Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 7 Part 2

Advertisement

Baru Sinopsis, || EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 7 Part 2

Setahun yang lalu. Seol nampak tengah menonton pertandingan basket di pinggir lapangan bersama Bora. Nampak Jung dan teman-teman lain tengah melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai.

Bora dan Seol menyemangati Eun Tak yang juga ikut. Tiba-tiba Oh Young Gun berlari di depan mereka bersikap seolah dia pahlawan sebenarnya. Young Gun meminta Bora untuk melupakan Eun Taek dan mendukungnya karena dia akan memenangkan pertandingan. Seol bertanya mengapa Young Gun menggoda Bora padahal setahu Seol Young Gun tengah mendekati Joo Yeon. Bora mengatakan bahwa Young Gun memang seperti itu.

Sang Chul melarang Young Gun ikut bermain karena Jung yang akan main. Mereka bertaruh uang makan 2000 won sehingga yang bertanding harus yang lebih baik (jago bermain basket). Dengan kesal Young Gun terpaksa menunggu dipinggir lapangan bersama teman-teman lain. Pertandingan berjalan dengan seru. Beberapa kali Jung dan Eun Taek mencetak skor. Melihat Seol dan Bora selalu bersorak senang melihat Eun Taek memasukkan bola, Young Gung menjadi cemburu.


Dia melangkah mendekati Bora lalu menarik tangannya. “Mari kita bicara!” katanya dengan kasar. Bora menolak dan Young Gun kembali menarik tangannya. Seol berusaha menarik tangan Young Gun mencegahnya menarik Bora.

Eun Taek yang tengah memegang bola melihat kejadian tersebut. Dia lantas melemparkan bola sehingga tepat mengenai wajah Young Gun. Pertandingan terhenti. Young Gun sangat marah dan memaki Eun Taek. Eun Taek tidak terima dan hendak mengahjarnya. Seol menarik tanagn Eun Taek mencoba menahan Eun Taek supaya tidak berkelahi. Sang Chul dan Jung mendekat untuk melerai. Young Gun yang berusaha memukul Eun Taek ditahan oleh Jung, namun dia menepis dan malah tak sengaja memukul Jung. Semua orang terkejut melihat Jung kena pukul. Sang Chul memarahi Young Gun. Young Gun bukannya meminta maaf malah marah karena tidak ada yang memperhatikan dirinya yang berdarah. Jung berusaha menenangkan semua orang dengan mengatakan bahwa dia tidak apa-apa dan Young Gun tidak sengaja. Young Gun yang mendengar pembelaan Jung malah marah “Apa? berhenti berpura-pura menjadi baik dan palsu. Apa kau pikir aku tidak tahu?” kata Young Gun. Seol memandang ke arah Jung, ingin tahu reaksinya.


“Hey kalian seharusnya sadar. Apa kalian pikir dia memiliki ketertarikan dengan kalian? Dia baik pada kalian hanya karena kasihan. Dia itu palsu apa kalian tidak melihatnya? Kalian mengganggu. Kalian bahakan tidak melihat kepalsuannya . Jadi siapa yang kalian semua bicarakan? Dia palsu” kata Young Gun. “Kau lebih palsu” kata Da Young. Semua orang memandang Young Gun dengan tatapan aneh. Sang Chul menyuruh Young Gun untuk minta maaf kepada Jung. Young Gun melihat Jung, kemudian teman-temannya yang memandangnya dengan tatapan seolah menuntut Young Gun untuk minta maaf. Young Gun sadar! Dia telah berbicara terlalu banyak. Young Gun segera meminta maaf. Jung mengatakan tidak apa dan menyuruh Young Gun untuk mengobati lukanya kemudian beranjak pergi. Young Gun berusaha mengejarnya dan meminta maaf.


Young Gun terduduk lesu dengan wajah tertunduk. Seol yang kebetulan lewat merasa kasian. Apalagi Seol merasa yang dikatakan Young Gun mengenai Jung tidak sepenuhnya salah. Seol mendekati Young Gun dan menyapanya. Young Gun melihat sekilas dan membuang muka.



Jung yang hendak turun dari tangga melihat Seol dan Young Gun di taman. Dia memandang dengan tatapan tajam. Seol menegur Young Gun yang sudah kelewatan dan menyuruhnya minta maaf pada Bora. Seol menambahkan bahwa alasan para gadis tidak menyukai Young Gun karena mereka tidak melihat ketulusan Young Gun. Seol menyuruh Young Gun untuk lebih terlihat bersungguh-sungguh. Karena Young Gun diam saja Seol menjadi salah tingkah. Seol memberikan sebotol air pada Young Gun kemudian berpamitan setelah sebelumnya menepuk pundak Young Gun. Seol menyesal kenapa hari itu dia harus menghibur Young Gun.


Setelah hari itu, Oh Young Gun mulai terobsesi dengan Seol. Young Gun mulai mengikuti Seol dari kampus hingga pulang ke rumah. Young Gun mengatakan bahwa dia tulus menyukai Seol. Namun, Seol menolaknya dan meminta Young Gun untuk tidak mengikutinya.



Young Gun juga mengirimkan berbagai kado untuk Seol. Seol yang meminta Young Gun untuk tidak lagi mengirimkan hadiah harus menelan pil pahit karena Young Gun seolah tidak mendengarkan dan malahan mengatakan bahwa Yoo Jung lah yang menyarankan padanya untuk membeli barang-barang mahal untuk Seol.


Seol mendatangi Jung yang tengah duduk berbincang dengan Sang Chul. “Senior aku punya pertanyaan padamu. Oh Young Gun mengatakan padaku bahwa kau yang memberitahunya bahwa aku menyukainya. Terima kasih padamu dia telah menggangguku untuk beberapa waktu dan aku telah menderita” kata Seol. Jung nampak menyimak perkataan Seol dan berpikir. Sang Chul membela Jung dengan mengatakan bahwa setelah insiden pertandingan Young Gun kerap mengejar Jung untuk minta maaf. Dan saat itu Young Gun juga kerap menyebut Seol satu-satunya yang perhatian padanya di kelas. Sang Chul dan yang lain terpaksa setuju karena tidak enak. “Apapun masalahnya, aku minta maaf. Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu” kata Jung. “Jadi kau bilang kalian hanya setuju? Dan ini semua hanya kesalahan Oh Young Gun dan dia penyebab semuanya, benar? ini semua kesalahan Oh Young Gun” kata Seol menatap tajam Jung. “Tentu saja” kata Sang Chul. “Aku minta maaf” kata Seol kemudian pergi. Jung nampak berpikir. Setelah kejadian itu Oh Young Gun tiba-tiba menghilang.


Kembali ke saat ini.Seol makan sambil melamun. Dia tidak menyadari ada nasi menempel di bawah bibirnya. Seol berpikir bahwa mungkin kejadian yang dulu hanya omong kosong dari Young Gun. Jung mengambil nasi yang menempel sehingga Seol terkejut. “Senior” kata Seol. “Kenapa? Semua orang tahu kita pacaran” kata Jung sambil tersenyum. “Kau mungkin tidak apa dengan itu, tapi untukku itu masalah. Orang yang tidak pernah kukenal datang bertanya padaku apakah benar kita pacaran? Dan mengapa mereka melihat dari atas ke bawah? Membuatku merasa buruk. Mereka seakan tidak percaya. ‘kau tidak mungkin pacaran dengannya’ dengan ekspresi seperti ini” kata Seol sambil memonyongkan mulutnya. Jung tertawa mendengar kata-kata Seol. “Jangan tertawa aku benar-benar serius” kata Seol kesal. “Sebaiknya aku membeli sepasang kacamata hitam sekarang. Aku menjadi terlalu terkenal berjalan dengan wajah polos ” kata Seol. Jung hanya tertawa mendengarnya.

Paman Seol datang mengobrol dengan ibu Seol. Ibu Seol meminta paman untuk bicara pada ayah Seol. Paman Seol melihat In Ho dan menanyakannya pada ibu Seol. Melihat In Ho terlihat kuat, dia meminta ijin pada ibu Seol untuk meminjam In Ho. Dia menawarkan untuk membantunya beres-beres. In Ho bersedia.

Setelah membereskan ruangan, paman Seol meminta In Ho membersihkan gudang juga. In Ho menyanggupi. In Ho mulai membereskan barang-barang di gudang.


Pekerjaannya terhenti saat melihat sebuah piano di sudut gudang.



Beberapa tahun yang lalu, In Ho terlihat tengah memainkan piano di atas panggung. Di deretan penonton, nampak Jung duduk bersebelahan dengan In Ha yang merangkul Jung dengan mesra. Di deretan depan nampak pianis yang merupakan guru In Ho, duduk berdampingan dengan seorang professor. Permainan piano In Ho menyihir penonton, hingga akhirnya dia menyelesaikan permainannya semua orang bersorak dan memberikan tepuk tangan. Nampak guru In Ho dan juga Jung memberikan standing ovation. Wajah Jung terlihat senang dan bangga melihat In Ho. “Darimana kau mendapatkannya? Kau pasti sangat senang professor” kata pria yang berdiri di samping guru In Ho. “Selama dia bisa menghilangkan sikap liarnya dia akan menjadi lebih besar”.


Nampak In Ha tengah bernyanyi sambil memegang foto Jung. Di hadapannya nampak sebuah lukisan yang belum selesai dilukis. In Ho dan Jung masuk ke ruangan. In Ho melihat lukisan tersebut dan memandang ke arah Jung. In Ho mengambil lukisan dan bertanya apakah itu lukisan seseorang. In Ha berusaha merebut lukisannya. “Tunggu dulu,” kata In Ho, lantas meraih foto yang ada di tangan In Ha. “Ini bukan Yoo Jung kan?” kata In Ho. “Wah ini harusnya kau” lanjutnya. In Ho mengejek lukisan In Ha. Jung meminta In Ho untuk berhenti mengolok dan mengatakan bahwa pekerjaan In Ha bagus. In Ho mengatakan pada Jung untuk tidak melindungi In Ha terus menerus. “Karena kau terus mengatakan begitu dia jadi berpikir untuk belajar ke luar negri dan mengadakan pameran” In Ho mengejek In Ha yang ngotot melukis karena dulu tidak diperbolehkan mengambil kelas seni oleh bibi mereka.



In Ha terpicu emosinya, dia marah dan menyerang In Ho hingga terjatuh ke lantai. In Ha memukul In Ho dan mengatakan bahwa In Ho merasa hebat karena pintar main piano. In Ha juga mengancam suatu saat akan menghancurkan tangan In Ho dengan tutup piano. In Ha nyaris menginjak tangan In Ho.



In Ho tengah menonton tv saat Jung datang memberi tahu bahwa In Ha telah berhenti belajar melukis. In Ho menanggapi dengan santai. Jung menegur In Ho karena tidak perhatian padahal In Ha sudah berusaha meski hasilnya tidak bagus. “Jika dia tidak bisa ya sudah” kata In Ho santai. In Ha nampak tengah mencari tas nya di lemari. Dia menemukan lukisan Jung yang dia lukis, dengan kesal diguntingnya lukisan tersebut dan ditinggalkan begitu saja di lantai.


Kembali ke masa kini. In Ho tidak pernah mengerti apa yang dimaksud dengan menyerah menggapai impian. In Ho mencoba memainkan piano namun pianonya tidak mengeluarkan bunyi. Ternyata pianonya tidak menyala. In Ho mencoba mencari kabel namun tidak menemukan stop kontak. Tiba-tiba paman Seol datang menyuruh In Ho kembali ke restoran karena sudah malam. Dia khawatir adik iparnya akan kerepotan karena tidak ada yang membantu.


Seol nampak ceria. Dia senang karena hari itu tidak perlu naik kereta. “Aku akan mengantarmu pulang setiap ada waktu. Ini juga termasuk kencan” kata Jung tersenyum senang. Seol bertanya apa yang dilakukan mahasiswa tahun keempat. Jung mengatakan bahwa mereka tengah mencari kerja. Seol bertanya apa yang akan dilakukan Jung setelah lulus. Jung mengatakan belum pasti. Dia berniat untuk sekolah ke luar negri. “Ke luar negri? Lalu bagaimana denganku? Tanya Seol dalam hati, wajahnya terlihat sedih. Jung mengatakan dia akan focus magang dulu. Seol bertanya bukankah mencari pekerjaan tetap sangat sulit. “Sejujurnya” Jung nampak hendak menceritakan sesuatu. Seol memandang Jung dengan serius. “Taerang grup….adalah perusahaan ayahku” kata Jung. “Apa?” Seol terlihat shock. Jung tertawa, “Jangan memberitahu siapapun dulu. Apapun alasannya aku ingin memulai dulu dari bawah” kata Jung.


Seol nampak tidak percaya karena selama ini dia hanya mendengar pria kaya generasi kedua. “Kami benar-benar berasal dari dunia yang berbeda” kata Seol dalam hati. Jung melihat ke arah Seol yang diam saja. Seol berpikir bahwa keluarganya Cuma pemilik restoran mie, belum lagi Jung yang akan segera lulus dan mulai magang akan berat baginya untuk terus bersama Jung. “Apa yang kau pikir akan kau lakukan dalam 5 tahun?” tanya Seol. “Mungkin mengambil pelatihan manajemen” kata Jung. Mendengarnya Seol merasa rendah diri dan merasa dirinya tidak ada di masa depan Jung. Seol memandang Jung dengan gamang. Jung melihat ke arah Seol dengan heran. Jung bertanya apakah dia melakukan kesalahan. “Tidak” kata Seol sambil tersenyum getir. “Hanya membayangkan, setelah kau lulus, setelah beberapa waktu berlalu. Akankah aku masih berada di sampingmu? Aku hanya berpikir sesaat” kata Seol. Jung tersenyum. Seol memberitahu arah rumahnya.


Jung menghentikan mobilnya di depan sebuah gang. Seol bersiap untuk turun. Ketika Jung memanggilnya. Seol berbalik, dan Jung mendekap Seol dengan erat. “Apa yang kau khawatirkan?” kata Jung.


Perlahan Jung melepaskan pelukannya dan memandang Seol dengan lembut. Jung mendekatkan wajahnya perlahan ke arah bersiap untuk menciumnya, namun Seol memalingkan wajahnya. Jung terkejut namun kemudian meminta maaf. “Tidak aku hanya gugup” kata Seol. Jung tersenyum. Jung perlahan melepaskan genggaman tangannya. Seperti tersadar Seol buru-buru menangkap tangan Jung hingga Jung terkejut “Tidak!” kata Seol dalam hati. “Jika aku membiarkan dia pulang seperti ini berarti aku batu! Batu!” jerit Seol.



Seol memegang kedua pipi Jung hingga Jung terkejut. Seol mendekati wajah Jung dengan mulut dimonyongkan seperti ingin menciumnya. Saat Seol makin dekat, Jung menutup matanya, Seol dengan mata setengah terpejam mendaratkan ciuman ke pipi kanan Jung! LOL


Seol nampat terkejut dan memegang bibirnya. “Aku pergi sekarang” kata Seol dengan buru-buru keluar dari mobil. Jung yang masih terkejut memegang pipinya dan tersenyum memanggil Seol yang langsung berlari cepat tak peduli hujan turun.

Saat tengah berlari, Seol mendengar seseorang memanggil namanya. Dia melihat Jun tengah berteduh. Seol memarahi Jun yang habis minum, bukannya membantu ibu di restoran. Mereka melihat In Ho tengah berdiri di depan toko melihat stop kontak yang dijual di toko tersebut. Jun memanggil In Ho dan berdiri di samping In Ho yang membawa payung. Dia ingin menumpang. Jun juga memanggil Seol yang kemudian ikut bergabung di sebelah In Ho.



In Ho memberikan pegangan payung pada Jun dan dia sendiri merangkul Seol dan Jun sehingga mereka berkumpul di tengah payung. Mereka jalan bersama menuju rumah Seol. Di belakang mereka nampak Jung datang membawa payung. Ternyata Jung menyusul Seol karena khawatir Seol kehujanan. Wajah Jung terlihat kecewa, melihat In Ho-Seol-Jun berjalan bersama sambil berangkulan. Terlebih In Ho terlihat melambaikan tangan, dia tahu Jung ada di belakang dan sengaja merangkul Seol.

Seol dan Jun sampai di rumah. Ibu bertanya mengapa mereka bisa datang bersama dan tidak kebasahan padahal tidak bawa payung. Jun memberitahu bahwa mereka menumpang di payung In Ho. Ibu menduga kalau In Ho pasti tengah menuju toko paman mereka. Ibu mengatakan bahwa hari itu In Ho menolong paman mebersihkan toko. Padahal In Ho tidak dapat bayaran tambahan namun memutuskan kembali ke toko untuk menyelesaikan pekerjaan. Ibu menyuruh Jun untuk mengumpulkan uang sekolah. Seol bertanya pada ibu apakah paman masih menyimpan piano elektrik. Ibu mengiyakan.


In Ho nampak tengah membersihkan gudang. Saat tengah memindahkan barang, In Ho terkejut melihat Seol yang berdiri di depan pintu. Seol masuk dan memberikan stop kontak untuk In Ho dia juga membawakan beberapa barang. “Bagaimana kau tahu?” tanya In Ho berdesis. In Ho mentertawakan Seol yang membawakannya buku piano untuk anak kecil. Seol merajuk, dia mengambil buku dan colokan yang dia berikan pada In Ho dan beranjak pergi. In Ho mencoba mengambilnya lagi. Mereka saling tarik menarik, Seol sengaja melepaskan pegangannya sehingga In Ho yang kehilanagn kesimbangan jatuh terduduk. Seol menyuruh In Ho untuk berlatih dan tetap semangat. “Kau sengaja kan? Kau sudah merencanakannya” kata In Ho kesal karena dikerjai.


In Ho menancapkan stop kontak. Dia mulai mencoba memainkan piano.


Jung tidak bisa tidur. Dia memikirkan peristiwa saat In Ho dengan sengaja merangkul Seol dan Jun lantas melambaikan tangan padanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Awalnya Jung mengabaikannya, namun akhirnya di angkat juga.


“Akhirnya kau mengangkat telepon dariku. Kapan kau akan mengaktifkan kartu kreditku lagi?” Jung hanya diam mendengar keluhan In Ha. “Hey kau mengabaikanku?” teriak In Ha. “Kaulah yang mengabaikanku saat aku menyuruhmu untuk les. Kau harus pindah dari tempat itu bulan ini aku akan menjual tempat itu” kata Jung lalu mematikan teleponnya. In Ha mengamuk.

Professor Kang datang ke kantor administrasi. Ass Heo menyambutnya. Prof Kang bertanya mengapa dia hanya mengajar 2 mata kuliah, padahal seharusnya 4. Ass Heo nampak salah tingkah. Heo memberitahu bahwa ada yang memang dibatalkan. Prof terkejut dan menanyakan alasannya. Menurut Heo kemungkinan karena kerja kelompok yang menjadi dasar penilaian bermasalah padahal seharusnya penilaian individu (mahasiswa) juga menjadi pertimbangan. Prof Kang terlihat kesal.

Di kelas prof Kang menyinggung masalah kerja kelompok. “Aku dengar banyak dari kalian tidak senang dengan adanya tugas kelompok” prof Kang lantas mengeluhkan para mahasiswa yang tidak menyampaikannya lansung. Prof Kang memberitahu bahwa penilaiannya kali ini berubah. Tidak lagi berdasar tugas kelompok, namun juga individu. 50% tugas individu dan 50% tugas kelompok nantinya nilainya akan digabung untuk menentukan nilai akhir Sehingga siapapun yang biasa mengandalkan orang lain dalam kelompok harus siap dengan konsekuensinya. Seol nampat tercenung, dia merasa ada yang aneh namun tidak tahu apa.


In Ho dan Jun datang ke kampus Seol. Jun mencoba menghubungi Seol untuk mentraktir mereka. In Ho melihat beberapa orang tengah bermain instrument. Jun mengajak In Ho ke gedung manajemen, namun In Ho lebih tertarik melihat tempat lain sehingga mereka berpisah.


Di kelas prof Kang memberi waktu istirahat 10 menit. Semua mahasiswa nampak lega. Seol langsung meletakkan kepalanya ke meja dan memejamkan mata. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Jun mengirim sms, mengatakan bahwa dia ada di kampus bersama In Ho. Jika Seol tidak keluar dalam waktu 5m maka dia akan meminta Jung mentraktir makan. Seol terlompat dari kursi dan kelihatan marah. Saat Seol akan keluar, Min Soo memanggilnya dan menawarkan sandwich. Seol menolak karena buru-buru hendak menemui Jun. Tanpa sadar gantungan HPnya terjatuh.


Min Soo memungut gantungan tersebut, berpikir bahwa gantungan itu sangat lucu dan mirip Seol kemudian menyimpannya.


Seol keluar gedung, namun tidak bisa menemukan Jun. Dia menghubungi In Ho menanyakan keberadaannya. Seol mendengar bunyi music dan menyimpulkan bahwa In Ho ada di fakultas music. Seol memutuskan menyusul ke sana.



In Ho masuk ke dalam gedung. Dia melihat-lihat suasana dan dari balik kaca pintu, dia melihat seorang murid tengah bermain piano. In Ho mengintip ke salah satu ruangan music. Nampak seorang pria tengah bermain piano di dampingin seorang guru. Professor itu melihat In Ho. Sadar ketahuan mengintip, In Ho buru-buru berbalik pergi. professor itu memanggil In Ho menyuruhnya untuk berhenti. “Baek In Ho?” tanya pria itu. In Ho terkejut karena prof mengenalnya. Prof bilang dia mengenali In Ho sebagai murid prof Noh Eun Ho. In Ho ingat lalu mengacungkan jarinya ke arah prof dan mengatakan bahwa prof adalah orang yang kerap mengikuti prof Noh. “Ya benar, kau masih tidak tahu sopan santun. Apa yang membawamu kesini?” In Ho beralasan dia hanya lewat saja dan berpamitan. Prof menahan In Ho dan bertanya mengapa dia tidak menghubungi prof Noh. In Ho tidak bersedia menjawab dan lansung kabur. Prof meminta In Ho untuk berhenti dan mengejarnya.


Seol mencari In Ho dan Jun. Dia kesal karena keduanya tidak mengangkat telepon. Seol bertemu In Ho yang lari dikejar prof. In Ho melewati Seol, sehingga Seol berniat mengejarnya. Prof meminta Seol berhenti dan menanyakan soal In Ho. Seol mengatakan bahwa In Ho bukan murid disitu. Prof memberikan kartu namanya dan Seol berjanji akan memberikannya ke In Ho. Seol membaca kartu nama tersebut, nama prof itu Shin Myung Soo.


Saat melihat ponselnya, Seol baru sadar gantungan HPnya tidak ada.


Seol nampak mencari gantungan HPnya diantara semak-semak dan tanaman. “Seol kita sudah mencari di tempat ini dua kali. Berhentilah mencari” kata Jung membujuk. “Sebentar lagi” kata Seol kebingungan. “Kau memnbelikannya untukku” kata Seol. Seol mengomel menyalahkan Jun dan In Ho yang datang dan mengancam akan memarahi mereka saat tiba di rumah nanti. Jung berjanji akan membelikan yang lain. Seol menurut. Jung membantu Seol keluar dari semak dengan menggendongnya. Seol masih penasaran, dia mengeluarkan isi tasnya.


Saat itulah Jung melihat kartu nama pemberian prof Shin. Jung menanyakan kartu nama itu. Seol memberitahu bahwa seorang prof memintanya memberikan kartu namanya pada In Ho. Jung nampak terkejut. Seol mencoba mengambil kartu nama tersebut dari tangan Jung, namun Jung tidak bersedia menyerahkannya. Aku akan memberikannya” kata Jung.



Seol khawatir Jung akan berkelahi dengan In Ho. Seol mengatakan bahwa dia akan menyerahkannya pada In Ho di restoran, namun Jung tidak suka wajahnya terlihat cemburu. Seol merasa Jung terlalu berlebihan. Seol meminta pergi bersama karena khawatir mereka akan berkelahi.



In Ho memandangi piano dihadapannya. Dia dikejutkan oleh suara Jung. “Kau ingin bermain piano?” In Ho hanya diam dan memandang ke arah Seol. Jung mengulangi pertanyaannya, namun tidak dijawab.


Jung memberikan kartu nama prof Shin.in Ho tidak mengambil kartu tersebut. “Melihat kelakuanmmu aku lihat kau masih memiliki penyesalan yang tersisa” kata Seol. In Ho membantahnya. Jung meminta In Ho untuk pergi belajar ke luar negri, Jung yang akan membayarnya.


Seol nampak terkejut dan melihat ke arah Jung. “Kau sangat lucu” kata In Ho sambil tertawa sinis. “Aku mengatakannya karena sepertinya kau berubah pikiran. Jika harga dirimu yang menahanmu pergi. kau tidak harus seperti itu. Apakah kau mau atau tidak bermain piano itu merupakan urusanmu. Tetapi jangan diam tak memutuskan apapun dan mendorong Seol kedalamnya” kata Jung.


Jung merangkul Seol dan mengajaknya pergi. In Ho hanya bisa tertawa tak habis pikir.


BERSAMBUNG KE SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 8 Part 1

Komentar:

Pada episode kali ini kita kembali melihat sisi gelap dari Jung Yoo. Saat melihat wanita yang dicintainya terluka, Jung akan melakukan apa saja untuk membalasnya. Jung menghajar si pencuri yang telah melukai Seol. Dia balas memukul dan menendang si pencuri, bisa dikatakan bahwa si pencuri menerima 10 kali lipat dari apa yang dia lakukan. Apa yang dilakukan Jung sungguh menakutkan, dia memukul si pencuri tanpa belas kasih tidak heran Seol sempat ketakutan dan gemetar. Hmm untung saja In Ho dan Jung tidak pernah benar-benar jadi berkelahi, membayangkan In Ho yang liar berkelahi dengan Jung yang penuh strategi pasti akan mengerikan dan kemungkinan Jung yang menang lebih besar.

Melihat Min Soo yang meniru penampilan Seol sungguh mengganggu. Seperti tidak punya identitas saja. Yang lebih menyebalkan Min Soo tidak mengaku dan mangatakan sudah lama menyukai style yang demikian. Nampaknya Min Soo dan Young Gun akan menjadi musuh yang mengerikan untuk Seol.

Perkembangan hubungan Seol-Jung semakin baik meski sempat ada ketakutan dalam diri Seol saat melihat Jung memukul si penjahat tanpa ampun yang membuatnya teringat kata-kata In Ho soal tangannya yang terluka karena Jung. Sementara dari flashback kita bisa lihat betapa dekat hubungan Jung dan In Ho di masa lalu. Entah apa yang membuat Jung menjadi begitu marah dan tidak menolong In Ho saat dikeroyok, dan dari cerita In Ho nampaknya Jung lah yang memanipulasi keadaan sehingga perkelahian itu terjadi.

Tapi In Ho tidak sepenuhnya baik, kesal juga melihat dia berusaha memprovokasi Jung dengan sengaja merangkul Seol di tengah hujan bahkan melambaikan tangannya. Mungkin tanpa In Ho sadari dia pernah melakukan sesuatu yang membuat Jung marah dan membencinya mengingat In Ho di saat SMU sangat tidak peka dan kepribadiannya liar dan tidak sopan. Ingat saat dia mengejek lukisan In Ha, menurut saya sebagai seorang adik In Ho sudah kelewatan. Saat tahu In Ha berhenti melukis dia juga tidak merasa menyesal dan melewatkan begitu saja.
Advertisement
Advertisement

0 Response to "SINOPSIS DRAMA KOREA Cheese In The Trap Episode 7 Part 2"

Poskan Komentar

INFORMASI

Dilarang Keras Copypaste / Main Comot Sinopsis BARU SINOPSIS Ke Blog Atau Grup / Fanpage Facebook. Cukup Baca Sinopsis Hanya disini di Blog BARU SINOPSIS

*Hargai Kerja Keras Penulis DIMOHON KESADARANNYA UNTUK TIDAK COMOT SINOPSIS DISINI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI