Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1539 ( Versi Tayang di India)

Advertisement
BARU SINOPSIS || SINOPSIS Uttaran ANTV (Episode 1539 India) / Tayang 2 Januari 2015 di India || EPISODE SEBELUMNYA EPS 1538 > |

Sankrant  menyalakan video dari laptopnya.  Mereka menemukan Ambika menelepon pengacara Khatri.  Dia bicara mengenai persidangan ibunya.  “Dia telah dipenjara untuk tuduhan pembunuhan Ekadish Chatterjee.  Semua tuduhan adalah palsu. Jangan khawatir soal uang”.  Semua orang terkejut begitu mengetahui Mauli, Malvika Raghuvendra Pratap Rathore sebenarnya ibu Ambika.  Sankrant mengatakan pada Ambika bahwa permainan berakhir.  “Kebenaran tentangmu telah diketahui semua orang sekarang.  Aku mengerti sekarang bahwa kau dan ibumu datang ke sini hanya untuk membuat cerita melawan kami.  Kau pikir bahwa aku sangat bodoh”.  Maiyya kesal bahwa satu masalah selesai dan sekarang yang lain datang lagi.  Sankrant mengatakan padanya bahwa rumah telah dibersihkan.  “Kami menangkap semua musuh kami.  Kau (Ambiak) dapat memberi alasan apapun  saat ini jika kau mau.  Kau mungkin berbohong atau jujur sekarang tapi kau sudah pasti harus meninggalkan rumah ini saat ini juga.  Aku seharusnya mendengarkanmu Bhabhi.  Kau benar.  Inilah Ambika yang sebenarnya.  Kali ini juga dia datang ke rumah hanya untuk mengelabui kita atau tidak aka nada alasan untuk ibunya datang ke rumah kita sebagai Mauli.  Mengapa kau (Ambika) diam sekarang?  Apa karena kau tertangkap atau kau sibuk mengarang cerita lain untuk diceritakan kepada kami?  Kau pergi ke klinik dokter segera dari bandara.  Aku telah khawatir bahwa harusnya aku tidak mengirimmu kesana sendirian.  Tetapi kau tidak pergi ke sana, sebenarnya dokter libur hari ini.  Kemana kau pergi?”

Ambika mengakui bahwa dia pergi menemui ibunya di penjara.  “Benar bahwa dia datang ke rumah ini sebagai Mauli untuk membuat tempat untukku di rumah ini.  Aku setuju bahwa tujuan ku tidak baik.  Aku ingin membalas dendam pada kalian semua”.  Maiyya marah pada dirinya sendiri membawa Mauli dan kemudian Ambika kembali ke rumah.  “Apa yang telah terjadi padaku?  Sankrant mengatakan kau dan ibumu telah berkhianat pada kami.  Dia bahkan mencoba membunuh ibuku”.  Ambika menyangkal.  “Nandini telah menjebak ibuku dengan tuduhan palsu.  Aku tidak tahu mengapa dia melakukannya namun aku hanya mencoba membebaskan ibuku”.  Sankrant memukul dengan keras dan penuh kemarahan.  “Aku berkelahi dengan kakakku, bhabhiku untuknya.  Aku bahkan menghina Maiyya untuknya! Tinggalkan tempat ini”  Ambika memintanya untuk tidak melakukan itu.  “Kemana aku akan pergi?” Sankrant menyuruhnya untuk pergi ke ibunya di penjara.  Dia mendorongnya dan Meethi memegang Ambika.  Meethi mengangguk meyakinkan Ambika.  Ambika mengingat apa yang dikatakan ibunya mengenai Meethi.  Sankrant memberitahu bhabhinya untuk tidak menghentikan Ambika.  “Dia tidak berhak tinggal disini.  Dia akan membunuh kita.  Aku tidak ingin melihat wajahnya”.

Meethi mengatakan pada Sankrant jika dia hanya melihat kesalahan Ambika bukan dirinya sendiri.  Sankrant bingung demikian pula Akash.  Meethi mengatakan itu adalah keputusannya menikahi Ambika.  “Kami semua ingin kau menikahi Kajri didi namun kau memutuskan hubungan dengannya karena kau mencintai Ambika.  Kau mencintainya itulah mengapa kau merasa terluka.  Ambika telah mematahkan hatimu dan kepercayaanmu lagi.  Inilah mengapa kau merasa buruk”.  Maiyya juga tidak mengerti apapun.  “Aku tahu bahwa Ambika tengah mengandung namun aku khawatir bahwa dia tidak akan berhenti membuat fitnah untukmu jika dia tetap tinggal disini”.  Meethi mengatakan semua yang Ambika lakukan adalah karma.  Karmaku adalah menghentikan semua hal yang salah di rumah ini.  Aku hanya melakukannya”.  Dia melihat ke Sankrant “Ini adalah masalah pribadi jika kalian berdua berkelahi .  Tetapi ingatlah satu hal, ambika mengandung anakmu. Kau tidak bisa mengabaikannya.  Kalian berdua tekah membuat kesalahan dan bukan bayi itu.   Mengapa itu harus dihukum?” Meethi mengatakan pada Ambika bahwa Tuhan telah memberkati mereka dengan memberi seorang bayi.  “Jika kalian berdua menginginkannya maka kalian bisa melupakan masa lalu dan memulai dari awal.  Kau mungkin tidak mengerti bagaimana menjadi ibu.  Tanya aku, aku tidak akan pernah dapat menjadi ibu.  Aku tidak dapat menggambarkan rasa sakitnta kepada siapapun.  Tapi kau bisa menjadi ibu.  Aku tidak dapat mengekspresikan kebahagiaanku sekarang bahwa aku sudah mengadopsi Rani.  Kau memiliki segalanya Ambika, keluarga yang baik, pasangan yang baik dan bayi.  Tolonglah berubah untuk kebaikan.  Berhenti melakukan semua ini”.  Ambika meminta maaf pada Meethi.  “Aku tidak mengertidirimu.  Ibu benar, kau sangat baik, kau benar-benar barhati besar.  Jika itu orang lain yang berada di posisimu maka mereka tidak akan banyak memikirkanku”.  Ambika menyentuh kaki Meethi, namun Meethi menghentikannya.  Dia meminta Sankrant untuk menjaga bayinya.  “Pikirkan masa depannya” dia mengulurkan tangan Ambika kepada Sankrant.  “Tahun baru akan segera tiba Maiyya.  Kita harus menyambutnya dengan hati yang terbuka.  Kita harus membuat awal yang baru.  Kehidupan yang baru akan segera datang di rumah ini tahun depan.  Kita harus membuat Persiapan untuk menyambutnya”.

Maiyya memanggil pelayannya.  “Kau selalu berpikir dengan hatimu itulah mengapa kata-katamu menjadi benar” Meethi tersenyum.  Maiyya mengingatkan Ambika untuk tidak melakukan kesalahan apapun “Atau aku akan membuat perhitungan denganmu”  Ambika berjanji.  Dia juga meminta maaf kepada Sankrant. Akash memuji Meethi.  “Keluarga ini bisa bersama berkat kau.  Aku sangat bangga kau adalah istriku”  Meethi mengingatkan bahwa mereka masih punya dua hal yg harus dilakukan.  “Satu, kita harus menjamin Malvika  Ji karena tidak bersalah.  Nandini yang menyulut api.  Kedua, sangat penting untuk memberitahu orang lain mengenai Malvika Ji”.

Meethi, Ambika dan Nani berada di tempat Mukta.  Meethi memberitahu Mukta tentang Mauli menjadi Malvika.  Nani merasa kesal.  “Mungkin ini drama lain dari Ambika”.  Meethi menyangkal.  Ambika mengatakan yang sebenarnya.  “Dia menyesali kesalahan masa lalu nya sekarang.  Aku ingin Mukta memaafkan Ambika.  Aku tahu ini akan sangat sulit bagi Mukta untuk menerima Ambika sebagai saudara perempuannya dan Malvika sebagai ibunya”.  Mukta menolak  Aku tidak butuh saudara tiri dan ibu tiri” Nani setuju dengan Mukta.  “Aku pikir Ambika mengambil property raghuvendra.  Dia hanya akan senang jika dia mendapat uang”  Ambika menolak mengambil apapun.  Semua yang menjadi milik Mukta hanya akan menjadi miliknya.  “Aku telah membuat cukup banyak kesalahan di masa lalu.  Kebaikan Meethi yang telah mengubahku”.  Nani tidak tertarik.  “Kau (Meethi) telah terluka di masa lalu karena Ambika.  “Jangan mempercayai dia lagi” Meethi menekankan bahwa kepercayaan membangun sebuah hubungan.  “Kita tidak bisa merubah masa lalu kita.  Paman Rathore memiliki masa lalu.  Ambika juga punya!” Mukta membalas.   “Kau katakan ini?Papa telah hidup dalam rasa bersalah berpikir bahwa dia tidak bisa menyelamatkan istri pertamanya.  Dan disini Mailvika  ji telah sibuk merekayasa cerita menyerang kita.  Orang-orang ini curang, kau tahu itu.  Papa masih berkelililng mencari mereka keliling dunia”.  Nani juga menolak mempercayai Ambika lagi.  Meethi memintanya untuk tidak berkata demikian.  “Setiap orang berbuat salah.  Katakan padaku siapa yang tidak peranh berbuat salah dalam hidupnya.  Kau juga pernah salah.  Kau berpikir tentang Uttaran yang masih tetap kau percaya, telah bercampur racun dalam hidup kita”.  Meethi mengingatkan Mukta bahwa mereka sering berkelahi di masa lalu.  “Kita menjadi musuh yang saling menyerang, namun segalanya telah berubah saat ini.  Kita saling menyayangi.  Yang terbaik adalah kita menjadi teman lagi.  Sekarang giliran Ambika.  Dia berkata  maaf kepada kita dan telah meminta maaf kepada semua orang.

 Dia menyesali kesalahannya.  Dia meminta kesempatan.  Kita telah melihat cinta di dalam hati paman Rathore untuk Ambika.  Tidak dapatkah kita menerimanya untuk paman? Masih ada tempat di hati paman untuk Malvika Ji yang telah pergi Dubai untuk mencarinya.  Mengapa dia harus pergi kesana? Kita harus mencoba mencari kebenaran namun bisakah kita menghadapinya setidaknya demi paman?  Pikirkan betapa bahagianya dia jika kau menerima Ambika sebagai saudaramu”.  Mukta bertanya pada Meethi apa yang dia inginkan dari dirinya.  “Papa juga ingin aku menerima Ambika.  Tapi aku tidak bisa melakukannya.  Aku tidak bisa menerima saudara tiri atau ibu tiri.  Aku hanya ounya satu ibu dan satu saudara.  Aku tidak dapat melakukannya.  Aku tidak bisa menerima orang lain, terutama Ambika!”  dia pergi dari situ.  Nani hendak pergi menyusul Mukta namun Meethi memintanya untuk menunggu di situ.  “Aku akan bicara padanya”.

Rani bermain dengan Manav.  Vishnu berkata bahwa Nandini telah meninggalkan rumah namun Khanna masih bermasalah.  Sampai waktunya kita mendapatkan bukti melawannya, terornya tetap ada.  Akash tidak dapat mengerti apa yang menjadi alasannya.  “Aku tahu Nandini dan Khanna saling mengenal di amsa lalu namun kita tidak tahu yang lainnya.  Bagaimana kita bisa mencari tahu? Vishnu mengetahui bahwa Khanna mentolerir Nandini untuk beberapa alasan.  “Aku rasa dia memiliki beberapa bukti, kelemahan Khanna! Kita harus mencari tahu” Akash setuju namun bagaimana mencari tahu alasannya.  Vishnu berharap bahwa mereka bisa suatu kali menggenggam pulpen drive itu.  “Kita dapat menanhan Khanna saat ini”.  Rani mendengarkan percakapan mereka.  Dia ingat lipstick berbentuk pulpen drive.  Dia memberikan Manav ke Akash dan berlari ke tangga.
Akash memuji Vishnu bahwa Manav mirip dengannya.  Vishnu membalas bahwa dia mirip Mukta.  Rani kembali membawa pulpen drive. Vishnu bergurau bahwa dia harus memakai lipstick sekarang.  Rani menggelengkan kepalanya.  Meethi Ma telah menyembunyikan pulpen drive di dalamnya.  Rani mengatakan pada mereka bahwq dia memberikannya pada chameli.  Dia sebenarnya melihat foto yang ada didalam pulpen drive dari laptop.  Akash memintanya menggendong Manav.  Akash menemukan pulpen drive, menyalakan laptop dan memainkan video.  Vishnu dank ash melihat video Aslam.

Precap:
Rani memakan apel beracun.  Darah mulai keluar dari hidungnya dengan cepat.  Dia terkejut, berusaha bangun apel mulai menunjukkan efeknya.  Dia memanggil Meethi Ma namun kemudian jatuh pingsan.

^^ Terima Kasih Telah Berkunjung
Sinopsis Inggris By Pooja
Translate Indonesia by Whatea
Advertisement
Advertisement

0 Response to "SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1539 ( Versi Tayang di India)"

Poskan Komentar

INFORMASI

Dilarang Keras Copypaste / Main Comot Sinopsis BARU SINOPSIS Ke Blog Atau Grup / Fanpage Facebook. Cukup Baca Sinopsis Hanya disini di Blog BARU SINOPSIS

*Hargai Kerja Keras Penulis DIMOHON KESADARANNYA UNTUK TIDAK COMOT SINOPSIS DISINI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI