SINOPSIS PARDES Episode 43 Bagian 2 Tayang 5 Maret 2018 ANTV

Advertisement
BARU SINOPSIS SINOPSIS PARDES Episode 43 Bagian 2 Tayang 5 Maret 2018 ANTV || Rehaan meneriakkan nama Raghav dan mengacungkan pistolnya. Raghav mengatakan pada Naina jika itu yang Naina inginkan. Naina memohon pada Rehaan untuk menjatuhkan senjatanya dan tidak melakukan apapun. Raghav pun mendorong Naina dan segera menjalankan mobilnya. Namun Rehaan berhasil menembak ban mobil Raghav dan membuat mobilnya kehilangan kendali. Sehingga mobil milik Raghav terjun bebas ke sebuah jurang. Naina meneriakkan nama Raghav dan Rehaan meneriakkan bayinya. Namun Raghav telah menyelamatkan bayi itu dengan melemparnya bersama dengan kasurnya ke sebuah dahan. Mobil Raghav pun meledak setelah itu. Naina menangis histeris dan mendengar tangisan bayi itu. Naina segera mencarinya dan menemukan bayinya di dahan pohon.

Rehaan melihat Naina mendapatkan bayinya dan memintanya untuk memberikan bayi itu padanya. Namun Naina menamparnya dan berkata seorang ayah tidak pernah mencelakakan bayinya. Bagaimana bisa Rehaan melakukan sesuatu yang berbahaya sedangkan dia sendiri tahu bayinya juga ada di dalam mobil itu. Sedangkan Raghav mengorbankan nyawanya untuk bayi itu. Dan Raghav lah yang sebenarnya berhak atas bayi itu. Bukanlah Rehaan. Rehaan mengaku jika dia hanya ingin bayinya. Dia berpikir jika Raghav akan menghentikan mobilnya setelah ban mobilnya tertembak. Naina mengatakan jika dia tidak ingin penjelasan apa pun dia hanya ingin Raghav suaminya. Rehaan pun segera menelfon polisi dan ambulans untuk membawa bayinya. Sedangkan Naina terus meneriakkan nama Raghav.

Polisi mengatakan jika pencarian akan berlangsung lama. Mereka harus pulang. Naina menolak, tapi dengan alasan kenyamanan bayinya Naina harus pulang. Keesokan harinya Naina mendapatkan kabar jika sulit menemukan serpihan Mobil dan manusia. Karena kerusakan sangat parah. Dan tidak mungkin seseorang bisa bertahan setelah itu. Naina terus menangis dan seseorang datang membawakannya paket. Ternyata paket itu di kirim oleh Raghav. Naina sangat senang dan segera membukanya. Ternyata itu adalah hadiah dan ucapan hari ibu dari Raghav yang di kirim oleh Raghav sebelum dia mati. Naina menangis dan keadaan nenek semakin lemah. Mereka merasakan duka yang amat dalam. Dokter berpesan agar Naina menjaga kesehatan nenek agar tidak kembali koma.

Sementara itu Harjeet dan Rehaan mencoba menemui Naina dengan membawa polisi dan kuasa hukum yang akan meyakinkan Naina jika Rehaan lah yang lebih berhak atas bayinya. Rehaan berkata jika hukum telah membuktikan segalanya. Namun Naina tetap menolak untuk memberikan bayinya. Sehingga polisi harus dengan paksa mengambil bayinya. Bayi itu terus menangis di tangan Harjeet dan Rehaan. Naina berkata jika bayinya saat ini membutuhkan dirinya. Naina pun berkata jika Rehaan menginginkan bayinya, maka Naina juga harus ikut bersamanya. Bukan sebagai Naina Mehra melainkan sebagai Naina Rehaan Khurana. Semua orang terkejut. Harjeet juga menolaknya karena Naina akan menghalangi niatnya untuk membunuh bayi itu. Dan Rehaan mengaku masih memikirkan Ahana. Dan Naina juga melakukan semua itu untuk balas dendam atas kematian Raghav.

Nenek mencari pendeta palsu agar pernikahan itu tidak sah. Nenek menguatkan Naina untuk melakukan semua itu demi Raghav. Naina berkata jika dia sangat membenci Rehaan dan perlu melakukan semua itu demi membalas dendam atas kematian Raghav. Nenek pun menyiapkan Naina saat berbusana pengantin. Pendeta datang dan memanggil Naina dan Rehaan. Mereka mulai melakukan ritual dan mengambil sumpah pernikahan. Naina bersumpah di setiap langkahnya untuk membalas dendam atas kematian Raghav. Pernikahan mereka pun selesai. Semua bertepuk tangan.

PARDES EPS 44 SELANJUTNYA >

*Sinopsis ini dibuat 2/3 Episode penayangan India

NOTE*Sinopsis kadang Lebih atau kurang dan kadang tidak pas dengan Penayangan di ANTV  Karena terpotong Jeda/ Durasi  |
** Jika Sinopsis Kurang silahkan lihat sinopsis episode selanjutnya !!
** MOHON MAAF JIKA PENULISAN ADA YANG TYPO KARENA SINOPSIS DI KETIK DAN PANJANG HARAP DIMAKLUMI 

Advertisement
Advertisement