SINOPSIS Lucky Romance Episode 2 Bagian 2 (Drama Korea)

Advertisement

BARU SINOPSIS || << SINOPSIS LUCKY ROMANCE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Lucky Romance Episode 2 Bagian 2 : Gary tersenyum, teringat saat masih kecil, Bo Nui juga pernah memasang plester ke tangannya. Bo Nui menyuruh Gary untuk berhati-hati karena tinggal di sebelah kamarnya. Dia juga memberitahu bahwa dia tidak ingin berteman atau terlibat dengan gary, sehingga lain kali jika Gary memerlukan sesuatu dia bisa meminjam kepada tetangga yang lain. Bo Nui berbalik kembali ke kamarnya.


Gary menahan pintu kamar Bo Nui dan mengajaknya keluar untuk makan. Bo Nui menolak dengan tegas. Gary memaksa dan saat menarik pintu Bo Nui terlempar ke depan nyaris membentur jendela. Gary minta maaf dan memberitahu bahwa dia cukup terkenal sehingga Bo Nui akan menyesal jika menolak ajakannya. Bo Nui mengatakan bahwa hidupnya sudah penuh dengan penyesalan “kecuali jika kau lahir di tahun macan aku akan mempertimbangkannya” kata Bo Nui sambil lalu. Gary menahan pintu kamar Bo Nui dan mengatakan bahwa dia lahir di tahun macan. Bo Nui terlihat senang dan setuju untuk makan di luar.


Gary menawarkan untuk makan malam esok. Bo Nui setuju. Gary tersenyum dan berpamitan, sebelum menutup pintu Bo Nui memanggil Gary “Tunggu, besok bawa kartu identitasmu” kata Bo Nui sambil menutup pintu.


Di dalam, Bo Nui terlihat senang dan bersyukur karena Tuhan mengirimkan pria bershio macan tepat di sebelah flatnya.


Gary nampak tengah mengajari anak-anak bermain tenis. Di bangku penonton, Amy nampak tengah berbicara dengan seorang reporter. Amy menghampiri Gary yang telah selesai memberi coach clinic. Amy bertanya dimana Gary tinggal. Amy juga menanyakan mengapa Gary tidak tinggal di hotel. Gary mengatakan dia ingin bersenang-senang di Korea. Amy heran karena dulu Gary tidak suka jika dia menyebut soal Korea. Amy menebak, jangan-jangan Gary tinggal di rumah yang kemarin mereka datangi. Gary tersenyum mengiyakan. Amy terkejut dan meminta Gary untuk pindah karena akan memalukan jika ada yang tahu Gary tinggal di flat. Gary tidak peduli dan meninggalkan Amy yang dongkol.


Bo Nui nampak merias dirinya di cermin. Dia berusaha tampil cantik karena hari itu akan makan malam dengan Gary. Bo Nui nampak bingung dengan memilih pakaian yang harus dia kenakan. Dia mengecek warna keberuntungannya hari itu di ponselnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, Bo Nui yang tahu itu dari Dal Nim memintanya untuk menghubunginya nanti saja karena dia sibuk. Saat Bo Nui hendak mengecek kembali peruntungannya, tiba-tiba ponselnya berdering lagi dan dengan kesal Bo Nui menjawab “Tidak tertarik” dan menutupnya. Sekali lagi ponselnya berdering, Bo Nui menengaskan dia tidak mau.


Bo Nui mencari pakaian berwarna pink setelah mengecek warna keberuntungannya hari itu pink. Saat hendak mengenakan bajunya, bel pintu berbunyi. Bo Nui menduga yang berada di depan pintu adalah Gary yang datang membawa buket bunga mawar.


Bo Nui membuka pintu seraya mengatakan dia belum siap. Namun dia terkejut melihat di depan pintu ternyata Soo Ho. Soo Ho juga terkejut melihat Bo Nui yang keluar dengan make up tebal dan belum selesai. Bo Nui bertanya mengapa Soo Ho datang. Soo Ho mengatakan bahwa dia sulit menghubungi Bo Nui. Bo Nui mengira Soo Ho datang karena masih menuduhnya sebagai mata-mata industry. Bo Nui juga mengakui bahwa dia ingat kejadian hari itu dan minta maaf karena telah menyusahkan Soo Ho. “Tapi bukankah terlalu berlebihan kau datang ke tempatku?”

“Pertama, aku tahu alamat dan no teleponmu dari surat lamaran. Kedua, memang benar kau telah menyebabkan masalah untukku, namun aku ke sini bukan untuk permintaan maaf mu” kata Soo Ho. Bo Nui menyimak. “Sejauh mana kau mengerti soal IF?” tanya Soo Ho. Bo Nui terkejut.


Gary mengendarai mobilnya hendak menjemput Bo Nui. Dia teringat sesuatu dan menghentikan mobilnya di depan toko bunga kemudian masuk ke dalam.



“Apa kau punya investor?” tanya Soo Ho “Tidak” kata Bo Nui. “Apa kau yang menentukan program?” tanya Soo Ho. “Tidak” kata Bo Nui. “Baik, aku menawarkan 300.000 dollar dan 1% insentif. Bagaimana?” kata Soo Ho. Bo Nui melongo tidak tahu harus berkata apa. “Kenapa? Kau mau insentif lagi?” tanya Soo Ho. “Kau bilang, kau mau membeli IF?” tanya Bo Nui tak percaya. “Ya” kata Soo Ho. “Mengapa?” tanya Bo Nui. Soo Ho mengatakan dia tidak bisa bernegosiasi masalah bisnis di situ. Dia mengajak Bo Nui membicarakannya di tempat lain. Bo Nui menahannya.


Bo Nui mengatakan bahwa itu urusan bosnya jadi seharusnya Soo Ho menghubungi bosnya. Bo Nui juga mengatakan dia sedang ada janji penting sehingga tidak bisa pergi. Setelah berkata demikian dia menutup pintu. Namun, Soo Ho menahan pintu dengan kakinya. “Aku tidak bisa menghubungi bosmu bagaimanapun cara yang kulakukan. Aku mencoba no rumah dan ponsel tidak ada yang jawab” kata Soo Ho. Bo Nui menjawab bahwa bosnya tengah dikejar penagih sehingga tidak mengangkat nomor yang tidak dikenal. Soo Ho meminta Bo Nui menghubungi bosnya. Namun Bo Nui berkilah bosnya juga tidak akan menjawab teleponnya karena berhutang padanya. Bo Nui mengakhiri pembicaraan dan hendak menutup pintu namun dengan cepat Soo Ho menahan pintu. Soo Ho meminta Bo Nui memutuskan iya atau tidak.


Gary tiba dan berjalan masuk ke rumah. Soo Ho mengatakan bahwa dia sebenarnya tidak percaya pada Bo Nui terlebih dia masih heran mengapa Bo Nui pergi setelah menghabiskan waktu memperbaiki bug. “Jika kau tidak ingin menjualnya mengapa kau menghabiskan waktu mempresentasikannya” tanya Soo Ho. Bo Nui nampak panic. Dia khawatir Gary keburu datang.

Bo Nui menjelaskan bahwa sama seperti perusahaan yang berhak memilih pegawai maka dia juga berhak untuk tidak bergabung di Zeze factory. Soo Ho tercekat. Harga dirinya terluka. “Kau…kau memilih untuk tidak bergabung di Zeze?” tanyanya tergagap. Bo Nui melanjutkan itu sama saat Soo Ho menawarkan 100.000 atau berapapun untuk membeli IF, adalah hak Daebak Soft untuk mempertimbangkannya.

Tiba-tiba terdengar siulan Gary yang tengah menaiki tangga.


Bo Nui panic dan segera menarik Soo Ho ke dalam rumah dan dengan cepat menutup pintu. Soo Ho terkejut dan protes. Namun Bo Nui menutup mulut Soo Ho dan mendorongnya merapat ke tembok.


Di depan pintu, Gary memanggil Bo Nui, memberitahu dia ada di depan. Bo Nui terlihat panic, sementara Soo Ho masih terlihat shock.


----Malam Itu----

Bo Nui memeluk boneka beruang dan berjalan sempoyongan. Di belakangnya nampak Soo Ho mengikutinya sambil membawa sepedanya.



Begitu sampai di depan gedung, Bo Nui meletakkan boneka di depan pintu. Dia kemudian melepaskan sendalnya dan merebahkan tubuhnya dengan kepala berada di atas boneka.


Soo Ho melongo tak percaya dengan yang dia lihat. Soo Ho memungut sandal Bo Nui dan berkata pada dirinya sendiri bahwa dia tidak bisa lagi. “Aku sudah menjalankan tugasku sebagai bagian dari masyarakat”

Namun, Soo Ho menggendong Bo Nui hingga sampai ke dalam kamar. Dia meletakkan Bo Nui ke tempat duduk. Ketika akan beranjak meninggalkan Bo Nui, tiba-tiba Bo Nui bangun dan meracau mencari macannya. Soo Ho terkejut dan mengomel karena Bo Nui mencari macan –lol—dia menyelimuti Bo Nui –hmm ternyata Soo Ho yang nyebelin baik juga—


Ketika Soo Ho hendak pergi, tiba-tiba Bo Nui bangun dan langsung melingkarkan tangannya ke leher Soo Ho hingga Soo Ho terkejut. “Kemana kau pergi?” tanya Bo Nui. Soo Ho memandangi Bo Nui yang mabuk. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi” kata Bo Nui yang kemudian melepaskan tangannya hendak merebahkan diri.



Soo Ho menarik nafas lega dan hendak beranjak pergi, namun tiba-tiba Bo Nui terbangun lagi dan menempelkan bibirnya ke bibir Soo Ho.


BERSAMBUNG SINOPSIS LUCKY ROMANCE  EPISODE 3 >

Komentar

Sesuai harapan, episode 2 ternyata lebih baik dari episode pertama. Banyak adegan-adegan lucu yang sederhana namun mengundang tawa. Interaksi antara Hwang Jung Eum dan Ryu Jun Yeol juga makin baik tidak sekaku dan seaneh di episode pertama.

Di episode ini ada beberapa hal yang mulai jelas. Seperti alasan mengapa Bo Nui merasa Zeze membawa sial baginya. Ternyata kecelakaan adiknya bertepatan dengan hari dia mengikuti tes akhir untuk di terima di Zeze, sehingga dia berpikir ‘keegoisannya’ (mendapat pekerjaan di perusahaan top) yang membawa kesialan untuk adiknya.

Pada episode ini juga dijelaskan mengapa Gary begitu menyukai rumah yang ditinggali Bo Nui. Kenangan masa kecilnya yang indah dan hangat yang nampaknya membuat Gary ingin merasakannya kembali dengan tinggal dan bertemu Bo Nui.

Zeze factory ternyata perusahaan yang didirikan oleh Soo Ho dengan modal dari Ryang Ha. Ini mengingatkan saya kepada salah satu dorama Jepang berjudul “Rich Man Poor Woman” yang berkisah tentang perusahaan software yang didirikan seorang jenius dibantu dengan modal dari temannya. Namun tentu saja ceritanya berbeda jauh, sedikit persamaan bisa berarti terinspirasi.
Advertisement
Advertisement

Click to comment