SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 1

Advertisement

Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 1 Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Nampaknya pepatah tersebut dapat mewakili apa yang terjadi pada Jung. Selihai apapun Jung memanipulasi suatu kejadian pastinya ada celah yang terlupakan.

Pada episode kali ini Seol mengetahui kenyataan bahwa Jung lah yang memulai provokasi sehingga Young Gun memiliki keyakinan bahwa Seol menyukainya. Jung mungkin tidak pernah membayangkan bahwa dia akan jatuh hati kepada gadis yang menurutnya sangat mengganggu sehingga berpikir untuk mengirim seorang ‘pengganggu’ untuk mengganggu orang yang mengganggunya. Dan Jung tidak pernah memprediksi bahwa Oh Young Gun lebih ‘sakit’ dari yang dia bayangkan.

Nampaknya Baek In Ho akan makin disukai penonton drama ini. Terutama bagaimana dia berusaha melindungi Seol di saat Jung tidak ada. In Ho juga membuktikan ‘kelembutan’ hatinya dengan mempedulikan dan mengkhawatirkan kakaknya, In Ha. Padahal In Ha sangat mengganggu dan menyebalkan.
SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 1


Seol tertidur di dalam kereta. Seol bermimpi semua orang memanggil Min Soo dengan namanya. Bora, Eun Taek, Ah Young, Jun, In Ho dan bahkan kekasihnya sendiri, Jung.




Mereka mengelilingi Min Soo dan memanggilnya dengan nama Seol. Seol berusaha memanggil mengatakan bahwa itu bukan dia. Namun tak seorangpun menghiraukannya. Seol terbangun, dan kesal karena bermimpi aneh. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ternyata dari Oh Young Gun. Seol kesal dan mengabaikan panggilan itu.


Oh Young Gun nampak tengah mengetik sambil menelepon Seol. Young Gun berkata pada dirinya bahwa dia akan menunjukkan sms dari Jung kepada Seol.


Di perpustakaan Seol yang tengah memasukkan buku-buku ke rak berpapasan dengan Min Soo. Dalam hati Seol berkata pada dirinya bahwa tiap masalah kecil mengalir dan dia berusaha untuk menahannya.

Seol yang tengah berjalan dipanggil oleh Young Gun yang mengendarai sepeda. Seol terkejut dan berlari kencang. Young Gun berteriak mengatakan ingin mengatakan sesuatu namun Seol sudah menghilang.

Seol mendatangi Sang Chul yang tengah membujuk Jae Woo. Seol menanyakan soal file yang belum dikirimkan Sang Chul. Sang Chul mengatakan bahwa Jae Wo sedang mencarikannya. Jae Wo langsung pergi meninggalkan mereka. Seol bertanya mengapa harus Jae Woo yang mengerjakan. Sang Chul minta waktu ke Seol. Seol marah karena terakhir kali Sang Chul juga seperti itu (mengulur waktu namun akhirnya tidak melakukan apa-apa). Sang Chul berjanji akan mengirimkannya jam 11 malam itu, dan Seol mengatakan bahwa itu kesempatan terakhir Sang Chul. Malamnya Seol yang menunggu Sang Chul memutuskan menghapus nama Sang Chul karena Sang Chul tidak menepati janji.

Di ruang kelas Sang Chul datang dan meminta maaf pada Seol karena tidak menghubunginya semalam. Sang Chul mengatakan sesuatu terjadi di rumahnya semalam. Dia meminta tolong pada Jae Woo namun Jae Woo tidak mau. Seol diam saja. Kemudian dia membagikan makalah presentasi kepada Bora dan Kwang Hyun. Sang Chul mengambil makalah Kwang Hyun dan tanpa rasa bersalah memuji Seol yang telah menyelesaikannya. Dia berjanji akan mengingat poin presentasi secepatnya.


Sang Chul terkejut melihat di makalah tidak ada namanya. “Aku mengeluarkan namamu. Aku sudah mengatakannya padamu terakhir kali. Jika kau tidak berpartisipasi aku akan menghapus namamu” kata Seol dengan tenang.


Sang Chul membanting makalah dengan penuh amarah hingga menimbulkan bunyi yang mengagetkan seisi kelas. Sang Chul marah karena Seol tega mengeluarkan namanya. Dia sudah mengatakan bahwa dia ada masalah di rumah. Sang Chul juga mengungkapkan kalau dia sudah tingkat empat dan ayahnya sudah pension dia sendiri anak tertua. “Junior kau tega sampai sejauh ini” kata Sang Chul. Bora menminta Sang Chul menurunkan suaranya. “Apa kau perlu sejauh ini?” teriak Sang Chul. “Itu merupakan masalah pribadimu” kata Seol. “Apa?” kata Sang Chul. Seol mengatakan bahwa semua orang di kelompok tidak perlu ikut menderita karena masalah pribadi Sang Chul. “Siapa yang tidak punya masalah pribadi?” Seol mangatakan bahwa sejak awal dia sudah menekankan yang akan dilakukan. Bora mengatakan bahwa dia dan Kyung Hwan juga sudah setuju untuk mengeluarkan nama Sang Chul.


Sang Chul makin marah.dan meminta namanya ditulis lagi. Jung yang sejak diam-diam berdiri di belakang Sang Chul mengingatkan Sang Chul bahwa professor Kang sebentar lagi tiba. Sang Chul marah karena Jung memihak Seol karena Jung pacar Seol. Jung memberi semangat untuk kelompok Seol kemudian meninggalkan mereka. Sang Chul masih berteriak minta namanya dimasukkan.



Jung duduk bersama kelompoknya. Tak sengaja dia melihat wallpaper ponsel Min Soo. Dia mengenali sosok pemuda di ponsel adalah Jun. Jung bertanya pada Min Soo jam berapa saat itu. Min Soo menyalakan ponselnya dan mengatakan jam 9.58. Jung berterima kasih dan dia sudah yakin bahwa itu benar foto Jun.



Prof Kang datang. Dia mengeluhkan suara ribut yang terdengar dari depan lorong dan berasal dari kelas ini. Prof menyuruh grup 1 untuk memulai presentasi. Grup Seol maju. Prof Kang terkejut melihat hanya 3 orang yang maju lalu menengok memanggil Sang Chul. Prof memaklumi dan menyindir Sang Chul yang tidak pernah berubah. Seol sebagai juru bicara memulai presentasi dengan lancar.

Berikutnya grup Jung. Jung mempresentasikan makalahnya dengan lancer. Kemudian dia menyebutkan mengenai studi kasus dan memberikan Min Soo kesempatan untuk presentasi. Min Soo maju dengan percaya diri. Dia mempresentasikan kasus Terry Fox.


Bora menyenggol Seol dan berbisik bahwa itu mirip dengan yang pernah mereka presentasikan tahun lalu. “Mungkin mirip” kata Seol. Namun setelah mendengarkan dengan seksama Seol merasa studi kasusnya sama persis. Bora mengatakan bahwa itu benar-benar mirip, bahkan kesalahan penulisanpun sama. Bora benar-benar tidak habis pikir.


Semua orang bertepuk tangan setelah Min Soo menyelesaikan presentasinya. Prof Kang memuji presentasi dari Min Soo yang digabungkan dengan presentasi utama. Seol berpikir jika dia membuka semua maka akan jadi masalah besar. Prof Kang bertanya apakah ada yang ingin mengajukan pertanyaan. Seol berpikir kali ini dia tidak ingin kehilangan dirinya lagi. Seol mengangkat tangannya.


“Apakah kau membuat presentasi itu sendiri?” tanya Seol. “Apa?” kata Min soo. “Itu sangat mirip dengan presentasi yang kubuat tahun lalu” kata Seol. “Itu tidak mungkin” kata Min soo ragu. Jae Woo mencoba menengahi dengan mengatakan pertanyaan Seol aneh karena menanyakan presentasi terpisah. Min Soo mencoba meraih simpati dengan menanyakan pada Seol apakah dia memiliki masalah pribadi dengannya. Min Soo juga bertanya apakah Seol punya bukti. Seol bertanya mengenai kesalahan pengetikan yang dia sendiri tidak tahu awalnya sehingga terlanjur di upload dijual online. Bora bertanya apakah Min Soo tidak mengedit dan hanya mengganti namanya saja. Min Soo menyangkal. “Itu milik kami” teriak Bora. “Berhenti!” prof Kang berteriak kesal. Prof Kang menyindir Seol yang menjual presentasinya. Prof Kang memuji presentasi grup Jung yang bagus dari awal namun akhirnya tidak mengenakkan. Dia menyuruh Seol, Bora dan Min Soo menemuinya setelah kelas berakhir.

Setelah prof Kang pergi. Jae Woo memarahi Min Soo. Seol tahu bahwa pasti akan terjadi keributan. Namun dia tidak ingin lagi membiarkan Min Soo ataupun Kim Sang Chul. Min Soo berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa Yoo Jung membantunya. “Senior tolong katakana sesuatu. Kau memilih topiknya untukku” kata Min Soo. Seol menengok, menyimak pembicaraan mereka. “Aku tidak memilihnya aku memberimu referensi website. Jika kau memiliki akal sehat, kau tidak akan mengambil pekerjaan orang lain. Kemudian memasukkannya tanpa mengganti sesuatu. Apakah aku harus memberitahumu ini juga?” kata Jung. “Hey kenapa kau malah menyalahkan senior” kata Da Young. “Setiap kali aku satu kelompok denganmu kepalaku rasanya mau meledak. Kau tahu apa yang orang katakan tentang kau? ‘Seol palsu’ ‘Seol palsu’ sekarang kau berbuat jauh dengan mengkopi ini?” Min Soo merasa tersudut “Mengapa aku mengkopi Hong Seol?” teriak Min Soo. Semua orang memandang Min Soo termasuk Seol dan Jung. Min Soo merasa malu dan buru-buru pergi meninggalkan ruangan kelas.

Da Young menegur Seol. “Hey Hong Seol. Kau senang sekarang sudah menghancurkan kelompok kami? Hong Seol kau mengerikan juga. Kau bahkan bisa mengatakannya setelah kelas usai namun ini di depan professor? Apakah itu tidak berlebihan antar teman sekelas?” Bora membela Seol bahwa Seol hanya menandakan seorang copycat jadi tidak semestinya Da Young menyalahkan Seol. Da Young juga menegur mengenai Sang Chul yang namanya dikeluarkan. Bora mengejek Da Young, “Jika kau memang sebaik itu bekerjalah dengan dia dan masukkan namanya” Bora lantas mengajak Seol pergi.

Jae Woo yang berada di minimarket mendengar adu argument antara In Ha dan kasir. Jae Woo yang tidak sabar mengantri membayar makanan yang In Ha beli. In Ha menengok dan berterima kasih. Jae Woo tertegun melihat kecantikan In Ha. In Ha mengajaknya keluar.


Mereka makan es krim di bangku taman. In Ha mengira-ngira apakah Jae Woo anak orang kaya. In Ha ingin berterima kasih, dia meminta nomor Jae Woo. In Ha memasukkkan nomornya ke ponsel Jae Woo. Jae Woo bertanya mengapa In Ha tidak menggunakan tingkatan bahasa dengannya (In Ha bicara banmal). In Ha berkata “Kau dari jurusan bisnis manajemen? Berarti kau mengenal Yoo Jung”. “Yoo Jung? kami dari angkatan yang sama” In Ha bertanya dimana Jung sekarang. Jae Woo mengatakan dia dan Jung tidak bergitu dekat jadi tidak tahu. In Ha menulis nama ‘desiner kacang’ untuk Jae Woo di ponselnya. Jae Woo menunjuk ke arah Min Soo yang dia kira Seol “Coba kau tanya dia, itu pacarnya Yoo Jung” kata Jae Woo. “Apa? pacar?” In Ha memicingkan mata. “Jadi dia meninggalkanku dalam keadaan seperti ini dan pergi bermain bersama pacarnya” Jae Woo meninggalkan In Ha yang segera berjalan menghampiri ‘pacar Jung’.


Min Soo tidak menyadari bahaya mengancam dan sibuk mengecek ponselnya. In Ha mengait kaki Min Soo hingga Min Soo terjatuh. “Oh aku minta maaf ada orang disini” kata In Ha membuang es krimnya kemudian menghampiri Min Soo yang terduduk di tanah. Alih-alih membantu Min Soo berdiri, In Ha malah menarik rambut Min Soo “Apa yang kau lakukan?” jerit Min Soo kesakitan. “Aku mencoba meraih bajumu” kata In Ha seraya melempar Min Soo hingga kembali jatuh ke tanah. “Mengapa kau lakukan ini padaku?” tanya Min Soo tak mengerti.


In Ha menghampiri kemudian menginjak tas Min Soo. “Jadi kau kekasih Yoo Jung?” tanya In Ha. “Mengapa dia mengencani gadis bodoh seperti ini? apa dia gila atau sesuatu?” kata In Ha begitu melihat wajah Min Soo. “Aku bukan pacar Yoo Jung” kata Min Soo buru-buru bangun dan berusaha berlari menginggalkan In Ha. “Siapa bilang kau boleh pergi? Aku sedang bertanya” kata In Ha mengejar Min Soo. In Ha menarik rambut Min Soo. “Itu Hong Seol kau harus bicara dengannya, bukan aku. Jika kau ingin memukul orang, pukul dia ” kata Min Soo ketakutan. “Siapa bilang aku mau memukulmu? Mengapa kau memperlakukanku sepertiaku ini gangster?” kata In Ha dengan wajah marah “Hong Shil atau Hang Sam siapapun kau. Kau harus nya tidak tahu kau butuh ijinku untuk mengencani Jung”



In Ho yang kebetulan lewat melihat kakaknya tengah menjambak rambut Min Soo. Dia segera berlari menghampiri mereka. “Lihat wajah ini? dia pasti sudah gila mengencani gadis ini” kata In Ha sambil memegang wajah Min Soo. “Apa kau gila!” kata In Ho. Dia kemudian membopong In Ha dan membawanya lari meninggalkan Min Soo. In Ha berteriak minta dilepaskan. Dia mengancam akan kembali mencari Min Soo. Min Soo memandang ketakutan.

“Apa yang kau lakukan di kampus? Kau mau dipenjara?” tanya In Ho. In Ha mengatakan dia ke situ karena Yoo Jung mengusirnya dari apartment. In Ha mengeluh kalau ayah Jung menyuruhnya menuruti Jung dan hanya memberi sedikit uang ‘hanya’ 10 jt. In Ho terkejut dan mengatakan uang itu bisa untuk menyewa tempat tinggal baru. Namun In Ha mengatakan uangnya sudah habis. In Ho menyuruh In Ha pergi meninggalkan kampus.

Seol dan Bora meninggalkan ruangan prof Kang. Bora mengeluhkan Min Soo yang tidak datang. Bora bertanya apakah Seol akan menemui Jung dan Seol mengiyakan.



Seol berlari ke tepi danau. Jung sudah menunggunya. Seol menghampiri Jung dengan tersenyum senang. Jung menyapanya. “Aku kira aku akan lupa wajahmu” kata Seol. Jung mendekatkan wajahnya ke Seol.


Dia kemudian memeluk Seol dengan erat “Kau pasti merindukanku” kata Jung tersenyum bahagia. Seol menganggukkan kepalanya dengan senang. Jung terlihat senang mengetahui jawaban Seol. Seol teringat sesuatu. Dia melepaskan pelukannya dan menatap Jung. “Tetapi aku minta maaf. Bagaimanapun juga itu kelompok presentasimu” kata Seol. “Jangan khawatir tentang itu, semua orang bekerja keras untuk itu. Itu merupakan kesalahannya sendiri menggunakan jalan pintas seperti itu” kata Jung.


Jung tersenyum kemudian memeluk Seol kembali seakan ingin menenangkan Seol. “Sepertinya sekarang aku bisa hidup” kata Jung. “Aku juga” kata Seol tersenyum senang. “Kita baru bertemu dan sekarang.harus berpisah lagi. Aku merasa aku akan mati” kata Jung. “Aku juga” kata Seol sedih. “Tapi apa yang bisa kau lakukan? Kau harus kerja” kata Seol mengingatkan.


Jung melepaskan pelukannya dan memandang Seol “Kemudian haruskah kita bertemu setelahnya? “ tanya Jung. “Dapatkah kau melakukannya?” tanya Seol dengan wajah cerah.


“Tentu saja. Nanti aku hubungi” kata Jung. “Aku sepertinya tidak bisa berjalan lagi” kata Jung disambut tawa Seol.

Seol bertemu Young Gun. Young Gun mengeluh karena Seol tidak menjawab teleponnya. Dia ingin menunjukkan sesuatu, dia mengeluarkan ponselnya. Seol menolak untuk melihat. Namun Young Gun menunjukkan ponselnya yang berisi pesan dari Jung.


Seol terkejut membaca isi pesannya. Young Gun tertawa senang. Seol merebut ponsel Young Gun dan masuk ke gedung. Young Gun berusaha mengejar, Seol menutup dan menahan pintu. Dia menghubungi nomor yang ada di ponsel.


In Ha tengah yoga ketika ponselnya bordering. In Ha yang mengenali pemilik nomor tersebut yang pernah menghubunginya memarahi si penelepon (Seol) karena terus meneleponnya. “Siapa ini? apakah ini ponsel Yoo Jung?” tanya Seol. “Yoo Jung? Siapa kau?” tanya In Ha. “Kau siapa?” tanya Seol. “Aku yang bertanya lebih dulu” kata In Ha. Seol memberitahu namanya dan ingin mengkonfirmasi apakah benar itu ponsel Jung. In Ha terkejut dan tertawa karena tidak menyangka Seol bisa tahu nomor itu. In Ha mengaku sebagai pacar Jung. Seol terkejut dan terdiam tak percaya. Young Gun merebut kembali teleponnya. Seol pergi meninggalkan Young Gun.



Jung tengah menunggu di depan lift. Dia menghubungi Seol, namun tidak diangkat. Saat pintu lift terbuka nampak komisaris berada di dalam. Jung membungkukkan badan memberi hormat, namun ayah Jung memberi kode dengan menggoyangkan jarinya untuk tidak perlu sambil tertawa.


Ayah Jung tertawa senang dan menyuruh Jung masuk. Ayah bertanya mengenai kesannya Jung magang di perusahaan. Jung mengatakan kalau dia senang. Ayah meminta Jung untuk bekerja dengan baik.



“Sekali kau mulai bekerja, kau akan menyadari bahwa kau bukanlah pusat dunia. Kau berpikir kau yang terbaik selama ini. Namun sekali kau mencoba kehidupan kerja. Kau menyadari ada begitu banyak orang yang lebih baik dan mengerikan dibanding dirimu. Kau juga harus menerima bahwa kau tidak bisa mengontrol segalanya di dunia ini. Mengerti?” kata ayah. Jung mengiyakan.


Seol menyusuri jalan dengan wajah sedih. Kepalanya dipenuhi berbagai hal mengenai Jung. Seol yakin yang diajak bicara di telepon adalah In Ha. Seol berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang dikatakan Young Gun dan wanita itu belum tentu benar. Seol melihat Jung tengah menunggunya.


“Seol” panggil Jung. Dia berjalan menghampiri Seol. “Mengapa kau tidak menjawab teleponmu? Aku khawatir” kata Jung. Seol memandang Jung dengan tatapan ragu. Jung bertanya ada apa.


Seol bertanya apakah Jung masih ingat kejadian tahun lalu saat Seol bertanya soal Oh young Gun. Jung mengatakan dia ingat. Seol melanjutkan, “Apa yang kulalui karena Oh Young Gun kau masih ingat?” tanya Seol. Jung mengangguk, nampaknya Jung mulai menyadari apa yang akan ditanyakan Seol. “Hari ini Oh Young Gun menunjukkan padaku pesan yang sepertinya kau kirim padanya tahun lalu. Pesan tersebut apakah berasal darimu? Pesan yang berisi bahwa aku suka Oh Young Gun benarkah itu kau?” tanya Seol.

BERSAMBUNG || KE SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 2
Advertisement
Advertisement

Click to comment