SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 8 Part 2

Advertisement
Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 8 Part 2

Min Soo berada di toilet. Dia mengeluarkan gantungan HP Seol dan berpikir bahwa gantungan itu bisa mendekatkannya dengan Seol.

Bora yang datang ke kelas mengira Min Soo adalah Seol. Dia menepuk pundak Min Soo dan duduk disebelahnya. Bora terkejut dan langsung berdiri. Min Soo mengatakan bahwa dia pasti mirip dengan Seol sehingga Bora salah mengenali. Seol masuk ke ruangan. Min Soo menyapanya. Min Soo menawarkan untuk makan siang bersama karena ada yang ingin dia sampaikan. Min Soo bergeser meminta Seol untuk duduk di sebelahnya. Namun Bora menarik tangan Seol dan mengajaknya duduk di belakang.

Eun Taek dimarahi Sang Chul karena telah memukul Young Gun yang notabene adalah seniornya. Young Gun pura-pura membela Eun Taek. Sang Chul menyuruh Eun Taek untuk minta maaf dan Eun Taek terpaksa membungkuk meminta maaf. Da Young datang dan langsung menghampiri Young Gun. Young Gun berpura-pura kesakitan sehingga Da Young memarahi Eun Taek. Sebelum pergi Eun Taek berbisik bahwa tidak ada foto (Bora) seperti yang dia katakan. Eun Taek benar-benar kesal mendengarnya.

Bora memberitahu Seol untuk menegur Min Soo karena kalau dirinya saja bisa tertipu dan mengira kalau Min Soo adalah Seol lalu bagaimana dengan orang lain. Seol tidak mau. Saat akan keluar kelas Min Soo menghadang berkeras untuk makan siang bersama karena ada yang mau dia sampaikan. Namun sekali lagi Bora menghalangi dan menarik Seol keluar. Saat itu tak sengaja Seol menyenggol Min Soo sehingga buku dan tas Min Soo terjatuh.


Seol membantu Min Soo namun dia melihat gantungan HPnya. Bora yang mengenali gantungan itu menuduh Min Soo mengambilnya. Min Soo mengatakan bahwa itu miliknya.


Seol berusaha bertanya mungkin saja Min Soo menemukannya namun Min Soo berkeras itu miliknya.

In Ho datang mengunjungi prof Shim. Awalnya dia bingung karena tidak menemukannya di ruangan tempat mereka pertama bertemu. Namun ternyata prof ada di ruangan yang lain. Prof menyuruh In Ho masuk.

Young Gun duduk di taman. Min Soo berjalan cepat dan merutuk diri karena tidak mengakui bahwa gantungan HP itu adalah milik Seol bukan miliknya. “Tidak, mereka yang lebih dulu menyebutku si aneh. Bagaimana mungkin mereka mengatakan aku menjiplak Seol. Sangat menggelikan” kata Min Soo.

Oh Young Gun menyapa Min Soo yang lewat dan mengajaknya bicara. Min Soo menceritakan tentang gantungan HP Seol yang seharusnya dia kembalikan. Dia juga mengatakan bahwa sebenarnya dia hanya ingin berteman dengan Seol. Young Gun bertanya mengapa Min Soo ingin berteman dengan Seol. Menurut Min Soo, Seol cantik meski tidak mengenakan baju yang mahal. Dia juga punya peringkat tinggi namun tidak pernah sombong. Young Gun menghasut Min Soo, mengatakan bahwa Min Soo lebih baik dari Seol. Dia juga mengatakan bahwa Seol telah menyebarkan rumor bahwa Min Soo menjiplaknya. Young Gun juga mengatakan bahwa Seol lah yang menjiplak Min Soo, sehingga Min Soo tidak perlu khawatir dan harus percaya diri.


Young Gun mulai membayangkan bahwa Seol akan marah pada Min Soo dan Yoo Jung yang mulai sibuk magang tidak akan membantunya. Young Gun bahkan membayangkan jika dia menghibur Seol maka Seol akan memintanya untuk memacarinya.


Ah Young membawakan oleh-oleh untuk Seol. Ah Young merasa puas dengan perjalananya mengunjungi museum. Seol baru ingin bercerita soal apa yang terjadi saat liburan ketika tiba-tiba Sang Chul datang. Sang Chul ingin meminjam catatan Seol dari mata kuliah prof Noh yang diikuti Seol tahun lalu. Sang Chul melihat Ah Young dan dia terpesona. Sang Chul mulai membual dan mencoba mengetahui lebih banyak tentang Ah Young. Seol buru-buru mengajak Ah Young pergi dengan alasan ada urusan lain.

In Ho memainkan piano. Namun nampaknya hasilnya mengecewakan. Prof Shim mengatakan bahwa permainan In Ho tidak bernyawa dan merasa In Ho takut. In Ho merasa harga dirinya terluka, dia mengatakan alasan dia ke tempat itu karena prof memanggilnya. Prof menyuruih In Ho pergi. In Ho keluar dengan hati tidak karuan.


Seol menyelesaikan pekerjaannya di perpustakaan. Dia berjalan pulang dan mengirim sms ke Jung. Seol menanyakan hari pertama Jung di bekerja. Jung menjawab bahwa dia sedang bekerja dan balik bertanya mengenai hari pertama Seol di perpustakaan. Seol melihat In Ho dan memanggilnya.


Seol bertanya mengapa In Ho ada di kampus namun kemudian menebak In Ho pasti menemui prof. Melihat wajah In Ho yang kacau, Seol bertanya apakah terjadi sesuatu, namun In Ho mengatakan dia tidak tahu.

Seol dan In Ho duduk berdampingan naik kereta. Seol nampak sibuk mengetik. In Ho berkata Seol berlebihan karena belajar di kereta dia bertanya Seol ingin jadi apa? Seol menjawab dia ingin bekerja dan tidak mau jadi pengangguran. “Mengapa khawatir? Kau kan mahasiswa” kata In Ho. “Dulu saat SMU aku juga berpikir bisa melakukan segalanya setelah kuliah. Namun saat kuliah aku merasa bayak pertanyaan sulit. Aku merasa iri dengan mereka” kata Seol sambil menunjuk para pekerja kantor. “Kenapa? Mereka seperti mayat” kata In Ho. Seol bertanya apakah In Ho pernah iri dengan seseorang? In Ho menjawab tidak pernah. Menurut Seol, In Ho punya bakat jadi tidak perlu berusaha sementara dia tidak punya sehingga harus bekerja keras. Saat mereka tengah berbincang Jung menelepon.

Jung berdiri di depan restoran. Seol berlari ke arah Jung dan bertanya mengapa dia ada di situ? Jung bertanya mengapa In Ho datang bersama Seol. Seol memberitahu bahwa In Ho bertemu prof. Jung mengatakan bahwa dia merasa aneh berpisah dari Seol seharian.


Seol tersenyum malu sementara In Ho mengatakan Yoo Jung hanya membual. Jung datang karena tidak pernah datang ke toko Seol sejak pertama di buka. Jung mengatakan kalau dia ingin makan. In Ho nampak menjauh hendak pulang. Jung kembali melanjutkan bahwa dia ingin makan di restoran Seol. Seol setuju namun ragu karena orang tuanya masih ada di restoran. Jung mengatakan dia ingin bertemu orang tua Seol. Seol terkejut, demikian pula In Ho.



Ayah Seol memandang penuh selidik sementara ibu memandang dengan kagum. “Jadi kau pacar putriku?” tanya ayah. “Iya, saya pacar putri anda. Nama saya Yoo Jung” kata Jung dengan sopan. Nampak Jun juga ikut menyimak pembicaraan mereka sementara In Ho nampak sibuk mencuci di dapur yang berada tidak jauh dari tempat Seol dan keluarganya duduk.


Ibu meminta In Ho untuk mematikan air karena berisik. Ibu mengucapkan terima kasih pada Jung karena telah mengirim bunga saat pembukaan toko. Tiba-tiba In Ho membuat suara gaduh hingga ibu berteriak menyuruhnya untuk tidak berisik. Ibu mengatakan bahwa dia selalu ingin tahu pacar seperti apa yang mengirimkan bunga. “Kau juga sangat tampan” kata ibu. In Ho terlihat kesal mendengar pujian bertubi-tubi dari ibu. Sementara Jung dan Seol saling memandang dan tersenyum malu.

“Jika kau seniornya berarti aku di tahun keempat. Apa kau sekarang bekerja?” tanya ayah. “Ya, aku sedang magang sekarang” kata Jung. Ibu nampak mengangguk kagum sementara ayah menggerutu karena magang bukan pegawai tetap. “apa pekerjaan ayahmu?” tanya ayah dengan dingin. Seol protes karena ayahnya bertanya mengenai pekerjaan ayah Jung padahal mereka baru bertemu pertama kali. Ibu membenarkan ucapan Seol. Ayah bersikeras untuk tahu.

Jung tersenyum dan mengatakan tidak mengapa. “Ayahku menjalankan perusahaan” kata Jung. ayah menggangguk-angguk. “Perusahaan? Perusahaan apa?” tanya ibu. “Taerang Grup” kata Jung. In Ho yang tengah memotong timun menjatuhkan pisaunya sementara Seol tidak berani menatap. Ayah dan ibu terlihat terkejut. “Taerang grup yang kami kenal?” tanya Jun.



Jung menganggukkan kepala sambil tersenyum. Melihat ayah ibunya nampak shock, Seol mencoba mencairkan suasana dengan meminta minum untuk Jung. Ibu menyuruh In Ho mengambilkan minum. Dengan kesal In Ho membuka kulkas dan mengambil air.


Dia meletakkan gelas setengah dibanting ke hadapan Jung, kemudian menuangkan air dari jarak jauh. Ibu meminta maaf karena beberapa bulir air tumpah dimeja.

Ibu menawarkan Jung makan malam dengan Mie. Jung tidak menolak dan terlihat senang. In Ho melewati mereka dengan berisik untuk membuang sampah. Ibu nampak kesal dengan tingkah In Ho. Ibu menghidangkan mie dan Jung berterima kasih sekaligus minta maaf karena membuat rusuh. “Berapa lama kalian pacaran?” tanya ibu ingin tahu. Jun nampak pindah duduk ke samping ibu, sedangkan ayah duduk di belakang untuk menonton tv. Jung dan Seol saling berpandangan kemudian Jung menjawab bahwa mereka sudah pacaran selama 2 setengah bulan. Ibu bertanya apakah Jung anak tertua, ibu terlihat tercengang saat Jung menjawab kalau dia anak satu-satunya. Ayah malah mengencangkan volume tv hingga membuat ibu kesal. Jung memuji masakan ibu.


Jung pamit pulang. Seol juga pamit menemani Jung sampai mobil. Setelah mereka pergi ibu dan Jun terlihat senang. Jun bahkan mengatakan bahwa Jung adalah superman. “Apakah kalau mereka menikah maka kita jadi kaya?” tanya Jun. “Hentikan omong kosongmu. Mereka dari dunia berbeda” kata ayah dengan kesal lantas masuk ke dalam. Jun mencari In Ho. Tiba-tiba In Ho datang. In Ho mengatakan bahwa dia habis merokok. Mereka berdua lantas masuk.


In Ho segera membereskan mangkuk bekas Jung makan. Ibu memarahi ayah yang tidak sopan terhadap Jung. Mendengar omelan ibu, In Ho yang tengah mencuci jadi terdiam. Dia ingat kata-kata prof mengenai dirinya menyia-nyiakan waktunya selama 5 tahun.


Seol dan Jung berjalan bersama. Seol bertanya apakah Jung merasa terganggu karena ayah Seol menanyakan perihal ayahnya. Jung mengatakan bahwa hal itu bukanlah rahasia. Jung memuji keluarga Seol yang baik. Seol bertanya apakah Jung sehari yang lalu Jung sampai ke rumah dengan baik karena Jung terlihat mabuk berat. Jung mengatakan dia sampai rumah dengan baik dan tidur dengan nyenyak. Esoknya dia berangkat kerja dengan baik pula. Seol menggangguk sambil tersenyum, namun dalam hati dia berkata “Apakah dia lupa semuanya karena mabuk?” tanya Seol. “Seol, apakah Baek In Ho akan tetap datang ke sekolah?” tanya Jung. Seol nampak kecewa karena Jung malah bertanya soal In Ho. “Aku tidak yakin, aku tidak tahu” kata Seol. “Itu ciuman pertama kita” kata Seol dalam hati. “Apakah dia lupa. Dia pasti pingsan” Seol mengeluh kesal. Jung melihat wajah Seol yang muram dia tiba-tiba menghentikan langkahnya “apa yang kau pikirkan?” tanya Jung sambil tersenyum. “Bukan apa-apa” kata Seol mengelak. Dia menyuruh Jung pulang.


Jung tiba-tiba mencium bibir Seol. Seol terperangah. “Aku tidak lupa, aku ingat semuanya” kata Jung sambil tersenyum. Dia kemudian masuk mobilnya dan menyalakan mesinnya. Dia melambaikan tangan pada Seol dari dalam mobil. Seol tersenyum senang dan sedikit malu. Dia memegang bibirnya sambil celingak celinguk meyakinkan tidak ada yang melihat. Seol berlari kecil dan terlihat kegirangan.

Baek In Ho datang ke kampus. Prof Shim nampak senang melihatnya. In Ho meberi salam dengan mebungkukkan badannya. “Kau merasa menyesal dan kembali?” tanya prof dengan ramah. “Aku datang untuk belajar” kata In Ho. Prof menyuruh In Ho masuk, dan In Ho menurut. Prof memberikan buku music. “Ini Hanon Express?” kata In Ho meyakinkan? Prof mengiyakan. In Ho protes namun akhirnya mengalah dan bersedia memainkannya. Prof menyuruh In Ho berlatih hingga dia selesai mengajar dan kembali ke kelas. In Ho menggerutu namun tak lama dia mulai memainkan piano.


Baru beberapa kali, In Ho mengeluh lagi karena dia seperti anak kecil sedang bermain piano. Namun akhirnya dia mencoba bersabar dan mulai bermain lagi. Tidak terasa sudah lebih dari 2 jam In Ho bermain. Dia tidak menyadari prof tengah melihatnya dari balik pintu.


“Baek In Ho datang padaku” kata prof Shim pada mantan guru piano In Ho, prof Noh. “Tapi aku tidak berpikir kalau dia pernah menyentuh pianonya” kata prof Shim lagi. “Keahliannya pasti tidak sama lagi” kata prof Noh. “Ya” kata prof Shim sambil menggangguk. “Anak itu selalu keras kepala. Ijinkan aku membuat satu permintaan padamu. Ajari dia tentang kesabaran. Tunjukkan padanya bahwa itu adalah hadiah sesungguhnya” kata prof Noh. Prof Shim tersenyum sambil tetap mengawasi In Ho yang sedang bermain piano.


Bora yang baru keluar dari toilet melihat Eun Taek tengah menunduk dan memberikan kopi pada para senior. Da Young memanggil Bora. Da Young memberitahu Bora untuk mengawasi Eun Taek karena telah memukul Oh Young Gun demi Bora.


Bora mengadu pada Seol perihal Eun Taek yang ‘dikerjai’ para senior. Namun saat ditanya Eun Taek tidak mau memberitahu dan mengatakan dirinya baik-baik saja. Bora menyalahkan Oh Young Gun yang pastinya berada di balik semua itu. Bora mengutuk Oh Young Gun. Tiba-tiba Min Soo lewat. Bora memanggilnya “Hey So Min Soo! Kau bermain cosplay Hong lagi?” tanya Bora. “Apa maksudmu? Cosplay apa? Seol bukankah kau yang menjiplak aku?” kata Min Soo. “Apa?” Seol terkejut dengan kata-kata Min Soo. Bora kesal mendengarnya. Dia merasa Min Soo dan Young Gun membuat masalah bagi mereka akhir-akhir ini. Bora bertanya pada Seol mengapa tidak mengatakan apa-apa.


Jung bertemu Min Soo di jalan, Min Soo membungkuk dan Jung menatap Min Soo dengan aneh. Bora memberitahu Seol kalau Jung datang. Jung melambaikan tangan.

Di kelas nampak semua duduk berkelompok. Seol satu kelompok dengan Bora, Kwang Hyun dan Sang Chul. Sementara Jung bersama Min Soo, Da Young dan Jae Woo. “Bora aku kira video yang kau edit terlalu panjang bisa kauperbaiki?” tanya Seol “Ok” kata Bora sambil sibuk berdandan

Seol memberi tanda pada Bora ‘sering melalukan segalanya dengan kasar mudah marah dengan terlalu banyak kritik’ Seol beralih ke Kyung Hwan “Kyung Hwan kau merangkum ‘Kondisi Perundingan Para Pemimpin’ kan? Sepertinya sedikit tidak cukup. Bisa kau tambahkan lagi?” tanya Seol.

Seol menandai Kyung Hwan sebagai ‘Tanpa tindakan, seorang yang optimis bagaimana mengontrolnya adalah kunci‘ . kali ini Seol beralih pada Sang Chul


‘….yang lain menghilang’ “Kapan kau akan menyerahkan informasi CEO. Kau bilang akan mengirimkannya kemarin? Kau masih belum mengirimkannya” kata Seol. Sang Chul mengirim pesan, namun Seol nampak sebal membaca pesan Sang Chul yang berbunyi ‘berikan nomor Ah Young’. Sang Chul beralasan sedang ada hal yang penting di rumah. Kwang Hyun mengeluh Sang Chul berlebihan karena bagian dia sebenarnya paling sedikit. Sang Chul memberi alasan lagi, kali ini mengenai pekerjaan dan masalah rumah. Sang Chul malah menyuruh Seol yang mengerjakannya. Seol memandang Sang Chul dan dengan tegas berkata “Jika kau berpikir bisa mendapat tumpangan gratis kali ini, kau keluar dari grup” Sang Chul terkejut. Seol mengingatkan soal ucapan prof Kang yang mengatakan bahwa mereka boleh mengeluarkan anggota yang berusaha mendapat tumpangan gratis. Sang Chul nampak marah, dia berteriak hingga Jung menoleh ke arah mereka. “Hey ini tidak seperti aku melakukannya dengan sengaja! Aku ada masalah di rumah dan kau bahkan tidak mengerti itu?” bentaknya. Kwang Hyun membela Seol dengan mengatakan bahwa semester lalu juga Sang Chul tidak terlalu bagus.

Sementara Bora dengan pedas mengingatkan tentang kejadian lalu saat Sang Chul menyebabkan Seol dapat ‘D’ dan dia menegaskan tidak akan tinggal diam jika dia dapat ‘D’ karena Sang Chul. Sang Chul gelagapan karena diserang. Dia meminta Seol untu tidak mengancam akan mengeluarkannya. Seol membalas dengan meminta Sang Chul memberikan data yang Seol butuhkan hari itu juga.


“Ya, semua orang dibodohi. Dia tidak sebaik itu” kata Min Soo dalam hati. Jung kembali menatap anggota kelompoknya. Matanya menangkap sesuatu yang dia kenal.


Dia melihat gantungan HP milik Seol yang tersembul dari kotak pensil Min Soo. Jung terlihat memikirkan sesuatu. “Min Soo aku melihat file yang kau kirimkan. Mereka terlihat bagus” kata Jung memuji. “Sungguh?” Min Soo terlihat tersanjung. :”Kau melakukan banyak riset. Namun beberapa riset tidak mendukung klaim kita. Aku memilih satu yang paling bagus dan kukirimkan kembali padamu. Sudahkah kau melihatnya?” Min Soo terkejut “Tidak, aku belum melihatnya” katanya. “Sebaiknya kau liha hari ini. Aku kirimkan link referensi juga” kata Jung.


Jung memandang Min Soo dan dengan senyum manis mengatakan “Jika kau tidak tahu sesuatu kau dapat selalu menghubungiku kapanpun” lanjut Jung. “Iya pasti, aku akan bekerja keras senior” kata Min Soo tersenyum senang. Jung tersenyum padanya namun sekilas mata Jung nampak merencanakan sesuatu.


Min Soo sedang membuka lokernya ketika Bora memanggilnya “Seol palsu! Kami mau bicara” kata Bora tegas. Seol meminta Bora untuk menahan diri namun emosi Bora tengah tinggi. Di belakang nampak Oh Young Gun duduk di selasar. “Min Soo bisakah kita bicara di tempat lain” kata Seol merasa tak enak karena banyak mata yang memandang.


Young Gun memberi kode pada Min Soo untuk tidak mau. Min Soo bilanh ingin bicara di situ saja. Bora bertanya apakah boneka singa yang dimiliki Min Soo benar dibeli di toko K seperti yang Min Soo katakana sebelumnya karena Bora dan Seol telah ke toko tersebut namun pegawai di sana mengatakan mereka tidak menjual barang seperti itu.

“Ketika aku melihatnya kemarin, itu benar-benar terlihat seperti milikku. Bisakah kau perlihatkan lagi sehingga bisa kulihat dengan seksama, mungkin kau memungutnya di suatu tempat?” tanya Seol. Min Soo memandang Young Gun dan ingat perkataan Young Gun bahwa dia harus bicara keras karena Seol tidak suka menjadi pusat perhatian. Siapa yang bersuara paling kencang dia pemenangnya. “Aku tidak membawanya. Seol kau sungguh lucu. Kau memulai rumor bahwa aku menirumu dan sekarang kau menuduhku mencuri?”kata Min Soo. Bora marah dan mengajak Min Soo ikut ke toko tersebut. Tiba-tiba Da Young datang membela Min Soo. Seol meminta Bora untuk menghentikannya.

Di luar Da Young yang berangkulan dengan Young Gun berjalan bersama Min Soo. Da Young mengingatkan Min Soo jika lain kali Bora dan Hong mengganggu Min Soo dia tidak perlu khawatir karena Young Gun dan dirinya akan membantu Min Soo. Da Young juga mengatakan bahwa Min Soo jauh lebih baik dari Seol.


Min Soo bertemu dengan Jun yang datang ke kampus. Min Soo terpesona dengan ketampanan Jun. Jun menghampiri Min Soo. Min Soo salah tingkah mengira kalau Jun mendatanginya karena dia memandang ke arah Jun. “Kau mahasiswa di sini kan?” tanya Jun. Min Soo mengiyakan. Jun bertanya dimana letak jurusan seni. Min Soo mengatakan dia akan menunjukkan peta kampus.


Dia mengeluarkan ponselnya lantas memotret Jun secara diam-diam. Kemudian menunjukkan peta kampus pada Jun. Min Soo menunjukkan arah dan Jun berterima kasih pada Min Soo.


Seol menghubungi Jung, namun tidak aktif. ‘Aku sedang makan malam bersama rekan kerja. Maaf’ Jung mengirim pesan. Seol sadar Jung pasti sangat sibuk bekerja. Seol masuk ke pub milik pamannya. Paman menyapa Seol. Seol minta segelas besar kopi.


Paman memberitahu kalau In Ho ada di situ. Paman mengikuti permintaan Seol untuk memperbolehkan In Ho bermain piano di bawah setelah membantu membersihkan pub. Namun paman mengatakan In Ho hanya bermain-main saja seperti pemula.

In Ho tengah bermain piano dan tidak menyadari Seol datang. Dengan hati-hati seol meletakkan bangku di sebelah In Ho. In Ho terkejut melihat Seol. Seol mengejek In Ho yang main-main saja padahal kata In Ho dia pemain piano yang hebat. In Ho menyalahkan Seol dan Seol sadar bahwa In Ho pasti menemui prof lagi. Seol mengejek In Ho yang main Hanon karena itu dia mainkan saat TK. Menurut In Ho Hanon pun memiliki arti. In Ho hendak menjelaskan namun tidak jadi karena merasa Seol tidak punya selera seni. Seol menuduh In Ho bohong soal dia yang jago bermain piano.

In Ho gemas mengatakan dia bisa bermain piano dengan bagus. In Ho lantas menunjukkan kebolehannya bermain piano dengan mamainkan salah satu lagu. Seol terkejut melihat keterampilan In Ho bermain piano. Seol memuji In Ho yang bermain sangat bagus. In Ho menyindir Seol yang tadi menyindirnya. Seol minta In Ho memainkan sebuah lagu. In Ho kemudian memainkan lagu itu untuk Seol. Tiba-tiba In Ho salah memainkan kunci. Namun kesalahan itu terjadi bukan karena In Ho salah namun jarinya tak bisa digerakkan. Seol menyadari jari In Ho tak bisa bergerak, namun In Ho pura-pura tidak terjasi apa-apa dan mengatakan bahwa dia lupa lagunya. Seol memainkan akhir not dan In Ho yang melihatnya membantu Seol menyelesaikan lagu tersebut. Mereka bermain piano bersama.


BERSAMBUNG KE || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 1

Komentar

Episode ini benar-benar episode yang memancing emosi. Rasanya ingin sekali memukul Young Gun dan Min Soo dalam waktu bersamaan. Young Gun dengan segala tipu muslihatnya berusaha meyakinkan Min Soo bahwa Min Soo melebihi Seol. Dan bodohnya Min Soo termakan omongan Young Gun, bukannya menyadari kesalahan Min Soo malah memperkeruh suasana dengan memfitnah Seol yang meniru dia dan menuduhnya mencuri. Entah apa yang akan dilakukan Jung untuk ‘membalas’ dan ‘menghukum’ dua orang ini. Karena sepertinya Jung tengah menyiapkan rencana untuk memberi pelajaran pada Min Soo.

Setelah semester lalu Seol hanya diam saat Sang Chul bersikap seenaknya, kali ini Seol punya keberanian melawan Sang Chul. Untungnya teman segrup yang lain meski tidak sepintar dan serajin Seol namun Bora dan Kwang Hyun berada di pihak Seol dan bertanggung jawab. Senang rasanya melihat Sang Chul tak bisa berkata banyak saat semua junior kompak melawannya.

Melihat preview episode 9, nampaknya Seol dan Jung mengalami masalah yang cukup serius. Jung akan menuai benih yang dia tanam. Kebencian Jung pada Seol di masa lalu yang cukup membuatnya tega mendorong Young Gun untuk mengejar Seol terungkap. Jung mungkin tidak pernah memprediksi bahwa In Ha dan Seol saling kenal dan Young Gun menghubungi In Ha menngenai hubungannya dengan Jung. Melihat Jung yang sebenarnya memulai penderitaan Seol membuat Jung terlihat seperti terjebak di lubang yang dia gali sendiri. Dia yang dulunya membenci Seol ternyata malah jatuh hati dan rela melakukan apa saja demi Seol. Namun apakah Seol bisa memaafkan ‘kejahatan’ Jung pada dirinya? mengingat Jung sudah kelewatan ‘mengerjai’ dirinya.
Advertisement
Advertisement

Click to comment