SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 5 Part 1

- Kamis, Januari 21, 2016
advertise here
Advertisement
Advertisement
Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In Trap Episode 5 Part 1

‘So sweet’ mungkin istilah itu yang cocok menggambarkan episode kali ini. interaksi antara Jung dan Seol semakin membuat hati berbunga-bunga. Namun tentu saja layaknya pasangan baru tentu pertengkaran tidak terhindarkan. Mengingat Seol dan Jung memliki kesamaan karakter dalam beberapa hal.

Di episode yang lalu diceritakan Seol dan Jung yang baru memulai hubungan masih saling ‘meraba’ sifat dan kesukaan masing-masing. Seol merasa Jung memiliki level yang berbeda dengan dirinya sehingga dia merasa tidak nyaman saat bersama Jung. kedekatan Seol dan In Ho membuat Jung terusik. Seol juga merasa terganggu dengan cerita Ju Yeon tentang Jung yang membiarkan dia diserang tuna wisma sehingga Seol mengabaikan panggilan Jung. Seol yang pulang bersama In Ho, bertemu Jung yang tengah menunggu Seol di depan rumah.

~ Sinopsis  Cheese In The Trap Episode 5 Part 1 ~


In Ho menyusul Seol yang berjalan cepat. Langkah mereka terhenti saat melihat Jung tengah berdiri di depan pintu rumah Seol. “Senior…” Seol tercekat. Jung menghampiri mereka, “Tidakkah kau bilang ada pencuri di sekitar sini? Aku memeriksa jendela dan pintu untuk berjaga-jaga” kata Jung. “wah aku terkesan, Jung yang agung mengkhawatirkan orang lain” kata In Ho mengejek. Jung memandang ke arah In Ho dan berkata “Karena dia adalah kekasihku” In Ho terkejut tak percaya. “Itu sebabnya, karena pacarmu ini kau menghentikan (dana) kakakku begitu saja?” Tanya In Ho sambil mendekat kea rah Jung. “Seol, sebaiknya kau masuk ke dalam” kata Jung . In Ho menanyakan apakah karena dia dekat dengan pacar Jung maka Jung mengusik kakaknya. “Aku lupa kau sering menghancurkan kehidupan orang lain” kata In Ho. Jung tidak menanggapi dan malah memberitahu bahwa kontrak rumah In Ha akan berakhir bulan ini. “Atau kau bisa berhenti dari pekerjaanmu di tempat kursus” kata Jung dingin. Jung akan memikirkannya jika I Ho mau menuruti keinginannya. In Ho merasa kesal dan balik menyindir Jung yang takut karena dia kembali lagi. In Ho juga mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk ke kehidupan yang seperti dulu lagi (menerima uang ayah Jung). “Kenapa? Kau mau menghancurkan tangan kiriku juga?” kata In Ho mengejek Jung. Jung malah balik meprovokasi dengan mengiyakan, sehingga In Ho tertegun dan kemudian marah In Ho mengatakan bahwa dia akan membuka topeng Jung sambil mengucapkan sampai bertemu lagi In Ho meninggalkan Jung.

Seol yang duduk di tangga memutuskan keluar untuk bicara dengan Jung. Seol melihat Jung yang tengah berjalan dan memanggilnya “Senior, tunggu!” Jung berbalik, wajahnya mengeras karena marah “Aku sudah mengatakan padamu untuk menghindarinya. Dan kau berjalan pulang bersamanya?” kata Jung menahan marah. “Tidak, aku tidak sengaja” Seol menjelaskan bahwa mereka hanya berbagi payung karena kebetulan mereka sama-sama pulang dari tempat kursus dan tidak bawa payung. Saat Seol belum selesai menjelaskan, Jung malah menanyakan kenapa Seol tidak memberitahu soal In Ho. Seol beralasan dia khawatir Jung jadi stress. Seol meminta maaf dan bertanya kenapa Jung sampai begitu marah. Bukannya menjawab Jung malah menyuruh Seol untuk mengikuti perintahnya menjauhi In Ho. Seol merasa sedih karena Jung hanya memikirkan dirinya sendiri.

Hujan yang semula sudah berhenti kembali turun deras. Seol bertanya pada Jung, kenapa dia harus menghindari In Ho? Dan mengapa Seol harus menuruti perintah Jung. “Aku harus mengerti (alasan) dari permintaanmu untuk menghindarinya atau tidak” kata Seol. Jung mengatakan In Ho bukan temannya dan meminta Seol untuk menghindari In Ho. Seol membalas dengan mengatakan bahwa alasan itu tidak cukup (karena Jung bukan teman In Ho tidak berarti Seol juga tidak boleh berteman dengan In Ho). Jung menyadari mereka berdua basah kuyup sehingga membuka payung yang dia bawa kemudian mendekati Seol untuk memayunginya. “Sudahlah, aku tidak ingin bertengkar, sekarang masuk dan tidurlah dan besok…” belum sempat Jung menyelesaikan ucapannya, Seol memotong “Dan besok, apa ada yang berubah? Meski aku minta maaf dan bertanya kau tidak akan mendengar. Kau tidak akan memberi penjelasan dan tetap menyuruhku menghindari In Ho. Apa yang harus kulakukan? Apa (arti) aku untukmu? Apa ini yang dinamakan pacaran? Aku pergi dulu” kata Seol lantas berbalik dan berlari meninggalkan Jung.


Saat berjalan ponsel Seol bordering. Bora menghubungi Seol. Dengan suara panic dan diselingi tangisan, Bora memberitahu kalau ayahnya pingsan dan dibawa ke RS. Seol meminta Bora menunggu dan segera berlari.

Seol bertemu Jung yang masih berdiri di tempat mereka berpisah. “Ayo kita bicara” kata Jung menahan Seol. Namun Seol menolak dan memberitahu bahwa ayah Bora tengah kolaps. Jung mengajak Seol untuk pergi menumpang mobilnya. Di dalam mobil, Jung yang melihat Seol basah kuyup memberikan handuk miliknya. Jung menanyakan kondisi ayah Bora. Seol menjelaskan bahwa Bora menemukan ayahnya sudah terkulai di lantai. Seol juga memberitahu bahwa ibu Bora sudah meninggal jadi dia sendirian. Mendengar kata-kata Seol, Jung segera memacu mobilnya lebih cepat.

Bora nampak menangis sendirian di ruang tunggu. Eun Taek datang terlebih dahulu. Bora memarahi Eun Taek yang baru datang dan bertanya apa yang harus dia lakukan. Eun Taek berusaha menenangkannya dengan memeluknya. Seol dan Jung datang. Bora langsung memeluk Seol.


Dengan sigap, Jung bertanya pada perawat apakah masih ada kamar kosong untuk Bora beristirahat mengingat Bora tidak berhenti menangis. Jung menyuruh Eun Taek membawa Bora ke kamar sementara dia dan Seol akan duduk di ruang tunggu sambil menunggu kabar selanjutnya. Eun Taek menggendong Bora ke kamar. Jung menyuruh Seol untuk duduk dan tidak perlu terlalu khawatir.


Di kediaman In Ho, nampak In Ho tengah duduk melamun, mengingat kejadian mengejutkan yang baru dialaminya. Sambil berdesis In Ho mengatakan “Ini sangat menarik” namun tak lama dia malah menendang, kesal.


Seol dan Jung masih menunggu di RS. Jung melihat Seol nampak mengantuk. Dia bertanya apakah Seol ingin tidur? “Tidak, aku ingin menunggu” kata Seol menolak. “Kenapa? Ayah Bora tidak akan memburuk (kondisinya) hanya karena kau tidur” kata Jung. “Iya, tapi….” Tiba-tiba seorang pasien yang berada di ranjang dorong melewati mereka, Seol nampak takut. Dia mengaku takut melihat darah. Tak lama dokter keluar dari ruang operasai. Dokter memberitahu bahwa keadaan ayah Bora sudah tidak mengkhawatirkan sehingga bisa dioperasi. Seol dan Jung merasa lega. Jung pergi ke kamar inap untuk mengambil selimut.


Saat mengambil selimut, Jung melihat Bora dan Eun Taek yang tertidur berdampingan. Eun Taek terlihat menggenggam tangan Bora. Begitu kembali, Jung melihat Seol telah tertidur di kursi. Jung menyelimuti Seol lalu duduk di dekatnya dan membetulkan selimut Seol.



Perlahan Jung mengulurkan tangannya menuju tangan Seol lalu menyusupkan jarinya ke bawah telapak tangan Seol dan menggenggam tangan itu. Seol terjaga dan menemukan Jung tertidur sambil memegang tangannya.

Seol bangun dan menyelimuti Jung, Seol duduk disamping Jung yang tertidur. Dokter keluar dari ruang operasi mengangetkan Seol dan Jung. Dokter memberitahu bahwa operasi telah berhasil. jung dan Seol segera menuju ruang perawatan.

Bora keluar dari ruang perawatan dan memberitahu bahwa ayahnya telah melewati masa kritis. Bora mempersilahkan Seol dan yang lain untuk pulang karena sebentar lagi teman ayahnya akan datang menemani. Eun Taek memutuskan tetap tinggal menemani Bora. Seol tersenyum penuh arti k earah Eun Taek. Seol dan Jung berpamitan. Bora nampak memarahi Eun Taek yang mengabaikan panggilannya karena asyik main game. Eun Taek berjanji lain kali tidak akan mengulangi. Bora memarahinya dan menyuruh Eun Taek cuci muka karena bau.


Seol dan Jung keluar dari RS. Seol membuka pembicaraan, dia minta maaf karena sudah marah pada Jung. Jung membantah dan mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu jauh (berlebihan). Mereka duduk di kursi taman. Jung menjelaskan soal In Ho. Jung mengatakan bahwa Baek In Ho adalah cucu dari professor yang sangat dihormati ayah Jung. Setelah kedua orange tuanya meninggal, In Ho dibawa ayah Jung dan dibiayai. “In Ho pandai bermain piano, namun dia terlibat perkelahian yang melukai tangannya. In Ho percaya bahwa itu semua adalah kesalahanku. Meski sudah berulang kali kukatakan bukan salahku. Kami sepertinya tidak pernah bisa menyelesaikan kesalahpahaman itu. Karena itu aku memintamu menghindarinya. Aku khawatir dia punya perasaan buruk padaku dan mengakibatkan hal buruk untukmu. Apakah ini bisa dianggap penjelasan?” Tanya Jung sambil menatap Seol lekat. Seol berpikir bahwa perasaan yang terlihat (dari In Ho-Jung) jauh lebih dalam dibanding sebuah kesalahpahaman, Seol memutuskan mempercayai kata-kata Jung.

 Jung bertanya apakah ada hal lain yang mengganggu Seol karena Seol tidak mengangkat telepon darinya dan bersikap aneh. Seol memutuskan mengatakan hal yang mengganjal hatinya. Seol mengatakan dia bertemu Jo Yeon dan mengingatkan soal kejadian di tengah semester waktu dia terluka. Dia mengaku bahwa luka itu disebabkan seorang tuna wisma yang mabuk. Seol mengatakan bahwa kejadian itu terjadi karena perbuatan Nam Joo Yeon. Menurut Joo Yeon, dia telah memberitahu Jung untuk menolong namun Jung pergi. “Ketika mendengar kisah itu aku merasa sedikit terluka. Meski kau tahu situasinya tapi kau tidak datang menolongku. Aku bertanya-tanya mengapa kau mengencaniku?” kata Seol sedih. “Aku menelepon penjaga keamanan” Seol terkejut “Apa?” “Aku sudah mengatakan pada Nam Joo Yeon. Aku segera memanggil petugas keamanan dan ikut mencari dengan mereka. Esoknya aku khawatir kau terluka dan bertanya padamu. Namun kau bilang itu karena kaleng tuna. Aku pikir kau melakukannya untuk menghindari rumor yang berhembus” Seol nampak bersalah. “Tapi Seol, apa kau benar-benar percaya dengan yang dikatakan oleh Nam Joo Yeon?” Tanya Jung. Seol gelagapan “Ah sebenarnya…” Jung membuang muka dan terlihat marah. “Aku sedikit terluka” kata Jung pura-pura marah. Seol menyesal “Aku minta maaf, lain hari jika aku merasa terluka karena sesuatu. Aku akan langsung memberitahumu sehingga tidak ada kesalahpahaman” kata Seol dengan tulus. Jung tersenyum dan membalas “Dan di masa depan aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu marah Seol” Seol tersenyum senang. Tiba-tiba perut Seol berbunyi. “aku belum makan seharian” kata Seol tertawa malu. Jung teringat dia membeli sesuatu saat akan mengambil selimut. Jung membeli kimbab segitiga. Jung membukakan bungkus kimbab dengan rapih dan memberikannya pada Seol sambil tersenyum bangga.


Jung mengantar Seol pulang dengan mobilnya. Di jalan Seol berpikir bahwa Jung bukan tipe seseorang yang suka membuat keributan. Meski dia menimbulkan kesalah pahaman, dia tidak akan menjelaskan kecuali ditanya lebih dalam. Seol berpikir untuk melupakan masa lalu dan memulai segalanya dari awal.

Seol menyapa In Ho di tempat kursus. In Ho malah menyindir Seol sebagai pacar Jung. Dan memuji Seol yang rajin dan pintar sangat sesuai menjadi kekasih Jung. Keluar dari tempat kursus, In Ho menyapa Seol. Dia menyuruh Seol pergi lebih dulu dan dia baru akan pulang karena nanti Jung akan marah kalau tahu mereka pulang bersama. In Ho juga menyindir Seol kalau Jung sangat membencinya. Seol yang mendengar jadi kesal dan menegur In Ho yang berlaku menyebalkan. Seol meminta In Ho untuk menjelaskan kenapa dia bersikap demikian. In Ho meminta Seol untuk pura-pura tidak kenal dan jangan menjaga jarak dengannya. Seol bersyukur lalu pergi meninggalkan In Ho yang nampak keki.

Jung menelepon Seol, “Kau bilang mereka akan segera membuka restoran?” Tanya Jung. “Ya. Restoran mie” kata Seol bersemangat. “Aku mampir kemarin mampir ke sana dan interiornya cukup bagus. Dan terlihat luas. Kau juga harus datang, ibuku akan membuatkan mie yang sangat enak” kata Seol berpromosi. “Aku tidak tahu…” kata Jung “Bukankah ini terlalu awal untuk pertemua resmi dengan orang tua?” Tanya Jung sambil tersenyum menggoda. Seol terkejut, “Apa?” namun kemudian dia sadar “ah ayolah jangan membuat gurauan” kata Seol sambil tersenyum. “Itu tidak lucu? Aku hanya memncoba membuatmu tertawa” kata Jung sambil tersenyum. Seol mengatakan bahwa itu lucu. Dia mengajak Jung untuk makan bersama besok. Seol menawarkan Jung untuk memilih makanannya dan akan membayarnya karena dia baru mendapat gaji. Jung bertanya apakah dia boleh memilih makanan yang mahal. Seol mengira Jung bergurau lagi, tapi suara Jung terdengar serius. Jung menyuruh Seol saja yang memilih tempat. Seol terlihat khawatir sudah membuat Jung tersinggung, sementara di seberang sana Jung tersenyum karena berhasil menggoda Seol.

Asdos Heo nampak membereskan sebuah kamar yang terlihat berantakan. Dia menunggu seseorang sampai pagi. Joo Yoong datang dan terkejut melihat Heo. Dia menyapa Heo yang langsung menanyainya. Joo Young mengatakan dia baru bertemu teman lama, namun Heo tak percaya. Joo Yoong dengan jujur mengatakan bahwa dia baru bertemu ibunya yang merindukannya. Heo menyindir dengan menyuruh Joo Yoong untuk pulang saja tidak perlu kembali. Heo merajuk pergi, Joo Young mengejarnya dan menawarkan sarapan. Mereka bertemu cucu penyewa rumah. Si cucu mengatakan dia ingin memeriksa jendela yang baru dia betulkan kemarin, namun Heo merasa heran karena masih terlalu pagi. Si cucu malah menanyakan apakah Heo tidur bersama Joo Young sehingga Heo tambah murka dan memarahi si cucu.


Jung dan Seol berada di restoran. Seol nampak membolak-balik daftar menu. Jung bertanya kenapa Seol begitu serius, dan seol menjawab karena itu pertama kalinya dia membeli jadi dia ingin membeli yang enak. Jung menebak Seol mencari makanan yang bisa menggunakan kupon. Seol tersenyum malu dan menunjukkan ponselnya. Jung setuju membeli makanan yang ada di kupon. Seol terlihat senang. Saat mereka makan Seol memberitahu bahwa dia sudah jarang mengobrol dengan In Ho lagi. Jung meminta Seol untuk memberitahu jika sesuatu terjadi. Jung bertanya bagaimana Seol bisa berteman dengan Bora dan Eun Taek. Seol menjelaskan bahwa dia kenal Eun Taek melalui Bora. Dia sendiri bertemu Bora di tempat kursus. Pertama kali bertemu Seol merasa Bora sgresif dan banyak bicara sehingga membuatnya takut. Namun lama kelamaan setelah mereka berteman, Seol merasa enak berbincang dengan Bora. Menurut Seol terkadang penilaian pertama pada seseorang bisa jadi malah sebaliknya. Jung nampak berpikir dan berkata “Bagaimana denganku? Kita tidak seperti ini tahun lalu. Bagaimana diriku setelah kita menghabiskan waktu bersama?” Seol nampak salah tingkah. “Aku menyukainya. Itu yang kurasakan” kata Jung bersungguh-sungguh. “Aku…aku juga” kata Seol gugup sekaligus malu.


Saat Jung dan Seol berjalan tiba-tiba ada motor dari arah belakang. Jung yang melihat segera meraih Seol ke dekapannya untuk menghindar. Seol nampak terkejut dan mendorong Jung hingga Jung ikut terkejut dan menarik tangannya. Seol minta maaf .


Saat berada di toko, Seol menghampiri Jung yang tengah memandangi sesuatu. Seol bertanya apa yang Jung cari. Jung menunjukkan jam yang dia lihat. Seol bertanya kenapa Jung sangat suka jam, Seol mengaku tidak tahu karena Jung selalu mengenakan jam yang sama. Jung melihat Seol dan memuji ikat rambut yang dipakai Seol. Jung menemukan sesuatu dan mengatakan kalau itu mirip Seol. Seol melihat gantungan kunci yang di perlihatkan Jung. “Tidak, tidak mirip” kata Seol melihat gantungan boneka singa. “Tidak ini mirip rambut merah keriting, ayo kita beli, satu orang satu. Yang itu juga aku beli” kata Jung menujuk ikat rambut yang dipakai Seol. Seol memandang kesal sambil memegang poninya. BERSAMBUNG KE || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In Trap Episode 5 Part 2
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search