SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1541 ( Versi Tayang di India)

Advertisement
BARU SINOPSIS || SINOPSIS Uttaran ANTV (Episode 1541 India) / Tayang 5 Januari 2015 di India || EPISODE SEBELUMNYA EPS 1540 >

Rani terbangun namun mulai kesakitan lagi.  Dia memanggil Meethi Ma sambil berteriak kesakitan. Dan kemudian jatuh ke lantai.  Dia masih sangat kesakitan dia mencoba bangun dan menggapai pintu kamarnya.  Dia kembali memanggil Meethi Ma.

Nandini bingung melihat bunga hitam.  Guru Ma menjelaskan bahwa itu menandakan bahwa mantranya menunujukkan efeknya.  Satu demi satu bunga akan terus berubah menjadi hitam dan ketika kondisi Meethi memburuk.  Nandini tersenyum.  “Aku hanya tinggal menunggu untuk mendengar tentang kematian meethi sekarang.  Dia telah membuangku dari rumahnya, sekarang aku akan mengirimnya keluar dari dunia ini”.

Maiyya berdoa untuk Rani.  Dia membawa rantai emas untuk Rani.  Rani memanggil Meethi sekali lagi namun Meethi tidak mendengar suaranya.  Maiyya menunjukkan padanya rantai tersebut.  “Aku menyimpannya untuk keturunanku”.  Meethi yakin Rani akan senang melihatnya namun Maiyya mengatakan “Aku akan lebih bahagia jika aku dapat membuat dia mengenakannya”  Meethi hanya beerharap Rani menjauh dari mata orang-orang jahat.

Meethi dan Maiyya akhirnya mendengar suara rani, Rani entah bagaimana berhasil mencapat tangga namun terjatuh pada akhirnya.  Maiyya dan Meethi buru-buru ke sisinya.  Rani mulai kehilangan kesadaran.  Akash datang kesana.  Dia menggendong Rani dan mereka semua membawanya ke RS.
Mukta dan Vishnu menyatukan kedua tangan mereka di foto Iccha.  Vishnu mengatakan, “kita harus datang untuk mendapatkan berkat untuk tahun baru”.  Nani memasang wajah sedih seperti biasa.  Mukta berdoa untuk Meethi.  “Tolong hilangkan semua masalah dari hidup Meethi.  Dia telah cukup menderita.  Berharap tahun ini membawa kebahagiaan di hidup setiap orang”.  Dia mengatakan pada Vishnu bahwa mereka dapat pergi ke rumah mereka sekarang karena Khanna telah ditahan.  Nani bertanya padanya rumah yang mana yang dia bicarakan.  “Kau menyebut itu rumah dimana masalah baru muncul di setiap hari, dimana tidak ada kedamaian dan kenyamanan.  Kau menyebut itu rumah? Lihat Akash, dia berubah sangat banyak.  Dia menjaga istrinya seperti putri.  Lihat dirimu Vishnu, kau bahkan belum membawa apapun untuk istrimu atau bayimu untuk hal special di tahun baru.  Kau belum menjadi suami yang baik ataupun ayah yang baik.  Sampai kapan kau menerima sedekah dari saudaramu?” Mukta memintanya mengulangi kata-katanya.  Nany hanya diam.  Mukta mengatakan padanya untuk berhenti.  “Kau dapat mengatakan beberapa kata yang baik setidaknya di saat tahun baru. Kau tidak dapat memberkati kami namun setidaknya jangan mengejek kami”.  Vishnu meyakinkan Mukta bahwa dia tidak merasa buruk dengan hal itu.  “Biarkan saja”.  Mukta merasa buruk juga.  “Aku bukanlah malaikat yang bisa mendengar ejekannya terus”.  Dia menghadap Nani untuk memberi balasan yang tepat.  “Vishnu tidak pernah membalas ejekanmu sebagai bentuk hormatnya padamu.  Dia menahan semuanya dengan diam”.  Nani menyebutkan bahwa Vishnu tidak punya pilihan lain.  Mukta mengatakan padanya bahwa dia tidak memberi kesempatan orang lain untuk bicara.  “Haruskah aku mengatakan padamu hari ini siapa yang sebenarnya mendapat sedkah dari saudaranya? Anakmu, istrinya dan kau!” Nani berteriak pada Mukta namun dia tidak terusik.  “Kau telah tinggal disini di rumah ini bertahun-tahun dengan uang ayah.  Mengapa kemudian kau tidak mengatakan apapun?” Nani marah karena tidak ada yang pernah berkata demikian padanyaseperti itu dirumah itu sampai saat ini.

Mukta tahu bahwa kata-katanya mempengaruhinya.  “Sebenarnya kau yang menyerang orang, bukan aku! Minta maaf pada Vishnu!” Nani menolak meminta maaf pada Vishnu namun Mukta mengancamnya untuk melakukannya sekarang juga atau dia akan memutuskan hubungan dengannya.  Nani terkejut.  Vishnu mencoba membicarakannya dengan Mukta namun dia berjalan keluar dari ruangan dengan marah.  Divya datang menghampiri.  Dia bertanya pada Nani apa yang terjadi.  Nani memberithau semua yang Mukta katakan.  “Cucumu telah lupa bagaimana mengahargai saat tinggal di sini.

Dokter membawa Rani kedalam dan meminta Meethi dan Akash untuk menunggu di luar.  Perawat datang menanyakan nama si pasien namun Meethi memberitahunya namanya sebagai pengganti.  Meethi benar-benar khawatir pada Rani.  Akash meyakinkannya bahwa tidak ada yang akan terjadi padda Rani.

Nandini sampai di rumah Bundela.  Penjaga memberitahu bahwa semua orang pergi ke RS kota.  Dia berterima kasih kemudian pergi.

Mukta membawa sebaskom penuh air.  Semua orang membicarakan saat mendengar dia akan melakukan Nani shraad hari ini.  Dia meminta Vishnu membaca mantra.  Vishnu mencoba menghentikannya namun dia menuangkan air ke kepalanya berkata bahwa Nani telah meninggal baginya mulai hari itu.  Nani shock melihatnya.  Mukta mengatakan padanya bahwa dia adalah nenek yang baik, namun tidak lagi.   Vishnu berkata padanya apakah Mukta telah kehilangan akal.  “Beginikah sikapmu terhadap orang tua? Jika aku tidak mengatakan sesuatu maka bukan berarti aku memaklumi semuanya.  Dia adalah Nani mu, dia bisa mengatakan apapun padamu”.  Mukta mengulangi bahwa hubungannya dengan Nani telah berakhir.  Vishnu mengatakan “Aku adalah yatim piatu.  Aku lahir di dalam penjara.  Aku hanya mendapat cinta dari guru didi.  Aku berada di keluarga ini semua karena (jasa) dia.  Aku tidak dapat menyerah dengan mudah pada keluarga ini”.  Vishnu meminta maaf pada Nani karena semua yang dilakukan Mukta.  “Aku tahu kau menyindirku, membeberkan semua kesalahanku.  Aku tahu kau melakukannya supaya aku dan Mukta menjadi lebhi baik.  Vishnu mengatakan pada Mukta bahwa Nani memiliki setiap hak untuk memarahi mereka namun Mukta tidak memiliki hak untuk memutuskan hubungan dengan orang-orang.  “Kau menjalin hubungan ini dengan sangat sulit.  Sangat mudah memutuskan mereka”.  Dia berbicara  pada Nani kembali, “Aku tahu, aku tidak punya cukup penghasilan untuk menjaga Mukta dan Manav bahagia atu memberi mereka hidup yang mewah namun aku memberikan mereka kebahagiaan sebanyak yang aku bisa”.  Mukta mengatakan pada Nani bahwa Vishnu masih memihak Nani meski Nani mengatakan dia tidak cukup baik.  Nani menyadari kesalahannya.  “Tapi kau melakukan shraad?” Mukta melakukannya karena marah.  “Bagaimanapun aku adalah cucumu.  Darahmu mengalir di dalam diriku.  Sebenarnya aku juga tidak tahu mantra yang benar”. Nani juga meminta maaf ke Vishnu.  “Aku tidak tahu apa saja yang sudah aku katakan pada semua orang selama hidupku.  Aku tidak dapat membuat orang memasang senyum diwajahnya”.  Vishnu tidak memasukkannya dalam hati.  “Inilah dirimu kan? Kau tidak perlu minta maaf”.  Mukta juga meminta maaf pada Nani.
  Dokter memeriksa Rani.  Nandini sampai di RS.  Dia bertanya pada resepsionis mengenai pasien yang telah dibawa kesana dengan ambulan.  Resepsionis mengatakan Nandini bahwa Meethi Chatterjee ada di ICU.  Nandini tersenyum berpikir bahwa hanya mayat Meethi yang akan meninggalkan RS tersebut.

Akash menduga bagaimana jika Nandini yang berada di balik ini semua.  Meethi yakin Nandini tidak akan melukai Rani.  “Dia bermasalah denganku.  Dia berusaha melukaiku.  Dia tidak akan melukai anaknya.  Bagaimanapun dia seorang ibu.  Tidak ada ibu yang melakukan hal ini pada anaknya sendiri”.  Dokter keluar dari ruangan.  Akash dan Meethi bertanya padanya tentang Rani.  “Apa yang terjadi dengannya?” dokter tidak dapat mengerti penyebabnya.  “Tidak ada gejala, tidak ada infeksi, tak ada maslaah sama sekali.  Pasien juga masih belum sadar”.  Meethi menduga bagaimana mereka bisa merawat Rani kemudian.  Dokter mengatakan “Kami akan berusaha mencari penyebabnya.  Aku hanya dapat mengatakan padamu bahwa 48jam kedepan adalah masa kritis untuk mereka.  Maiyya terlihat berpikir.  Dia telah menemukan masalahnya.  “Ini bukan penyakit tapi arwah jahat yang melakukannya” SSemua orang terkejut.  Maiyya menyadari bahwa itu adalah akibat dari sihir hitam.  “Nandini yang melakukannya.  Dia melakukan hal yang sama padamu dan sekarang dia melakukannya pada Rani.  Dia tidak akan meninggalkan siapapun dengan damai.  Kita harus mengusir iblis dari Rani”.  Dokter menyebutnya tahayul.  Itu semua masalah psikologis.  Ilmu hitam tidak dapat melukai siapapun.  Maiyya tahu dokter tidak akan mempercayainya mengingat penampilannya yang modern.  “Aku sudah melihat dunia lebih darimu Meethi.  Tidak dapat mengerti bagaimana seorang ibu dapat melukai anaknya sendiri”.  Dia sangat mencintai Rani.  Akash tidak tahu jika Nandini yang benar melakukannya atau tidak, namun aku akan pastikan untuk mencari tahu jika Nandini adalah penyebab kondisi Rani saat ini.  Akash berbalik dari situ dan mengeluarkan ponselnya.

Nandini bicara pada guru Ma untuk memberitahu bahwa mereka telah berhasil.  Guru Ma mengatakan hanya tinggal 3 bunga yang tersisa.  Berarti tinggal 3 hari lagi Meethi hidup.  Mungkin permainan akan berakhir hanya dalam 2 hari.  Nandini tersenyum.  Dia berterima kasih pada guru Ma.

Nandini mendapat telepon dari Akash.  Dia berbohong padanya bahwa Meethi tidak dalam keadaan baik.  Nandini berpura-pura khawatir pada Meethi.  “Aku ingin membantumu namun orang-orang membuangku keluar dari rumahmu.  Aku harap kau tidak merasa bahwa aku dibelakang semua ini.  aku tidak melakukan apapun pada kalian berdua.  Tidak ada yang akan terjadi kepada Meethi jika kau bersamanya.  Cintamu disana untuk melindunginya”.  Akash menyatakan.  “Kau tidak dapat melakukan apapun pada Meethiku”.  Dia melihat Nandini berdiri sendirian dan  terkejut.  “Kau pasti ingin tahu apa yang terjadi pada Meethi?”  Dia berjalan mendekat ke arah Nandini.  Nandini membelakangi Akash.  “Kau ingin tahu mengapa Meethi ada di RS?” Nandini mengerti bahwa Akash berdiri di belakangnya.  Akash memberitahu Nandini bahwa Meethi di RS karena putrinya di RS.  “Dia tengah berjuang untuk hidup.  Dia tidak sadar.  Bahkan dokter tidak dapat mengetahui mengapa dia tidak kunjung sembuh.  Aku berpikir bahwa mungkin ibu kandungnya tahu alasan dibalik kondisi Rani”.  Nandini menolak mempercayainya.  “Aku tahu Meethi di RS.  Tidak ada yang terjadi pada Rani.  Kau salah.  Kau berusaha bermain permainan denganku.  Tidak ada yang terjadi pada Rani.  Dia baik-baik saja.  aku tidak dapat mempercayaimu”.  Akash berkata padanya untuk pergi dan melihat sendiri.  Nandini panic dan berlari menuju ICU.  Nandini terhalang kaca dan terkejut melihat Rani di dalam ICU.

Precap:
Nandini bertanya pada Meethi mengenai apel.  “Apa yang ada di dalamnya? Apa yang terjadi setelah memakannya?” Nandini menjawab bahwa mantra ilmu hitam telah dimasukkan ke dalam apel.  “Itu ditujukan untukmu Meethi.  Rani tidak seharusnya memakannya”.  Semua orang terdiam.  Nandini marah pada Meethi karena membiarkan Rani memakan apel itu.  “Ibu macam apa kau? Apel itu untukmu”.  Akash menampar Nandini.

SINOPSIS UTTARAN EPISODE 1542 SELANJUTNYA >>

^^ Terima Kasih Telah Berkunjung
Sinopsis Inggris By Pooja
Translate Indonesia by Whatea
Advertisement
Advertisement

Click to comment