SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 11 Part 1

- Selasa, Februari 23, 2016
advertise here
Advertisement
Advertisement
Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 11 Part 1 || Setelah dua minggu menunggu, akhirnya drama ini kembali menyapa penonton. Saat yang ditunggu-tunggu penggemar pasangan Jung-Seol akhirnya tiba. Jung dan Seol berbaikan kembali meski sesaat saja karena ending episode ini malah menunjukkan mereka kembali bermasalah. Dan kali ini karena kecemburuan Jung.

Perlahan penonton makin diyakinkan mengenai perasaan Jung kepada Seol yang sangat dalam sehingga dia takut kehilangan Seol. Dan bagaimana In Ho makin menyadari perasaannya pada Seol. Kedekatan In Ho dengan keluarga Seol membangkitkan kembali kenangan lama Jung saat In Ho juga ‘dekat’ dengan ayah Jung sehingga Jung merasa tersisih.

Seol yang tidak menceritakan segala hal yang mengganggu dirinya kepada Jung nampaknya akan menjadi pemicu buruknya hubungan mereka.

SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 11 Part 1


Seol menatap foto In Ha dan Jung yang ada di ponselnya. Seol mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak terpengaruh akan foto tersebut. Dia kemudian menghapus foto itu. Seol nampak tengah mencari pekerjaan di situs pencari kerja. Saat itu di mendengar rengekan Jun pada ayahnya. Jun meminta ayah memberinya uang tambahan karena ibu hanya sedikit memberi. Seol keluar kamar.


Dia melihat ayah memberi uang pada Jun. Seol memandang dengan tatapan iri. Seol merasa tersisih karena ayah memberi Jun uang sementara dia yang sangan membutuhkan uang untuk kuliah malah tidak pernah diberi uang.


Seol, Bora dan Eun Taek nampak menyimak penjelasan dari dosen. Di belakang mereka nampak Oh Young Gun menatap Seol dengan tajam. Oh Yong Gun tengah berpikir untuk menanyakan pada Seol mengenai foto yang dia kirim. Apakah Seol sudah putus dari Jung atau belum. Di sebelahnya, Da Young menatap Young Gun dengan tajam.

Kelas usai. Young Gun nampak berbicara dengan dirinya sendiri bahwa dia akan bertanya pada Seol. Eun Taek menyuruh Seol dan Bora untuk cepat-cepat membereskan barangnya karena Young Gun bersiap menghampiri Seol. Mereka buru-buru keluar kelas.


Saat keluar dari kelas Eun Taek melihat seseorang dan bertanya pada Seol dan Bora, apakah gadis itu dari jurusan fashion. Seol tertegun mengenali In Ha. Dia bertanya-tanya mengapa In Ha ada di sekolahnya.

Da Young memanggil Oh Young Gun. Young Gun yang hendak mengejar Seol menampik ajakan Da Young untuk bicara. Da Young bersikeras dan bertanya mengapa Young Gun bertindak mencurigakan? Dia ingin tahu ada hubungan apa Young Gun dengan Seol. Seol mendengarkan pembicaraan mereka. Young Gun marah dan hendak memukul Da Young yang terus bertanya. Perlahan In Ha mendekati mereka.

“Bagaimana kau bisa melakukan ini, sialan!” teriak In Ha sambil memukul Young Gun. In Ha berkata bahwa Young Gun sudah mengkhianatinya.


In Ha terus memukul Young Gun dengan membabi buta. “Kau bilang aku satu-satunya untukmu. Apakah kau manusia?” tanya In Ha sambil berteriak. In Ha bakal bertanya apakah Da Young adalah wanita kedua. In Ha kembali memukuli Oh Young Gun.


Mahasiswa lain yang melihat memandang In Ha dengan tatapan takut sekaligus kagum. Young Gun berteriak mencoba membela diri, namun In Ha makin histeris. Da Young bertanya siapa In Ha.

Seol bertanya-tanya dalam hati, mengapa In Ha bisa mengenal Young Gun dan apa tujuannya. In Ha mengambil ponsel dan dompetnya yang dipungut oleh Min Do Hyun.


In Ha menunjukkan foto setengah telanjang yang dikirimkan Oh Young Gun padanya. Semua orang terkejut dan menyoraki Young Gun. Young Gun mencoba membantah dan mengatakan itu bukan dia.


Namun, Da Young membenarkan bahwa itu Young Gun, melihat bekas tanda lahir di leher Young Gun juga ada di foto tersebut. “Dasar brengsek!” kata Da Young sambil menampar pipi Young Gun.

Young Gun membalas dengan menunjukkan foto In Ha dan Yoo Jung. Dia memperlihatkan foto itu dan mengatakan bahwa In Ha adalah pacar Jung. “Tanpa menyadarinya, aku merasakan kemarahan di saat itu. Orang-orang akan merasa kasihan pada senior dan menghinanya karena pria ini” kata Seol dalam hati.

Seol menegur Young Gun yang sembarangan menuduh Jung. Seol mengatakan bahwa dia mengenal In Ha. Da Young bertanya apakah Seol mengenal In Ha. “Ya, dia adalah seseorang yang dibesarkan bersama senior Jung sejak mereka kecil. Aku mengenal adik lelakinya juga” kata Seol. Dia memandang Young Gun dan bertanya, apa masalahnya jika mereka saling merangkul. “Dia tinggal di luar (negri) untuk waktu yang lama jadi itu adalah hal yang wajar baginya” Young Gun terlihat shock.

In Ha berakting seolah dia merasa bersalah. “Seol…maafkan aku. Aku tidak bermaksud demikian” katanya sambil menangis. “Jangan memberitahu Jung tentang hal itu, itu menyedihkan” kata In Ha dengan air mata buayanya. Young Gun meminta Seol untuk berhenti berbohong. Karena Seol sendiri pernah bicara dengan In Ha di telepon. Namun Seol bersikeras. Da Young menyela dengan mengatakan dia gila karena pacaran dengan Young Gun. Da Young sangat marah dan meminta Young Gun untuk tidak menghubunginya lagi seraya menampar wajah Young Gun hingga jatuh. Sebelum pergi In Ha tak lupa memukul Young Gun sekali lagi dan berkata supaya tidak menghubunginya lagi.

Young Gun sangat marah dan menghampiri Seol. “Kau akan mati!” katanya. “Sampah!” kata Seol. “Apa?” Young Gun tertegun. “Kau sampah tanpa harapan” kata Seol kemudian pergi meninggalkan Young Gun. Teman-teman yang lain meninggalkan Young Gun disertai ejekan dan tertawa melecehkan. Young Gun nampak terpuruk.


In Ha berjalan sambil mengingat ‘kebohongan’ yang dikatakan Seol soal dia mengenalnya dan tinggal di luar negri. “Dia benar-benar licik” kata In Ha. Seol menyusul In Ha. Dia memanggil In Ha dan meminta waktu in Ha untuk bicara.


Mereka duduk berhadapan di sebuah cafĂ©. Seol bertanya apakah In Ha benar-benar berkencan dengan Oh Young Gun. In Ha mengatakan dia tidak kenal Oh Young Gun (dengan kata lain dia dan Young Gun tidak berkencan). Seol bertanya apakah yang terjadi hari itu ada hubungannya dengan Jung. In Ha mentertawakan Seol dan menyuruhnya bertanya sendiri kepada Jung. Seol tidak menjawab. “Ah karena kau takut? Kau takut mengetahui apa kebenaran yang tidak kau ketahui?” tanya In Ha. Seol meminta In Ha untuk menjawab pertanyaannya. In Ha mengatakan tidak untuk hari itu. “Tapi apa yang akan kaulakukan jika benar Jung yang mengirimku? Putus? Aku rasa sayang jika kau kehilangan dia. Dia memiliki banyak uang, datang dari keluarga baik dan tampan. Dia baik untuk berkeliling dan menunjukkan kau adalah pacarnya”


“Bukan begitu” kata Seol. “Bukankah kau yang berusaha memanfaatkannya?” lanjut Seol. “Aku? Aku berbeda. Kenapa? Karena hanya aku yang mengerti Jung. Jadi dengan mengerti satu sama lain kami menjalani hubungan memberi dan menerima. Kedua pihak menang” kata In Ha. In Ha menjelaskan hanya ada dua tipe wanita yang mengikuti Jung. Yang pertama ketakutan dan kabur tanpa menengok ke belakang dan yang kedua bertahan seakan itu adalah hidup dan mati. In Ha tidak mengusik Seol karena tidak melihat Seol sebagai salah satu dari tipe tersebut. In Ha yakin suatu saat Seol akan meninggalkan Jung. In Ha menyuruh Seol memutuskan jika tidak bisa mengatasinya sebaiknya Seol segera pergi karena Seol sudah membuat Jung menderita atau dia sendiri yang akan menyingkirkan Seol. In Ha ingat harus mengirim pesan ke Jung.


Jung tengah rapat. Seusai rapat semua orang akan pergi makan-makan. Manajer mengajak Jung, namun salah satu senior menyuruh Jung membuat laporan rapat. Manajer menegur si senior karena terlalu berlebihan memberi pekerjaan pada pekerja magang. Jung tersenyum dan mengatakan akan melakukannya, namun dia nampak kesal saat semua orang telah pergi.


Jung menyelesaikan laporan. Dia nampak kesal saat membaca nama di cover proposal adalah nama si senior, Park Jung Soo. Jung bangun dari kursinya dan mendorong kursi itu ke belakang. Saat seorang staff wanita datang, Jung berusaha bersikap ramah. Jung melihat sekeliling ada beberapa orang menatapnya. Jung nampak menyadari bahwa bisa saja salah satu dari orang-orang itu mata-mata ayahnya. Jung berjalan sambil melepas ikatan dasinya meninggalkan ruangan kerja.


Seol tengah mengajari In Ho di perpustakaan. In Ho bertanya mengenai Seol yang dipecat dari pekerjaannya di perpustakaan. In Ho bertanya apakah Seol masih boleh ke perpustakaan padahal dia dipecat? Seol meminta In Ho tidak perlu khawatir karena dipecat bukan berarti tidak dijinkan masuk. Seol menyuruh In Ho untuk konsentrasi. Alarm berbunyi, In Ho segera mematikan dan meminta maaf karena berisik.

In Ho melihat Seol tengah tertidur dan memandanginya. In Ho menulis dan merobek bukunya, dia meninggalkan pesan untuk Seol yang tertidur. Seol terbangun dan menyadari In Ho sudah pergi.


In Ho memainkan Fur Elise dengan dinamis. In Ho memainkan pianonya sambil mengingat masa-masa indah bersama Seol.


Nampak prof Shin melihat dari balik pintu sambil tersenyum. “Dia terlihat sangat lemah. Ada rasa kesepian dari dirinya. Dia kembali menjadi dirinya”


Jung dan In Ha tengah berbincang. Jung mengingatkan In Ha tentang perjanjian mereka bahwa In Ha tidak boleh menunjukkan dirinya pada Seol. Namun In Ha malah seperti sengaja ingin Seol melihatnya. Malahan seisi sekolah melihat In Ha. In Ha mencoba mengelak dengan mengatakan bahwa dia sudah mencoba. “Bukankah kau berjanji akan mengatasinya diam-diam?” In Ha meminta Jung mendengarkannya. Dia mengatakan bahwa Oh Young Gun terus menanyakan apakah dia dan Jung pacaran. “Jika aku tidak melakukannya, tidakkah kau pikir Hong Seol akan tetap menjadi pacarmu? Kau harus berterima kasih padaku. Pikirkan itu baik-baik” kata In Ha. In Ha juga memberikan informasi dari pengamatannya terhadap Young Gun. Menurut In Ha jika dia mengikuti Young Gun maka sama dengan mengikuti Seol karena Young Gun selalu mengikuti Seol. In Ha mengatakan bahwa dia jadi mengikuti Seol. Dan dia menemukan sesuatu yang menarik.


In Ha menunjukkan foto Seol sedang bersama In Ho. Mulai dari di kereta, taman, hingga perpustakaan.

Jung memandangnya dan terkejut. “Jung kau jarang ke sekolah karena bekerja. Baek In Ho mengikuti Seol terus seperti dia ksatrianya. Kita harus menyingkirkan si pecundang supaya Baek In Ho menghentikannya (menemani Seol). Tidakkah kau setuju? Apa aku salah?” tanya In Ha. Jung hanya diam. In Ha tersenyum licik, dan akan mengirimkan foto-foto itu pada Jung.


In Ha berjalan dengan langkah tenang. Tiba-tiba dia berjoged-joged merayakan keberhasilannya. Dia berhasil mendapatkan kembali kartu kredit dari Jung.


Seol berjalan di lorong apartemennya. Dia mengingat kembali yang telah dikatakan In Ha padanya, bahwa Seol tidak melakukan apa-apa hanya diam. Seol membenarkannya dalam hati. Dia tidak bisa lari dari Jung (meninggalkannya) namun juga tidak bisa menerimanya (kembali pada Jung). “Aku ingin senior di sisiku saat aku menghadapi waktu yang sulit. Dan aku merindukannya” kata Seol dalam hati. Dia memencet kode untuk masuk ke rumah.

Di dalam rumah nampak ayah tengah memarahi Jun yang berhenti kuliah bukannya cuti. Ayah nampak memukul Jun. Seol mengintip dari depan. Ayah menyuruh Jun kembali Amerika. Jun menolak. Dia tahu di rumah tidak ada uang. Jun juga mengalami masa sulit di sana. Ayah marah dan bersikeras mengirim Jun kembali ke Amerika. Ibu meminta ayah sabar, karena ayahlah yang memaksa Jun ke Amerika.


Ayah meminta Jun menemukan cara untuk kembali ke Amerika. Mengenai uang kuliah, ayah berjanji akan mencari cara termasuk menyuruh Seol untuk cuti. Seol yang mendengar jadi kesal. Ibu memarahi ayah karena membawa-bawa Seol. Seol berjalan menghampiri kedua orangtuanya. “Kenapa? Kenapa aku harus cuti karena Jun?” tanya Seol. Ayah dan ibu serta Jun terkejut melihat Seol.

seol mengungkit tentang apartemennya yang dia lepas demi membayar uang kuliah Jun hingga dia harus rela menempuh 4 jam perjalanan kereta serta usahanya mendapatkan beasiswa. Ayah meminta Seol untuk tidak khawatir dan mengatakan saat Seol nanti menikah dia akan tahu sememntara Jun lah yang akan menjaga keluarga. Seol merasa kecewa karena seakan dia akan menjadi orang asing setelah menikah. Seol mengungkit kesulitan yang dia alami selama ini. Mulai dari mencari uang untuk membayar kuliah dan masih dipusingkan dengan beasiswa. Ayah tidak pernah sekalipun merasa puas dengan Seol dan bahkan tidak pernah memujinya. “Kau tahu. Aku juga ingin dipuji dan ditenangkan” kata Seol

Ibu menghampiri Seol dan mengatakan bahwa mereka mengerti penderitaan Seol. Namun Seol mengatakan bahwa ibu sama saja. Pada akhirnya ibu menyerahkan beban kepada Seol. Ibu mengeluhkan semua masalah pada Seol. “Bagaimana aku bisa mengatasi semuanya?” tanya Seol. “Itu karena ibu bergantung padamu daripada pada Jun” kata ibu menjelaskan. “Bagaimana denganku? Pada siapa aku bergantung?” tanya Seol. Dia kemudian berbalik menuju pintu dan keluar dari rumah. Ibu marah pada ayah yang selama ini hanya sibuk pada bisnisnya yang selalu gagal. Jun keluar menyusul Seol.

In Ho tengah berjalan menuju rumahnya ketika Jun memanggilnya. Jun bertanya apakah In Ho bertemu kakaknya. Jun mengatakan bahwa Seol kabur dari rumah setelah bertengkar dengan ayah. In Ho menyuruh Jun tetap mencari dan dia sendiri juga ikut mencari. In Ho berusaha menghubungi Seol namun tidak ada jawaban.

Seol menghubungi Bora menanyakan keberadaannya. Bora mengatakan dia tengah makan malam bersama ayahnya. Seol tidak ingin mengganggu sehingga saat Bora bertanya ada apa dia berkilah ingin makan ayam dan minum bir bersama Bora dan Eun Taek. Seol berjalan dengan wajah tertunduk sedih. Dia merasa tak ada yang berubah. Dia kembali sendirian dan mengatasi masalah dengan caranya sendiri. “Tetapi kadang…meski aku…meski aku,,,” Seol tidak melanjutkan kata-katanya.


Beberapa meter didepannya dia melihat Jung tengah berdiri di depan mobilnya. Seol nampak hampir menangis dia menatap Jung. Jung tersenyum getir. Matanya memandang Seol penuh kerinduan.

Seol tidak dapat menahan air matanya. Jung tetap tersenyum. Dia membuka mulutnya dan berkata pelan “Seol-ah apakah kau mencariku?” tanya Jung dengan suara yang tidak terdengar.


Seol tidak bisa menahan dirinya. Dia berlari ke arah Jung. Melihat Seol berlari menghampirinya, Jung juga berlari menyambut Seol. Mereka bertemu dan saling berpelukan. Seol menangis dalam dekapan Jung, sementara Jung berusaha menenangkan Seol dengan mengelus rambutnya dan mempererat pelukannya.

In Ho yang baru tiba memandang dengan perasaan campur aduk. Entah apa yang ada dalam pikiran In Ho melihat gadis yang dia sukai berada di pelukan pria lain yang pernah menjadi teman baikknya. In Ho berbalik meninggalkan tempat itu.

BERSAMBUNG KE || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 11 Part 2
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search