SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1547 "Jangan biarkan kisah lama kembali terulang!"

- Selasa, Juli 19, 2016
advertise here
Advertisement
Advertisement
BARU SINOPSIS || SINOPSIS Uttaran ANTV (Episode 1547 India) / Tayang 14 Januari 2015 di India || EPISODE SEBELUMNYA EPS 1546 > || Episode Kali Ini Bercerita "Episode : Jangan biarkan kisah lama kembali terulang!

Meethi yakin bahwa Rani akan menerima Rani Tamanna seperti dia menerima Rani sebagai putrinya. Dia tahu kalau ini akan sulit pada awalnya tapi perlahan mereka akan menerima satu sama lain. Nani berkata kalau mungkin Meethi tak melihat apa yang mereka lihat di hidup mereka. “Orang tua bisa menerima satu sama lain tapi lain halnya dengan anak – anak! Damini kau telah melihat semuanya. Kau ingat bagaimana Tappu membawa Iccha menggandeng tangannya dirumah, tapi bagaimana setelahnya?”

Mereka mengingat bagaimana Tappu mulai merasa cemburu dengan Iccha karena dia menerima banyak cinta. Tappu sangat marah dan membenci iccha selama bertahun – tahun.
Rani kembali setelah berlatuh tennis. Dia berhenti saat melihat mereka bicara. Nani berkata kalau orang tua adalah segala hal bagi anaknya. Mereka bisa saja berbagi mainan dan banyak hal tapi tidak untuk orang tua mereka. Rani menyapa mereka dan permisi untuk ke atas, dia ingin cuci muka.
Nani berkata, “Damini dan aku hidup bersahabat dalam waktu yang lama. Kami bedua bertengkar satu sama lain tapi sekarang kami takut. Berharap sejarah tak akan kembali terulang dirumah ini!”

Rani terkejut melihat Tamanna ada dikamarnya. Dia melempat tas Tamanna ke lantai dan membuat Tamanna turun dari ranjang. “Ini tempatmu!”
Meethi berjanji pada Nani bahwa sejarah itu tak akan kembali terulang. Rani adalah putrinya. Dia akan menerima Tamanna. Nanii memberkatinya bahwa ucapan adalah doa yang akan menjadi nyata.
Rani bertanya apa yang sedang Tamanna lakukan dikamarnya. Dia melempar barang Tamanna ke lantai dan menatap Tamanna yang sesenggukan dalam diam.
Nani berdoa agar tak ada kemarahan dan kecemburuan yang ada dalam kedua hidup gadis itu. Dia menyerahkan segalanya pada Tuhan. Mereka mendengar Rani berteriak pada Meethi Ma dan papa. Tamanna didalam kamarnya. Meethi segera menuju ke lantai atas. Nani dan Damini menatap satu sama lain dengan khawatir.

Rani mengatakan pada Tamanna lagi dan menolak menerimanya sebagai adik. Meethi datang. Rani mengatakan pada Meethi bahwa Tamanna bukanlah adiknya. Dia tak ingin mau kalau Tamanna tinggal di kamarnya. Dia tak akan mentoleransi apapun kalau dia menyentuh barangnya. Nani dan Ramini bisa merasakan, kejadian masalalu akan kembali terulang.
Mereka ingat saat Mukta juga menolak untuk tinggal sekamar dengan Meethi. Maiyya datang kesana. Meethi mengatakan pada Rani untuk bersikap dengan baik. Tamanna akan tinggal di kamar ini hanya dengan Rani, ini keputusannya. “Letakkan Tamanna kembali seperti semula.”
Rani membuat wajah marah. Meethi bertanya apa masalah Rani dengan Tamanna. Mereka semua juga sudah menerima Rani ketika dia datang. Apa ada orang yang mengusiknya? Kau bisa memanggilku Ma sekarang kau tak mau menerima apa yang aku katakan? Rani mengatakan kalau dia akan setuju apapun itu, tapi ini (menunjuk pada Tamanna). Meethi dengan tegas mengatakan bahwa Tamanna akan berbagi kamar dengan Rani mulai sekarang. Dia menyuruh Tamanna untuk bersalaman dengan Rani Didi. Nani bisa melihat Tappu dalam diri Rani. Meethi mengatakan pada Tamanna untuk mendengarkan kata Rani karena dia akan menjadi Kakaknya. “Rani, kau juga harus bersalaman dengan Tamanna karena dia adikmu. Kau harus bertanggung jawab atas dia mulai sekarang. Dia tak boleh terluka karena kau.”
Rani menolak untuk menerima Tamanna sebagai adiknya. Dan Meethi itu hanya ibunya, bukan Ibu Tamanna! Meethi mencoba untuk membuat Rani mengerti. “Aku juga telah menerimamu seperti kau harus mencoba menerima Tamanna hari ini. Kau masih belum bisa belajar apapun dariku?”
Rani kembali menegaskan, “Ini kamarku, rumahku.”
Rani mendorong Tamanna sambil berbisik agar dia pergi. Meethi berteriak pada Rani. “Ini bagaimana kau bersikap? Tamanna akan tinggal di rumah ini dan hanya di kamar ini, denganmu! Ini keputusanku.”
Rani menegaskan bahwa Tamanna bahwa dia bukan saudaranya. “Kau berteriak padaku demi dia? Kau tak bisa melakukan ini padaku Meethi Ma. Kau itu sangat baik. Kau tak pernah berteriak padaku. Kau berteriak padaku hari ini karena dia. Kau bukan Meethi Ma-ku.”
Maiyya juga mengatakan pada Meethi untuk tidak berteriak pada Rani. Berfikir dari sudut pandang Rani juga, maka dia akan tahu bagaimana perasaanya saat ini. Maiyya menyuruh Rani untuk tidur dengan neneknya hari ini. Rani pergi dengan Maiyya.

Damini bertanya tentang keputusan Meethi, “Kau bilang kalau kau dan Akash telah memikirkannya. Bagaimana semua berjalan dengan baik kalau kau kehilangan kesabaranmu? Kau harus menjelaskan pada Rani dengan sangat tenang kalau Tamanna adalah Adiknya. Kau harus bersabar. Anak kecil tidak bersalah atas seua ini. aku harap kau mengerti maksudku.”
Meethi mengangguk. Damini meminta Meethi memberikan sedikit waktu pada Rani. Nani mendukung Damini. Semua anak itu bagaikan pasir basah. Dia bisa membentuknya seperti apa yang dia mau. Damini memperkenalkan dirinya pada Tamanna. “Meethi telah menerimamu sebagai putrinya jadi kau jangan takut. Meethi akan selalu menjagamu. Dia akan selalu menyayangimu dan menganggapmu sebagai putrinya.” Senyum. Tamanna pun juga akhirnya bisa tersenyum.

Keesokan harinya, Maiyya membangunkan Rani. Rani ingin tidur lebih lama tapi Maiyya mengatakan agar Rani harus segera menemui Meethi Ma. Dia kan merindukannya tadi malam. Akash dan Meethi adalah orang tuanya. Jangan melawan mereka karena Tamanna. Rani berkata kalau mereka lebih menyayanginya daripada dia. Maiyya menyuruh Rani untuk berfikir seperti Meethi Ma baru saja mendapat mainan baru. Dia akan bosan setelah beberapa hari. Orang tua tetap orang tua. Dia tak boleh membangkang. Pergi dan meminta maaflah. Rani setuju. Dia memberikan ciuman terimakasih untuk Dadinya dan berlari ke menuju kamarnya.

Rani terkejut melihat Meethi dan Tamanna tidur bersama. “Aku datang untuk meminta maaf padanya (Meethi) tapi dia tidur dengan Tamanna ini. Aku tak akan meminta maaf padanya sekarang!”
Meethi terbangun dan sadar kalau Rani berdiri didepan pintu. Rani berbalik pergi tapi Meethi memanggilnya. Rani marah karena dia tidur dengan Tamanna. “Kau mengirimku ke kamar lain. Kau sangat tertarik padanya hanya dalam sehari? Aku tak akan bicara padamu lagi.”
Rani pergi dari sana saat Meethi mencoba berbicara tapi gagal.

Rani siap berangkat sekolah. Tamanna berjalan dalam kamar dengan senang tapi berubah takut ketika melihat Rani. Tamanna membuka lemari untuk mengambil baju baru yang dibelikan Meethi Ma. Rani menghentikannya dan mengejeknya. Dia mengambil tas dari tangan Tamanna. “Jangan memanggil Meethi Ma-ku sebagai Meethi Ma-mu. Dia hanya Meethi Ma-ku. Dan baju ini untukku, bukan untukmu.”
Tamanna bertanya, apa yang akan dia kenakan setelah mandi. Dia harus berganti pakaian setiap hari. Rani mengatakan kalau dia tak perduli. Dia tiba – tiba mengingat perkataan Maiyya tentang memberikan Tamanna barang bekasnya. Dia setuju untuk memberikan pakaian yang lebih baik untuk digunakan Tamanna. Rani memberikan baju lama (uttaran) pada Tamanna untuk digunakan. Tamanna melihat bajunya dengan sedih. Rani tersenyum licik dalam kelegaan saat Tamanna merindukan Ayahnya saat baju bekas itu ada ditangannya.

Meethi mengatakan pada Rani bahwa dia telah menyiapkan makan siang kesukaanya. Rani masih belum bebicara padanya. Tamanna datang menggunakan baju lama Rani. Meethi melihatnya, “Kenapa kau menggunakan baju lama Rani ketika aku membelikan baju baru untukmu?”
Tamanna berbohong bahwa dia menggunakannya karena dia suka. Meethi dan Akash memperhatikan. Tamanna melihat Rani yang memberikan tanda jempol dengan keputusannya. Meethi mengatakan pada Tamanna bahwa dia tak perlu menggunakan uttaran orang lain dirumah ini. Maiyya menginterupsi Meethi. Ini bukanlah uttaran tapi dia menyukainya jadi dia memakainya. Ini bukan uttaran, kan? Tamanna bertanya pada Meethi Ma, apa itu uttaran. Meethi berfikir ucapan Nani ketika dia datang ke rumah Thakur untuk pertama kalinya. Mukta adalah pewaris rumah tu. “Keluarga kita percaya untuk memberikan Uttaran tapi tidak untuk menerimanya.”
Meethi juga bertanya pertanyaan yang sama. Nan mengatakan padanya untuk bertanya pada Damini mengenai Uttaran. Episode diakhiri dengan wajah terkejut Meethi.

SINOPSIS UTTARAN EPISODE 1548 SELANJUTNYA >>

^^ Terima Kasih Telah Berkunjung
Translate Indonesia by puji Eka Rini
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search