itu dan tak lama kemudian ia pergi.

Sementara itu, di halam rumah Kartal bertemu dengan anak buah Azis. Kartal hendak menanyainya perihal Azis namun istri orang tersebut memanggilnya. Kartal pun mempersilahkannya untuk pergi. Kartal menuju ruang kerja Azis. Ia berhenti sejenak mencuri dengar pembicaraan Azis dan ayah Selin. Kartal mendengar tentang pembunuhan yang dilakukan Azis. Kartal akhirnya tahu jika tuduhan polisi tempo hari benar.

Kartal hendak pergi namun di saat bersamaan, Esra m,enuju halaman dan memanggil Kartal. Esra lalu membicarakan masa kecil mereka. Saat itu, ia, Mert dan Kartal hendak memberikan hadiah pada Azis. Namun Mert mengolok hadiah dari Kartal. Esra membela Kartal dengan menyruhnya diam. Usai berbicara, Kartal pun segera berpamitan pada Esra.


NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di TVONE Karena terpotong Jeda/ Durasi  
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 
** Jika Sinopsis Kurang atau lebih dari penayangan di TVONE silahkan melihat Sinopsis episode sebelum atau selanjutnya :) Terima Kasih 
~ Mohon Untuk Tidak Copas Karena membuat Sinopsis Ini tidaklah mudah perlu perjuangan untuk mengetik setiap kata dan ceritanya :)
Advertisement