Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 2

Advertisement

Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 2 Jung hanya diam. Dia berpikir bagaimana harus menjawab pertanyaan Seol. Seol memanggil Jung memintanya menjawab. “Ya benar” kata Jung mengakui. “Kemudian mengapa kakak Baek In Ho menjawab teleponnya? Dia bahkan mengatakan dia pacarmu.

Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Seol mulai emosional. “Itu tidak benar. Baek In Ha. Alasan dia mengangkat ponselku karena dia mengambil ponsel yang kugunakan. Alasan dia mengatakan itu padamu adalah karena dia memiliki dendam padaku. Dia melakukannya untuk menghancurkanmu” kata Jung berusaha menjelaskan.


Seol berkata dalam hati “Mengapa dia memberikan ponsel padanya jika dia memiliki dendam padanya” “Kau jangan menganggap serius” kata Jung mulai khawatir. “Kemudian senior yang mengirim pesan pada Oh Young Gun” pikir Seol. “lalu bagaimana dengan pesan tersebut?” tanya Seol pada Jung secara bersamaan dia bertanya dalam hati “Dan setelah itu dia memberikan ponselnya pada wanita itu?”. “Mengapa kau mengirim pesan itu pada Young Gun? Saat aku bertanya padamu tahun lalu kau mengatakan Oh Young Gun hanya salah paham. Dan kau hanya mengikutinya saja. Tapi bagaimanapun aku melihatnya kau tidak hanya membiarkannya tapi juga menggiring dia menjadi seperti itu” Seol berkata dengan suara bergetar. Jung terlihat tak bisa berkata apa-apa. “Maaf” kata Jung wajahnya nampak bersalah.”Ini merupakan kesalahanku dan semua salahku. Aku telah menyepelekannya. Aku tidak tahu akan menjadi begitu buruk” kata Jung dengan wajah bersalah. Nampaknya Jung khawatir Seol akan marah.


“Kau tidak tahu?” tanya Seol tak percaya. “Kau tahu orang seperti apa Young Gun? Dan bagaimana dia bereaksi jika kau mengatakan hal seperti itu padanya. Kau sungguh tidak tahu?” tanya Seol. “Aku tidak tahu” jawab Jung. Seol menatap dengan mata berkaca-kaca tidak percaya. “Kau tidak tahu?” tanya Seol sekali lagi. “Sungguh?” Seol berusaha meyakinkan. “Kau bilang kau tidak tahu?” tanya Seol. “Tidak, aku tidak tahu, sungguh” kata Jung yakin. Seol membantah dalam hati “Tidak, aku yakin tahun lalu senior tidak menyukaiku. Dia tidak akan mengirim semua pesan tanpa alasan. Bagaimana perasaannya saat melakukannya?”


“Seol aku tahu kau marah. kau memiliki hak untuk itu. Tapi Oh Young Gu salah paham terhadap semua pesa itu dan melakukannya padamu. Dan menurutku dia masalahnya. Aku tidak tahu mengapa kita membuka kembali masalah dari tahun lalu. Dia merencanakannya sehingga terjadi seperti ini” kata Jung berusaha meyakinkan Seol. Seol menatap Jung. “Jangan jatuh ke dalam perangkapnya. Semua terjadi di masa lalu” kata Jung. “Senior. Kau tidak berubah sama sekali” kata Seol bergetar. “Sejak insiden dengan ass Heo kau tidak berubah sama sekali. Pernahkah kau benar-benar memberitahu semuanya. Kebenarannya yang jujur” kata Seol “Apa itu yang kau ingin aku katakan?” tanya Jung. “Senior…siapa kau sebenarnya?” Seol nampak sedih sementara Jung menatapnya penuh rasa khawatir.

In Ho tengah berjalan pulang sambil mengomel karena prof Shim. Langkahnya terhenti melihat Jung dan Seol tengah berdiri.

In Ho tahu mereka tengah bertengkar, In Ho merasa mereka memilih tempat bertengkar yang salah karena pemandangan di tempat mereka berdiri sangat bagus. In Ho memutuskan menempuh jalan yang lain.

“Aku rasa kita butuh waktu” kata Seol. Jung terlihat gusar “Apa maksudmu?” katanya. “Setiap kali ini terjadi. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya tidak mengerti dirimu. Aku ingin menyapamu dan semakin dekat denganmu. Tapi aku sepertinya tidak sanggup menyapamu” kata Seol. “Seol” Jung hendak berkata namun dipotong “senior kau juga. Aku ingin kau memikirkan ini lebih dalam”.


Seol melewati Jung dan berjalan pulang. Jung terlihat sedih dan kecewa.


In Ho masuk ke rumahnya. Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa dia sudah tahu hal itu akan terjadi.  Dia hafal tabiat Jung. In Ho mencoba untuk menepis pikirannya yang mengkhawatirkan Seol.


Jung pulang ke apartemennya nampak In Ha tengah menunggu di depan pintu masuk dengan koper besar. Begitu melihat Jung, In Ha langsung menghadang. In Ha mengatakan bahwa dia ingin tinggal disitu karena baru diusir dari kediamannya. In Ha juga mengancam akan kembali ke rumah ayahnya Jung dan tinggal di sana jika Jung menolak. Jung mengatakan jika In Ha ingin dibenci ayahnya silahkan pergi dan tinggal di rumah ayahnya “aku yakin dia akan senang mendengar kau menghabiskan uang yang dia berikan untuk tempat baru” kata Jung.



In Ha terkejut, Jung tahu ayahnya memberinya uang. Jung mengatakan bahwa dialah yang meminta ayahnya memberi uang pada In Ha. In Ha sadar Jung telah merencanakan ini semua. Jung tidak ingin In Ha kembali ke rumah ayahnya sehingga sengaja memberi uang karena tahu In Ha akan segera menghabiskannya dan dia tidak akan berani kembali ke rumah ayah Jung.


“Hong Seol. Dia meneleponku hari ini” kata In Ha. Jung menatap In Ha dengan tajam. In Ha mengatakan dia ingat kalau Hong Seol adalah gadis yang tahun lalu dia dekatkan ke seorang pecundang (Young Gun). In Ha mengatakan dia bisa membantu Jung menyingkirkan Hong Seol “menyingkirkan segumpal permen karet seperti dia bukanlah hal sulit untukku”. In Ha mengatakan dia akan membantu Jung asalkan Jung memberinya tempat tinggal. Jung yang mendengar menjadi emosi.


Jung merebut ponsel ditangan In Ha. In Ha berteriak menanyakan kenapa ponselnya diambil. Wajah Jung menegang menahan amarah “Tidakkah kau mengerti? Tidakkah kau tahu siapa segumpal permen karet ini bagiku?” kata Jung. Jung menyuruh In Ha pergi. “Aku tidak mau. Meski aku segumpal permen karet bagimu tapi kau akan sulit menyingkirkanku” kata In Ha. “Baik, silahkan coba” kata Jung menahan emosi. Jung membuka pintu masuk lalu meninggalkan In Ha yang tidak sempat masuk. In Ha menggedor-gedor pintu. Namun Jung tidak mempedulikannya dan masuk ke dalam lift.

Jung masuk ke dalam rumahnya. Dia membaca pesan yang tertulis di ponsel In Ha (ponsel lama Jung). Jung menghela nafas setelah membaca semua isi pesan.


Nampaknya Jung merasa bersalah karena sms itu Young Gun membuat hidup Seol menderita.


Jung melempar ponsel itu ke bak cuci dan membuka keran air.


Seol nampak tengah mengetik tugas kuliah di kamarnya. Dia sulit berkonsentrasi “Apakah Yoo Jung di tahun lalu adalah Yoo Jung sebenarnya? Apakah aku sudah dibodohi? Bisakah aku benar-benar putus darinya?” tanya Seol dalam hati. Seol melihat ponselnya yang mengingatkan ujian tengah semester kurang dari 1 hari lagi. Seol berusaha menguasai dirinya dan kembali berkonsentrasi belajar.


Jung menyiapkan pakaian yang akan dia kenakan ke kantor. Dia meletakkan pakaian itu kemudian terlihat berpikir. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik pesan. ‘Aku merindukanmu, tentang kemarin….’ Jung memutuskan menghapus pesan tersebut. ‘Jangan bad mood hari ini…’ Jung kembali menghapus pesan itu. Nampaknya Jung bingung harus menulis apa ke Seol.


Seol keluar dari apartemen. Dia mendengar bunyi pesan masuk kemudian membacanya ‘lakukan yang terbaik untuk tesmu’ tulis Jung. Seol hanya membacanya kemudian memasukkan ponsel ke saku jaketnya.


In Ho nampak menunggu di depan apartemen. In Ho menyapa Seol. Seol bertanya kenapa In Ho disitu, In Ho mengatakan dia mau ke sekolah dan mengajak Seol jalan bersama.


In Ho bertanya mengapa wajah Seol terlihat sendu. Kata Seol dia memang selalu begitu. In Ho memberi minuman kepada Seol. “Minumlah ini yang terbaik setelah bertengkar dengan pacar” kata In Ho. Seol terkejut karena In Ho tahu dia habis bertengkar dengan Jung. “Bagaimana kau tahu? Kau melihat kami?” namun In Ho malah mengatakan dia hanya menebak. Seol merasa terjebak dan meninggalkan In Ho dengan wajah keki. “Aku sudak mengatakan padamu sebelumnya. kau bisa membuat banjir di sungai Han dengan mengumpulkan seluruh air mata para gadis yang dia buat menangis” kata In Ho menggoda Seol. In Ho meminta Seol cerita apa yang membuatnya bertengkar dengan Jung. “Aku adalah ahli Yoo Jung” kata In Ho. Namun Seol menyemprotnya dengan mengatakan In Ho hanya akan mengatakan hal buruk tentang Jung. In Ho mengakui, “Aku tidak memiliki hal baik yang bisa kukatakan tentang dia” kata In Ho. “Aku tahu” kata Seol lantas mengambil minuman dari tangan In Ho, berterima kasih kemudian meminumnya.


Seol masuk kelas, Young Gun menyapanya. Di sebelah Young Gun duduk Min Soo. Young Gun mengirim sms ‘Apa kau putus dengan senior?’ Seol tidak merespon pesan tersebut. ‘Aku mengatakan akulah satu-satunya yang peduli padamu’ tulis Young Gun. Kali ini Seol langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas.

Young Gun bertanya pada Min Soo apakah sudah meminta maaf pada Seol tentang masalah presentasi. Young Gun kembali menghasut Min Soo. Dia merencanakan sesuatu.



In Ho tengah bermain piano ketika prof Shin datang. In Ho memainkan pianonya dengan irama tak beraturan dan terkesan main-main. “Apa yang kau pikir kau lakukan?” teriak prof Shin. In Ho menjelaskan bahwa dia hanya ingin mencoba hal lain karena bosan bermain ‘hanon’ terus. In Ho lantas memainkan Hano lagi. Prof menggoda In Ho dengan mengatakan bahwa tadinya dia ingin meluluskan In Ho dari Hanon tapi karena In Ho suka Hanon jadi dia akan membiarkannya. In Ho segera meminta prof memberikan buku lagu yang dibawa prof. In Ho tertegun karena yang diberikan adalah Fur Elise. In Ho protes. Namun prof merajuk meminta kertasnya kembali, sehingga In Ho yang khawatir segera mengambil kembali kertas itu dan memainkan elise. “Dasar orang tua tega” kata In Ho.

Ujian telah selesai, para siswa nampak lega. Min Soo mendatangi Seol untuk minta maaf. Seol yang melihat Min Soo menggantungkan boneka singanya di tas Min Soo menjadi sebal. “Aku tidak tahu. Laporan bukanlah yang terpenting” kata Seol ketus. Min Soo sengaja menaikkan suaranya seakan Seol kembali menindasnya. Dia sengaja berteriak mengatakan Seol tidak memaafkan dia yang dengan tulus meminta maaf.


Da Young dan teman-temannya nampak mendukung Min Soo. Seol malas menanggapi dan segera meninggalkan ruang kelas. Bora yang emosi mengatakan “Minta maaf? Hey kau pikir pura-pura minta maaf itu bisa dikatakan sebagai permintaan maaf?” Eun Taek menarik Bora untuk keluar kelas.

Da Young mengajak Young Gun makan, namun Young Gun buru-buru keluar kelas. Min Soo memuji Da Young yang pasti senang punya pacar. Da Young mengatakan bahwa Min Soo juga punya pacar yang tampan. Min Soo tidak mengerti. Da Young bilang dia lihat wallpaper ponsel Min Soo ada foto seorang pemuda (Jun).


Min Soo gugup dan malah mengaku kalau Jun adalah pacarnya. Teman-teman memujinya dan ingin melihat fotonya namun Min Soo berkilah lain kali saja. Da Young mengira Min Soo begitu karena khawatir ada yang merebut pacarnya.


Jun menendang-nendang pohon. Ah Young merasa terganggu konsentrasinya karena sedang belajar. Jun bertanya pada Ah Young, apakah dia harus berhenti kuliah di Amerika dan pindah ke kampus itu.

Ah Young mengingatkan bahwa Jun sendiri yang dulu sangat ingin kuliah di LN. Jun beralasan kalau dia mengira di LN akan mengalami sesuatu yang menyenangkan, namun sayangnya di sana tidak ada.  Dia juga mengatakan ada yang dia rindukan di Korea. Jun mengatakan dia ingin seperti saat mereka masih sama-sama di sekolah menengah. Ah Young merasa malu dengan kata-kata Jun sehingga mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kenapa dia dipanggil ‘jeruk limau’ Jun beralasan karena sejak kecil sampai dewasa Ah Young tidak berubah tetap kecil seperti jeruk limau. Jun menyarankan mereka kencan ganda bersama Seol dan Yoo Jung. Ah Young tidak menanggapi dan membereskan bukunya, dia mau belajar ke perpustakaan.



Young Gun memata-matai Seol yang tengah berada di perpustakaan. Dia memotret Seol yang tengah membaca buku. Seol beranjak dari kursinya meninggalkan buku dan alat tuilisnya di meja. Nampaknya Seol ingin mencari buku.


Young Gun mendekati meja Seol. Dia mencari agenda milik Seol. Kemudian dia melihat jadwal Seol dan memotretnya. Seol memergoki Young Gun. Dia segera membereskan buku-bukunya dan keluiar dari perpustakaan. Young Gun mengikutinya.


Young Gun mengejar Seol yang lari. Seol berhenti dan bertanya apa mau Young Gun. Young Gun mengungkit soal ‘jasa’nya memberitahu Seol tentang Jung. Di semak-semak nampak Bora dan Eun Taek mengintip. Mereka merekam gambar dan suara Young Gun dan Seol. “Kau benar-benar delusional” kata Seol. Young Gun mengatakan bahwa dirinya sudah berubah. Sekarang dia sudah popular dan keluarganya juga cukup kaya. In Ho yang kebetulan lewat melihat Bora dan Eun Taek yang tengah mengintai. Young Gun mengatakan bahwa dia akan segera putus dari Da Young. Dia hanya memanfaatkan Da Young untuk membuat orang-orang menyukainya. “Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya In Ho mengagetkan Eun Taek dan Bora. Eun Taek menyuruh In Ho diam dengan menutup mulut In Ho. “Sekarang, Kau terlihat menyedihkan bagiku” kata Seol. “Apa?” “Kau menyedihkan. Aku tidak pernah melihat orang yang begitu menyedihkan seperti kau” kata Seol. “Sebentar, kita hanya butuh dia menyentuh Seol” kata Bora. In Ho nampak mulai emosi, namun Eun Taek menahannya. “Kau ingin aku memelukmu kan? Baik aku lakukan” kata Young Gun.


In Ho sangat marah dan keluar dari persembunyian. Dia hendak menghajar Young Gun. Young Gun berlari kencang takut dipukul In Ho. Bora memarahi In Ho karena merusak rencana mereka yang memang sengaja menjebak Young Gun. Gara-gara In Ho mereka tidak mendapatkan gambar yang diinginkan.

In Ho mengikuti Seol ke perpustakaan. Dia heran kenapa Seol sampai rela seperti itu. Seol mengatakan bahwa dia harus belajar setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dia meminta In Ho untuk pulang lebih dulu. In Ho menolak dan bersikeras menemani Seol karena khawatir Young Gun akan menyerang Seol. In Ho bertanya haruskah Seol belajar bela diri darinya. Atau membeli senjata untuk melindungi diri.

BERSAMBUNG KE || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 3
Advertisement
Advertisement

0 Response to "SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 9 Part 2"

Poskan Komentar

INFORMASI

Dilarang Keras Copypaste / Main Comot Sinopsis BARU SINOPSIS Ke Blog Atau Grup / Fanpage Facebook. Cukup Baca Sinopsis Hanya disini di Blog BARU SINOPSIS

*Hargai Kerja Keras Penulis DIMOHON KESADARANNYA UNTUK TIDAK COMOT SINOPSIS DISINI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI