Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 13 Part 1

Advertisement

Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 13 Part 1 || Pada episode 13 rating cheese versi Nielsen mengalami peningkatan menjadi 6.169 (episode sebelumnya 5.844) meski menurut TNmS ratingnya menurun menjadi 6,9 (episode sebelumnya 7,2). Sepertinya hal ini terjadi karena menurunnya atensi penonton pada drama ini. Jika sebelumnya mereka beranggapan bahwa drama ini menarik karena mengusung tema berbeda dari drama romance lainnya, namun kali ini mereka cukup kecewa dengan porsi cerita di beberapa episode belakangan yang lebih banyak menceritakan tentang Baek In Ho.

Baek In Ho salah satu tokoh menarik di drama ini. Penonton merasa simpati dan iba pada karakter In Ho yang mudah bergaul, easygoing dan perhatian. Namun progress cerita yang malah menampilkan sosok In Ho sebagai pria ketiga yang menaruh perasaan pada Seol menjadi boomerang bagi pecinta drama ini. Banyaknya scene In Ho bersama Seol serta kisah ‘penderitaan’ In Ho membuat gemas penonton yang lebih ingin mengetahui lebih dalam karakter tokoh utama yaitu Jung. Puncaknya pada episode kali ini, In Ho mendominasi seluruh episode.

In Ho adalah karakter yang disukai pemirsa termasuk saya, namun terlalu banyak hal tentang In Ho yang diceritakan membuat penonton bertanya-tanya. Siapa karakter utama drama ini? mengapa hanya sekelumit kisah masa lalu dari si tokoh utama. Hal ini mengingatkan saya akan drama Yong pal, saat karakter Kin Tae Hee tiba-tiba menjadi focus utama termasuk kisah pembalasan dendamnya, padahal yang penonton inginkan adalah aksi Yongpal si dokter illegal spesialis preman.

Dalam episode kali ini lebih banyak menampilkan sosok In Ho dan apa yang dia lakukan selama 5 tahun ini. Nampaknya In Ho terlibat masalah hutang dengan preman yang berhasil menemukan dan mengancamnya.

SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 13 Part 1


In Ho tengah bermain piano ketika prof Shin datang memarahinya. Dia bertanya tentang keadaan tangan In Ho. Prof meminta In Ho untuk hati-hati karena ini berkaitan dengan masa depan In Ho. Prof bertanya mengenai lagu yang akan dibawakan In Ho pada lomba. In Ho memilih Chopin no 3. Prof meragukan pilihan In Ho karena terlalu sulit dan dia hanya punya waktu 1 bulan.



Seol nampak bingung. Apakah harus tetap mengajar In Ho atau tidak karena Jung merasa terganggu dengan itu. Padahal dialah yang dulu menyarankan pada In Ho untuk belajar dan membantu mengajari. In Ho datang dan bertanya apa yang dilakukan Seol. Seol bertanya apakah In Ho sudah mengobati lukanya namun dijawab ketus oleh In Ho. Mereka masuk ke dalam perpustakaan.


Di dalam perpustakaan, In ho banyak bertanya tentang soal yang dia tidak mengerti. Sementara Seol sibuk membalas pesan Jung yang menanyakan kabarnya. Seol bertanya pada Jung mengenai wajahnya dan reaksi orang-orang di kantor. Jung menggoda Seol dengan menulis bahwa staff wanita heboh melihatnya, Jung mengatakan bahwa dia cukup popular di kantor. In Ho yang melihat Seol sibuk sms merasa cemburu. Saat Jung menayakan apa yang sedang Seol kerjakan, Seol memilih keluar untuk bicara.



Seol memberitahu bahwa dia tengah mengajar In Ho di perpustakaan. Seol bertanya pendapat Jung, Jung mengatakan dia tidak suka. In Ho keluar dari perpustakaan dan Seol tidak menyadarinya. Seol minta maaf pada Jung karena dia sudah telanjur berjanji. Jung tersenyum dan mengatakan tidak apa, karena Seol sudah berjanji dan dia tahu Seol akan merasa tidak enak jika mengingkari janji. Seol berjanji dia hanya membantu belajar tidak ada hal pribadi. In Ho mendengarnya dan kecewa. Dia pergi tanpa disadari oleh Seol. Seol bertanya pada Jung, ada berapa jumlah staff wanita di sana. Jung tersenyum dan mengatakan sekitar 58.000


Seol kembali ke dalam perpustakaan. Dia terkejut mendapati In Ho sudah tidak ada dan meninggalkan secarik kertas yang bertuliskan ‘Aku duluan’ Seol menyesalkan In Ho yang tidak pamitan. Sementara di luar In Ho nampak meyakinkan dirinya untuk focus bermain piano.


Seol, Bora dan Eun Taek makan di kantin. Bora bersyukur karena Oh Young Gun tidak pernah terlihat lagi di kampus. Bora bertanya mengapa banyak yang sibuk belajar di tengah semester. Hal itu membuat Bora gugup. “Oh itu ujian kelulusan. Mahasiswa tahun ke empat harus lulus ujian sebagai syarat kelulusan” kata Eun Taek. Eun Taek bertanya pada Seol mengapa tidak mengambil ujian tersebut. Seol boleh ikut meski baru tahun ketiga. Seol mengatakan bahwa dia juga berpikir untuk ikut. Namun dia belum melakukan persiapan. Saat Bora dan Seol tengah berbincang, diam-diam Eun Taek merekam Bora. Bora yang ingin tahu apa yang sedang dilihat Eun Taek di ponselnya malah menyimpan ponselnya dan tidak mengizinkan Bora melihatnya.


Eun Taek berpamitan karena ada hal yang harus dia kerjakan. Bora berkata pada Seol bahwa akhir-akhir ini Eun Taek sangat aneh. Dia mengabaikan telepon dan sms Bora. Seol menduga Eun Taek punya pacar.

Seol bertemu In Ho di stasiun. Mereka naik kereta bersama. Seol bertanya pada In Ho kenapa tadi kabur saat belajar. In Ho tidak bersedia menjawab dan malah memberitahu Seol bahwa dia tidak perlu lagi membantunya belajar. Seol mengira karena dirinya, namun In Ho beralasan hendak menyiapkan diri untuk kompetisi. Seol senang mendengar In Ho akan mengikuti kompetisi.


Malamnya In Ho tidak bisa tidur. Di telinganya terngiang-ngiang suara Seol memanggilnya ‘Oppa’. In Ho juga mengingat kenangan saat bermain piano bersama Seol. In Ho memutuskan untuk push up untuk menghilangkan debar hatinya.


In Ha keluar dari kamar dan marah-marah karena In Ho berisik. In Ha mengejek In Ho yang kalah dari Jung. Mulai dari berkelahi, Keuangan hingga cinta. In Ha bahkan bertanya apakah Seol tahu In Ho menyukainya. In Ha mengingatkan In Ho, jika Seol tahu mungkin dia tidak akan berada di dekat In Ho lagi.

Seol berjalan hendak menemui Jung. Di jalan dia bertemu In Ha. In Ha menyapa Seol dan Seol bertanya mengapa In Ha ada di situ. In Ha bertanya apa Seol mencurigainya. Seol mengultimatum In Ha untuk tidak sembarang mengaku-ngaku sebagai pacar Jung. In Ha terlihat kesal mendengar kata-kata Seol. Dia memperingatkan Seol bahwa Seol baru sebentar mengenal adiknya dan Jung. Sedangkan In Ha sudah 15 tahun mengenal mereka dan merasakan naik turunnya sebuah hubungan. Seol sadar bahwa dia tidak tahu mengenai masa lalu mereka bertiga. “Lama berhubungan tidak menjamin sebagai hubungan yang baik. Kau bicara demikian, namun apa berarti hubunganmu dengan mereka (Jung dan In ho) baik?” Seol menyindir In Ha. In Ha marah dan mengatakan bahwa dia sering memukul para gadis yang bicara seperti itu padanya. Namun, Seol malah mengejek In Ha bahwa saat muda dulu mungkin In Ha sanggup. Namun di usianya yang sekarang mungkin tidak sanggup.

In Ha marah dan mengayunkan tangannya hendak memukul Seol. Tiba-tiba darah keluar dari hidung Seol. In Ha terkejut dan tidak jadi memukul. In Ha meminta Seol tidak memberitahu Jung.



Jung masuk ke dalam café. Nampak Seol tengah memegang ponselnya sebagai cermin. Jung bertanya apa yang sedang Seol lakukan.


Jung melihat Seol dan bertanya apakah hidung Seol berdarah. Seol mengiyakan. Jung nampak tertawa geli, sehingga Seol kesal dan bertanya mengapa Jung malah tertawa, bukannya mengkhawatirkan dirinya yang mimisan. Jung berkata kalau dia khawatir, namun melihat hidung Seol yang memakai kapas membuat Seol nampak lucu. Seol membalas dengan mengatakan supaya Jung juga melihat ke cermin.


Jung sadar wajahnya masih lebam. Dia menutupi sebagian wajahnya dengan syal dan mengatakan bahwa dia sudah membaik.

Seol memberitahu bahwa dia tidak perlu lagi mengajar In Ho, karena In Ho tengah focus latihan untuk ikut kompetisi. Jung mengangguk-angguk mensyukuri. Jung bertanya apakah ada hal yang lain. Seol memberitahu soal pertemuannya dengan In Ha. Seol mengatakan bahwa In Ha selalu membawa-bawa Jung dan bertindak menakutkan. Jung mengatakan dia akan bicara pada In Ha. Jung merasa senang karena Seol menepati janjinya untuk jujur. Seol merasa tidak enak karena jadi membicaraka keburukan orang. Jung malah menggoda Seol untuk mengatakan lebih banyak namun Seol mengelak.


Jung dan Seol berjalan bersama. Seol bertanya soal Jung yang tengah magang, jadi tidak perlu ikut ujian kelulusan. Jung mengatakan dia sudah lulus ujian tersebut tahun lalu. Seol mengatakan bahwa dia juga ingin ikut lebih awal. Namun dia belum ada persiapan dan dia juga harus menyiapkan untuk akhir semester. Jung menawarkan buku catatannya kepada Seol. Jung mengatakan bahwa dulu dia membuat catatan mengenai ujian tersebut dan ujian akhir juga. Seol terkejut dan tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Jung menyindir Seol yang nampaknya lebih menyukai buku catatannya daripada Jung sendiri. Seol mengelak dan mengatakan bahwa itu hal yang konyol. Namun Jung tetap menyindir Seol yang lebih peduli pada catatannya. Seol mengamit lengan Jung meyakinkan dia. Jung merajuk sebaiknya dia tidak usah meminjamkannya. Seol bertanya apakah Jung marah, dengan wajah serius Jug mengatakan dia tidak akan meminjamkan catatan. Seol cemberut dan mengatakan “Lelaki macam apa yang mudah sekali marah” Jung tidak terima dan mengatakan “Kapan aku begitu?”. Seol mengingatkan kalau Jung sering marah tanpa alasan, mengerutkan dahi dan memutuskan kontak.

“Pikirkan bagaimana aku melewati itu semua” Seol mendesah. Jung tidak terima, dia mengatakan bahwa dia juga menderita “Kau tidak pernah membiarkan apapun lewat, kau cerewet, dan mudah marah dan membuatku menunggu” kata Jung. wajahnya terlihat kesal seperti anak kecil yang sedang ngambek. Seol tersenyum melihat Jung yang ngambek. “Senior, kau berubah. Kau bicara dengan baik. Aku sudah tidak frustasi lagi. Aku berharap kita bisa terus bertengkar seperti ini lagi ya” kata Seol. “Ayo terus bertengkar seperti ini” kata Seol dengan tangan melingkar di lengan Jung. Jung tersenyum lalu tertawa malu.


Namun beberapa detik kemudian dengan wajah serius Jung mengatakan dia tidak akan memberikannya. Seol merajuk dan merayu Jung dengan bergelayut manja di lengan Jung. “Kumohon? Apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu memberikannya padaku?” tanya Seol. Jung tertawa dan merangkul Seol “Tergantung seberapa baiknya kau” kata Jung. Mereka berjalan sambil tertawa senang.

In Ho mendapat telepon dari sang Keun. Sang Keun memberitahu bahwa bos mereka ada di Seoul. In Ho bertanya untuk apa dia di Seoul. Sang Keun mengatakan bahwa bos besar yang dulu pernah diselamatkan In Ho mencarinya. Dan bos terlihat stress karena bos besar memanggilnya lalu memukulnya. Saat ini bos tengah mencari In Ho sehingga Sang Keun meminta In Ho untuk bersembunyi. In Ho nampak panic, namun dia mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak panic.



In Ho berusaha menghindari Seol, namun Seol yang pagi itu terlihat tidak enak badan memanggilnya dan bertanya mengapa In Ho menghindar. In Ho melihat mantan bos-nya, Hammer tengah menanyai beberapa mahasiswa dengan menunjukkan pamflet bergambar in Ho di kampus.


In Ho terkejut kemudian menarik Seol untuk bersembunyi. Seol protes namun mulutnya dibekap In Ho.

Saat itulah Seol merasa sakit di perutnya makin menjadi dan dia pingsan.


In Ho membawa Seol ke RS. Dia menunggui Seol. In Ho hendak menyentuh tangan Seol namun todak jadi. Tiba-tiba orang tua Seol dan Jun datang, mereka nampak panic. In Ho mengatakan bahwa Seol hanya mengalami stress-gastritis sehingga kerja perutnya tak berfungsi dengan baik.


Ibu berterima kasih pada In Ho karena telah membawa Seol ke RS. Seol siuman dan memanggil ibunya. Jun berinisiatif menghubungi Jung. In Ho pergi tanpa berpamitan. Dia berjalan keluar sambil berpikir mengapa Hammer bisa mencarinya sampai ke kampus. In Ho khawatir Hammer mengetahui dan menyakiti Seol. Dia nampak menghubungin seseorang.



Hammer memukul In Ho. Hammer marah karena In Ho sudah mencuri uangnya. Hammer mengajak In Ho kembali bersamanya ke Busan. Namun In Ho menolak dengan alasan dia bukan gangster. In Ho bersedia ganti rugi dengan membayar kembali namun dia terkejut saat tahu harus membayar 10jt won. Hammer memberi waktu satu minggu untuk melunasinya.

BERSAMBUNG KE || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 13 Part 2
Advertisement