SINOPSIS Lucky Romance Episode 3 Bagian 1 (Drama Korea)

- Jumat, Juni 10, 2016
advertise here
Advertisement
Advertisement

BARU SINOPSIS. Memasuki episode ke 3 minggu ini Lucky Romance kembali bersaing ketat dengan drama Entertainer (Ddandara) yang dibintangi Ji Sung dan Hyeri memperebutkan posisi pertama. Menurut data TNmS drama ini memperoleh rating 7,8% untuk wilayah Seoul dan 7,6 untuk seluruh wilayah, sementara Enertainer meraih rating yang sama untuk wilayah Seoul (7,8%) dan 5,9% untuk seluruh wilayah. Jika menurut TNmS Lucky Romance unggul, tidak demikian dengan Nielsen. Menurut data Nielsen Lucky Romance justru kalah dari Entertainer. Entah data mana yang akurat yang jelas kedua drama tersebut memang memiliki genre yang berbeda dan sama menariknya. Meskipun drama di stasiun tv lainnya (Master of Revenge-KBS) berada di peringkat terbawah, namun drama tersebut juga tidak kalah seru dan menarik.

Pada episode kali ini kita dapat melihat masa lalu yang menghubungkan antara tokoh yang satu dengan yang lain. Seperti Gary dan Bo Nui serta Soo Ho dan Amy. Ada 2 tokoh baru yang dikenalkan pada episode kali ini, yaitu ayah dan ibu Soo Ho. Kehadiran mereka menjelaskan masa lalu yang dialami dan membentuk karakter Soo Ho.

|| << SINOPSIS LUCKY ROMANCE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Lucky Romance Episode 3 Bagian 1 

Bo Nui menutup mulut Soo Ho. Dia meminta Soo Ho untuk diam dan tidak keluar karena dia hendak menemui Gary. Namun Soo Ho, seakan tidak paham. Dia bersikeras untuk keluar.


Bo Nui berusaha menghalangi dan memohon karena dia tidak mau Gary salah paham. Namun, Soo Ho malah menceramahinya dan memaksa keluar.



Soo Ho berhasil keluar diikuti Bo Nui. Namun tidak ada orang di luar sana. Bo Nui menggedor pintu kamar Gary namun tidak ada jawaban. Bo Nui menyalahkan Soo Ho karena tidak mau memberinya waktu 5 menit untuk bersembunyi. Namun dengan acuh Soo Ho berkata tidak peduli, dan malah menanyakan keberadaan bos Bo Nui. Bo Nui menyuruh Soo Ho pulang.


Soo Ho meminta Bo Nui menghubunginya andaikata Bo Nui bisa menghubungi bos-nya. Bo Nui tidak menjawab dan masuk ke dalam flat sambil membanting pintu.


Gary masuk ke lobi sebuah gedung. Seorang pria tua menghampirinya. Gary memberi hormat pada pria tersebut.


Bo Nui keluar dari gedung apartemennya dengan pakaian rapih. Dia mencari Gary. Dia mengutuk Soo Ho yang telah menghancurkan rencana kencannya. Bertepatan dengan itu, tiba-tiba petir menyambar saat Soo Ho hendak masuk ke gedung kantornya. Soo Ho terkejut karena cuaca hari itu panas.


Soo Ho masuk ke kantor. Dia tidak melihat satupun karyawannya. Salah satu staf yang lewat memberitahu bahwa para staf ada di ruang rapat. Mereka tengah melihat games IF buatan Bo Nui. Mereka nampak bersemangat membayangkan hal-hal yang bisa mereka lakukan dengan games tersebut. Soo Ho melihat mereka dan menyuruh mereka untuk mengembangkan games tersebut menjadi virtual game.


Dal Nim mengikuti Soo Ho ke dalam ruangannya. Dal Nim berterima kasih (karena Soo Ho sudah membeli games ciptaan Bo Nui yang berarti membantu keuangan Bo Nui) dan mengakui bahwa Bo Nui sedikit eksentrik karena dia mengalami hidup yang berat. Soo Ho tidak peduli apakah Bo Nui eksentrik atau memiliki masalah karena yang terpenting baginya adalah membeli games buatan Bo Nui.



Soo Ho mencoba menghubungi Won Da He (bos Bo Nui) namun tidak aktif, dengan kesal dia melempar ponselnya ke meja. Beberapa saat kemudian, dia mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Bo Nui, namun tidak jadi. Dia kembali melempar ponselnya ke atas meja. Ryang Ha datang membawa kertas dan mengeluh mengenai para pemegang saham yang resah dan meragukan rencana Soo Ho melaunching game baru. Namun dia mengatakan bahwa dia sudah meyakinkan mereka bahwa Soo Ho tengah mempersiapkan game yang hebat.


Ryang Ha bertanya mengenai Won Da He. Soo Ho mengatakan dia belum bisa menghubungi Won Da He. Ryang Ha kembali bertanya, kali ini mengenai pegawai Daebak soft. Karena Soo Ho tidak menjawab, Ryang Ha menebak bahwa si pegawai pasti menginginkan jumlah yang besar. Namun Soo Ho menyanggah dan mengatakan bahwa Bo Nui bukan seseorang yang rasional. Ryang Ha menebak kalau Soo Ho pasti melakukan kebiasaan buruknya. Memandamg rendah orang, bicara cepat dan menyuruh seseorang untuk menjelaskan secara logika. Ryang Ha dengan putus asa mengatakan bahwa seharusnya Soo Ho membawa Dal Nim. Soo Ho nampak tak berdaya dan seperti mengiyakan ‘tuduhan’ Ryang Ha. Saat hendak kembali ke kantornya, tiba-tiba seorang wanita yang mengaku sebagai reporter hendak mewawancarai Soo Ho. Soo Ho menolak namun wanita itu bersikeras dan Ryang Ha menghalangi. Soo Ho menyuruh satpam untuk tidak mengijinkan siapapun berkunjung selama kurun waktu 3 hari.



Gary memberikan amplop kepada pria tua yang dia temui di lobi. Pria itu terlihat senang dan berkata “Aku tidak tahu kau memilikinya” Gary tersenyum malu. Beberapa bulan yang lalu nampak Gary berhasil mengalahkan seorang petenis luar pada sebuah pertandingan tenis. Saat tengah berjalan di koridor yang dipenuhi wartawan seorang pria menghampiri Garu yang tengah berjalan. Pria yang ternyata adalah pria tua yang ditemui Gary di lobi tadi memanggil Gary “Kau Choi Geon Uk?” “Ah apa kabar, aku sering melihatmu menonton pertandingan. Kau mau tanda tangan?” tanya Gary dengan ramah. “Sebenarnya, aku adalah teman ayahmu” kata pria itu mengejutkan Gary.



Gary mengatakan bahwa ayahnya ada di sana sambil menunjuk ke arah pria yang melambaikan tangannya bersama seorang wanita, nampak Amy juga bersama dengan mereka tengah sibuk melayani pertanyaan wartawan. “Kau tahu yang kumaksud adalah Choi Ho, ayah kandungmu” kata pria tersebut. Pria itu bertanya apakah Gary masih berhubungan dengan ayahnya. Karena dia telah kehilangan kontak selama 3 bulan. Suratnya juga dikembalikan lagi. Gary mengatakan bahwa pria itu salah alamat, karena sudah 13 tahun Gary tidak pernah bicara dengan ayahnya. Ketika Gary hendak pergi, pria itu menghentikan langkahnya. Dia memberikan sebuah amplop dan meminta Gary untuk membacanya karena dengan demikian Gary akan tahu apa yang dirasakan oleh ayahnya. Gary menerimanya namun kemudian membuangnya ke tempat sampah.



Gary masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Dia mengeluarkan amplop coklat dari tangannya. Ternyata Gary mengambil kembali amplop yang tadi dibuangnya. Dia membuka amplop tersebut dan menemukan 3 buah CD. Gary terkejut saat menonton video itu, dan menemukan bahwa itu adalah rekaman pertandingan yang dia ikuti.



“Ketika dia tahu aku ditugaskan ke Canada. Dia meminta sesuatu padaku. Dia bilang dia akan membayarnya berapapun biayanya untuk melihat wajahmu” Gary bertanya sejak kapan ayahnya meminta pri itu. Pria itu memberitahu bahwa sejak tahun 2003 setelah ayahnya pensiun dini. Gary terkejut karena seingatnya dia dan ibunya ke Canada di tahun 2001 dan bercerai di tahun 2004 dan setahu Gary dia masih bekerja saat itu. Pria itu mengatakan bahwa mungkin saja ayahnya tidak tahu harus berkata apa.


Gary nampak merenung dan mengingat perkataaan teman ayahnya, “Banyak ayah yang menjual propertinya hanya untuk mengirim keluarganya ke luar negeri” Gary menarik nafas.



Di gedung Zeze nampak Soo Ho tengah bekerja di depan komputernya. Saat dia memperhatikan game ciptaan Bo Nui, tiba-tiba dia melihat wajah tokoh dalam games berubah menjadi Bo Nui.


Dia tercekat ketakutan dan ingat bagaimana Bo Nui yang mabuk mengatakan tidak akan melepaskannya dan kemudian menciumnya. Soo Ho bersungut karena tidak menyangka akan membayangkan hal semacam itu. Tiba-tiba telepon berdering.



Seorang pria mabuk ngotot untuk masuk ke dalam namun dihalangi petugas keamanan. Pria itu mengaku ayah Soo Ho. Pria itu memaksa masuk namun ditarik oleh petugas, Soo Ho yang baru datang meminta si petugas melepaskan ayahnya. Ayah Soo Ho memarahi Soo Ho yang tidak memberi salam padanya. Dia juga meracau mengatakan Soo Ho sejak kecil mengurung diri di kamar dengan buku sehingga menjadi lemah. Dan kemarin Soo Ho membuat masalah dengan pingsan. Soo Ho mengatakan dengan dingin “JIka kau bersikeras aku anakmu maka terimalah uangnya, namun jika kau bersikeras aku bukan anakmu hapus namaku dari kartu keluarga” ayah Soo Ho tercengang dan mulai kembali meracau mengatakan bahwa Soo Ho telah merusak anak-anak dengan game ciptaannya dan bahwa dia menyesal tidak mendidik Soo Ho dengan baik. Soo Ho menahan marah, tangannya terkepal.



Soo Ho kecil nampak mencoret-coret beberapa rumus di tanah dan dinding rumah. Ayah datang dan mengeluh melihat rumah berantakan. Dengan riang Soo Ho menyambut ayahnya dan menunjukkan rumus yang baru diciptakannya. Ayah terlihat tidak senang. Tiba-tiba 2 teman Soo Ho lewat, salah satu dari mereka mengajak Soo Ho ikut berenang, namun yang satunya malah menghina mengatakn Soo Ho tidak bisa berenang, Soo Ho bukan jenius tapi idiot.



Ayah yang geram melihat Soo Ho dihina, menceburkan Soo Ho ke laut dengan harapan Soo Ho bisa berenang karena merasa malu dirinya yang nelayan punya anak yang tidak bisa berenang. Soo Ho yang diceburkan mulai tenggelam. Soo Ho nampak merapalkan perkalian 19 sambil duduk di tangga. Dia nampak stress.



Bo Nui duduk tertunduk di depan apartemennya. Dia masih kecewa karena Gary tidak datang. Tiba-tiba Gary datang dan bertanya apa yang dilakukan Bo Nui. Bo Nui mengaku kalau dia menunggu Gary. Gay minta maaf karena ada keadaan darurat sehingga dia pergi tanpa meninggalkan pesan. Bo Nui lega karena ternyata Gary pergi bukan karena mendengar ada sesuatu didalam kamarnya. Gary mengajak Bo Nui untuk pergi sekarang.


Mereka berjalan menyusuri trotoar. Bo Nui bertanya apakah Gary sekolah di luar negeri. Gary menghentikan langkahnya dan memandang Bo Nui. Bo Nui salah tingkah dan melangkah mundur sementara Gary makin mendekat. Saat Bo Nui nyaris jatuh, Gary menangkapnya. Wajah Gary mulai medekat Bo Nui menutup mata mengira Gary akan menciumnya. Namun, ternyata Gary mengambil kelopak bunga yang menempel di pipi dan rambut Bo Nui. “Apa yang kau lakukan Bo Nui, kau sedang syuting film?” tanya Gary. Bo Nui terperangah dan bertanya bagaimana Gary tahu namanya. Gary menunjukkan sebuah gerakan dan yel-yel kemudian menyebutkan namanya. Bo Nui mengingat masa lalu saat dia bermain bersama seorang anak laki-laki dengan gerakan dan yel-yel yang sama. Dia tercekat dan mengatakan “ChoiGeon Uk dari lantai bawah?” tanya Bo Nui. Gary mengiyakan, dia mengaku sengaja tinggal di lingkungan yang sama dengan tempat tinggalnya dulu. Gary memeluk Bo Nui dan mengatakan bahwa dia juga rindu pada Bo Nui. Bo Nui protes mengapa Gary tidak bilang kalau dia Geon Uk. Gary beralasan karena Bo Nui tidak ingat dia.


Menyadari Gary mengerjainya, Bo Nui marah dan memukul Gary karena Gary lebih muda darinya jadi tidak mungkin dia harimau. Gary bertanya soal orang tua Bo Nui dan juga adiknya Bo Ra. Bo Nui memberitahu bahwa orang tuanya meninggal 10 tahun yang lalu dan Bo Ra ada di RS. Bo Nui mengaku senang bertemu lagi dengan Geon Uk dan berpamitan. Gary ingin mengantarnya namun Bo Nui menolak. Gary memandang Bo Nui yang pergi dengan bertanya-tanya.


Soo Ho mengendarai sepedanya sambil memikirkan games yang akan diluncurkan dan rencana cadangannya. Namun dia merasa bodoh karena rencana cadangannya terancam gagal. Soo Ho sampai di kantor dan memarkir sepedanya.



“Kau sudah ahli mengendarai sepeda” suara seorang wamita mengagetkan Soo Ho. Amy nampak berdiri sambil tersenyum. Amy menyapa Soo Ho. Soo Ho berjalan melewati Amy, Amy tertegun dan mengejar Soo Ho. Amy menangkap tangan Soo Ho yang lansung menepisnya. “Siapa kau?” tanya Soo Ho, Amy tertegun “Aku Seol Hui, Amy” kata Amy. Soo Ho berkata dia tidak ingat dan cepat melupakan kenangan buruk.


Soo Ho pergi meninggalkan Amy yang nampak kecewa. Amy berpikir seharusnya dia tidak bersikap anggun dan ramah. Sementara Soo Ho yang telah menjauh berhenti dan menarik nafas lega. Dia kelihatan gugup.



Seseorang menepuk bahunya. Soo Ho membentaknya karena mengira itu Amy yang masih mengejarnya. Dia terkejut melihat seorang pria nampak bingung dengan reaksinya.


Soo Ho dan Dae He berbincang di sebuah cafĂ©. Soo Ho membaca kontrak yang dibuat Da He “Jadi kau ingin Bo Nui menjadi salah satu pengembang games?” tanya Soo Ho. Won Da Hee menggangguk. Soo Ho mengatakan jika dia hanya ingin membeli games milik Da Hee. Namun, Won Da Hee bersikeras kalau Soo Ho tidak bisa melakukannya tanpa Bo Nui. Dia hanya akan menghabiskan waktu dan uangnya. “Dan jika syarat itu tidak dipenuhi?” tanya Soo Ho. “Jika tidak dipenuhi maka perjanjian ini tidak bisa dilakukan” kata Won Da Hee dengan enteng. Soo Ho menarik nafas, kesal.



Bo Nui melihat Bo Ra melalui teropong dari atap rumahnya. Dia menanyakan keadaan Bo Ra. Bo Nui terkejut melihat dua perawat membawa Bo Ra. Bo Nui berlari ke RS dan bertanya kepada perawat kemana Bo Ra dibawa. Perawat tersenyum dan meminta Bo Nui untuk tidak khawatir karena Bo Ra hanya sedang menjalani pengecekan. Tak lama Bo Ra yang dibawa perawat keluar dari ruang pemeriksaan. Perawat itu mengenal Bo Nui dan meminta Bo Nui untuk melihat BoRa atau setidaknya menggenggam tangan Bo Ra supaya Bo Ra tahu kakaknya ada disampingnya. “Cintamu yang begitu besar dapat mengalahkan ketidakberuntungan yang ada padamu” . perawat itu juga memberikan tagihan perawatan Bo Ra.



Bo Nui duduk sendiri di taman dengan lembaran tagihan RS berada di tangannya. Sementara Soo Ho berjalan mengelilingi ruang kantornya dengan kertas berisi kontrak ditangannya. Dia tengah menimbang untuk merekrut Bo Nui selama 3 bulan demi memenuhi syarat pembelian games IF. Tak sengaja tangannya menyenggol miniature sepeda. Dia teringat masa lalu.



Soo Ho remaja dibantu Amy belajar mengendarai sepeda. Soo Ho terjatuh saat Amy melepaskan pegangannya pada sepeda. Mereka mencoba sekali lagi, kali ini Soo Ho berhasil. Soo Ho yang telah dewasa mengendarai sepedanya menuju suatu tempat, dia juga membawa buket bunga.



Dia sampai di sebuah rumah, dia mengetuk pintu rumah itu namun tidak ada jawaban. Dia masuk ke dalam rumah yang tak terkunci sambil memanggil nama Amy. Soo Ho tercekat melihat isi rumah telah kosong. Amy tidak ada di sana.

Kembali ke masa kini, Soo Ho menghela nafas dan meraih mainan sepeda. Dia memasukkan mainan itu ke dalam laci. Dia nampak berpikir kemudian memanggil Dal Nim.


Dal Nim membujuk Bo Nui untuk bekerja di Zeze. Dia mengatakan bahwa bayaran untuk Bo Nui lebih besar dari gajinya di Daebak Soft. Dal Nim juga mengingatkan masalah pembayaran RS. Bo Nui menolak karena terakhir kali dia mengikuti tes di Zeze, Bo Ra mengalami kecelakaan.


Dua tahun lalu. Nampak Bo Nui bersiap hendak ke tempat tes. Bo Ra membujuk Bo Nui untuk tidak pergi karena dia mengalami mimpi buruk malam sebelumnya. Bo Ra mengingatkan bahwa malam sebelum ayah ibu mereka kecelakaan dia juga mengalami mimpi buruk. Bo Nui mengatakan bahwa itu hanya bayangan Bo Ra saja karena dia lebih gugup di banding Bo Nui. Bo Nui berjanji akan membelikan Bo Ra makanan yang enak dan mengajak bertemu di depan perpustakaan jam 3 sore.



Bo Nui mengikuti tes dengan serius. Dia tidak menghiraukan ponselnya yang berbunyi. Bo Ra menelepon Bo Nui. Bo Ra berdiri di seberang jalan. Dia memutuskan menyusul Bo Nui. Dengan tergesa dia menyeberang setelah sebelumnya menghirim pesan bahwa dia akan datang ke Zeze factory. Saat tengah menyeberang, ponselnya terjatuh.



Bo Ra memungutnya tanpa menyadari dari arah samping sebuah mobil melaju dengan cepat. Kembali ke masa kini. Bo Nui meminta maaf pada Dal Nim (dia tidak bisa menerima tawaran DN)


Bo Nui menemui peramal dan menceritakan apa yang terjadi di hari Bo Ra mengalami kecelakaan. Bo Nui menyalahkan kepergiannya ke Zeze padahal Bo Ra sudah melarang. Di luar dugaan, peramal memarahi Bo Nui karena menyalahkan orang lain padahal masalah ada pada diri Bo Nui sendiri.


Malam itu, Bo Nui datang ke Zeze factory. Menurut peramal, Bo Nui lahir dengan nasib buruk sehingga yang seharusnya dikhawatirkan dia akan menghancurkan perusahaan tempat dia bekerja. Bo Nui mengikuti intruksi peramal.



Dia datang ke kantor sebelum pagi dan berpakaian bagus. Bo Nui menaburkan garam di pinggir anak tangga di gedung. Dia menyalakan lilin dan menjalankan ritual dengan memberi hormat (membungkukkan badan).



Bo Nui masuk ke ruangan direktur (Soo Ho). Dia menempelkan kertas mantra dibawah meja kerja Soo Ho. Bo Nui berdoa tanpa menyadari Soo Ho tengah tidur di ruangan yang sama.



BERSAMBUNG KE SINOPSIS LUCKY ROMANCE EPISODE 3 Bagian 2  >
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search