Advertisement
Daftar Isi

SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1548 "Kecemburuan Rani terhadap Tamana"

Advertisement
BARU SINOPSIS || SINOPSIS Uttaran ANTV (Episode 1548 India) / Tayang 15 Januari 2015 di India || EPISODE SEBELUMNYA EPS 1547 > || Episode Kali Ini Bercerita "Kecemburuan Rani terhadap Tamanna"

Tamanna bertanya pada Meethi Ma apa yang dimaksud dengan uttaran. Meethi menjawab bahwa itu saay dimana seseorang memberikan barang bekas, mainan atau pakaian dan mereka berkata kalau dia tak membutuhkannya. Barang yang sudah digunakan orang lain disebut uttaran. Tamanna pakaiannya. Jadi baju ini disebut Uttaran?

Akash menolak. Meethi Ma tak tahu makna sebenarnya dengan benar. Uttaran maksudnya saat berbagi apapun pada orang lain, dengan cinta, dan segalanya. Itulah yang disebut uttaran. Meethi tersenyum. “Aku tak pernah tahu makna sebenarnya juga.”

Akash menjawab dengan senyuman. Tamanna bertanya jika dia tak salah dalam mengenakan pakaian Rani Didi. Ini artinya Rani memberikan pakaian ini dengan cinta? Akash dan Meethi saling menatap dengan bingung. Akash menjawab dengan tegas bahwa itu adalah cinta dari Kakaknya untuk dia. Meethi lanjut menatap Rani dengan terkejut. Akash menggendong Tamanna dilengannya. Mereka akan sarapan sekarang. Tamanna tersenyum pada Rani tapi Rani masih saja kecewa. Meethi menghidangkan kue untuk Tamanna. Dia makan dengan benar menggunakan pisau dan sendok sedangkan Meethi dan Akash melihatnya dengan kagum sedangkan Rani semakin cemberut. “Aku tak punya waktu. Aku akan berangkat sekolang dengan Paman Sopir.”

Rani menatap Tamanna dan berjalan pergi meskipun Meethi memanggilnya. Akash sadar betul apa yang terjadi. Maiyya menyuruh Akash untuk lebih berhati – hati dalam memuji orang luar. Dia hendak pergi tapi Akash memintanya untuk mendengarkan dia. Tamanna bukanlah orang luar sekarang. Meethi dan dia sudah memutuskan untuk mengadopsinya. Semua dalam rumah ini milih keduanya, Rani dan Tamanna. Tamanna akan pergi ke sekolah yang sama dengan Rani. Maiyya berjalan pergi meninggalkan mereka.

Damini meminta Maiyya untuk tak memikirkan tentang darah kandung, orang luar, kehormatan keluarga. Jika orang tua tak mengatakan hal semacam ini maka dia rasa mereka bisa membesarkan anak – anak dengan mudah. Kalau kita orang tua tak mengajari mereka tentang kecemburuan maka itu akan membuahkan hasil mereka maupun keduanya dimasa depan. Maiyya mengerti maksud Damini tapi itu tak berguna. Rani adalah darah dagingnya, dia adalah pewaris rumah ini. rumah ini telah mendapatkan pewaris setelah ribuan doa yang terucap.
Meethi kembali dengan Rani dan Tamanna. Dia memarahi Rani. “Jangan bicara denganku mulai sekarang, masuk ke kamarmu.”

Rani juga menolak untuk berbicara dengannya. Dia hanya mencintai Tamanna. Dan hanya memperhatikan dia. “Jangan pikirkan aku. Chameli pergi dari sini dan berfikir kalau kau akan sangat menyayangiku tapi dia tak tahu kalau kau malah membawa gadis lain kerumah ini dan membuatnya menjadi Adikku dan mencintainya lebih daripada aku.”
Rani menuju ke lantai atas. Maiyya mencoba untuk berbicara dengannya tapi Rani tetap pergi. Tamanna menyapa semua orang. Maiyya bertanya pada Meethi, kenapa dia memarahi Rani. Meethi menganggapnya bukan apa – apa. Meethi kemudian meminta Tamanna untuk mandi. Dia akan membuatkan makanan untuknya. Tamanna berkata kalau Rani Didi juga belum makan apapun. Meethi setuju membawakan makanan untuk mereka berdua. Dia menyuruh Tamanna untuk ganti baju.

Maiyya meminta penjelasan Meethi. Meethi kecewa dengan Rani yang berubah tak sopan. Dia menyebut Tamanna sebagai anak yatim piatu disekolah didepan semua orang. Dia bahkan mengatakan bahwa Tamanna duduk dijalan dan ibunya yang membawanya ke rumah. Nani terkejut. Damini heran bagaimana bisa seorang anak bisa memiliki pemikiran seperti itu.
Maiyya berkata kalau ini Rumah Rani. Dia akan berbicara jika dia tak menyukai sesuatu. Damini mengangguk. “Aku mengerti dia akan merasa buruk sebagai serang anak tapi perlakuan seperti ini akan mempengaruhi anak. Perilakunya dan cara pikirnya akan membuatnya buruk dimasa yang akan datang. Kecemburuan ini akan tumbuh di masa depan.”
Meethi yakin kalau itu tak akan terjadi. Bagaimana kalau keduanya adalah putriku kandungku? Apakah mereka akan bersikap sama seperti ini? Tidak, kan! Aku tak mengerti bagaimana ide seperti ini muncul dari pemikiran Rani. Aku bisa mengerti tentang kecemburuan jika dua putrinya datang dari dua keluarga berbeda dan harus tinggal di atap yang sama tapi Rani dan Tamanna adalah putriku. Aku harus belajar banyak dari Iccha Ma dan Tapasha Ma. Mukta dan aku sudah melakukan hal yang hampir sama. Aku tak ingin Rani dan Tamanna mengalami hal yang sama. Aku berjanji tak akan dan kecemburuan dan kebencian diantara mereka berdua. Aku akan merawat mereka seperti putriku sendiri.

Maiyya tak setuju. Itu tak akan mungkin. Darah kita adalah darah kita dan orang luar tetaplah orang luar. Maiyya pergi menemui Rani untuk berbicara. Damini bertanya pada Meethi, akankah dia benar – benar bisa melakukannya. Meethi menjawab kalau itu akan benar – benar dia lakukan.
Akash membangunkan Rani tengah malam untuk berdoa dihari ulang tahunnyya. Meethi dan Maiyya disana juga. Rani menjadi sedikit diam saat bertemu Meethi tapi Meethi berbicara dengan lembut pada Rani. Rani mendapatkan banyak hadiah dari mereka semua dan terlihat bahagia. Tamanna memperhatikan mereka dari luar. Meethi menyadari Tamanna berdiri dipintu, tersenyum pada dirinya sendiri saat melihat kartu ditangannya. Tamanna meninggalkan kartu itu di pintu dan pergi. Karti lain terjatuh ke lantai dari buku menggambarnya. Meethi penasaran. Dia memungut dua karti tersebut. Satunya adalah kartu ucapan selamat ulang tahun untuk Rani Didi dan satunya adalah ucapan selamat ulang tahun untuk dirinya sendiri. Meethi baru sadar kalau ini juga hari ulang tahun Tamanna. “Kita hanya menyiapkan perayaan untuk ulang tahun Rani. Dia juga sangat baik bahwa dia tak mengatakan ini bahwa dia sedang berulang tahun juga.

Disana diadakan pesta ulang tahun dirumah. Teman Rani memberikan dia hadiah. Damini bertanya tentang saudaranya Tamanna dan Meethi tapi Rani menjawab kalau dia tak tahu. Meethi datang kesana juga. Rani senang melihatnya tapi senyumnya menghilang saat Tamanna memakai gaun dan gaya rambut yang sama dengan Meethi. Meethi yakin kalau semua rang akan terkejut melihat Tamanna, termasuk Tamanna sendiri. Akash datang dengan membawa kue ditangannya. Rani terkeut saat tahu kalau Tamanna juga berulang tahun hari ini. Akash menaruh kue Tamanna bersebelahan dengan kue Rani. Semua anak mendoakan Tamanna uga.

Damini terkejut dengan kebetulan ini. keduanya adalah putri Meethi yang saling berbagi hari ulang tahun yang sama. Meethi mengangguk. Dia menerima potongan kue anaknya.
Maiyya menyarankan agar Rani memotong kuenya terlebih dahulu karena dia lebih tua. Meethi menyuruh Rani untuk melakukannya. Ambillah pisau ini. Rani mengambil pisaunya dan melihat kearah Tamanna. Rani melempar kuenya dengan marah. Semua orang terkejut. “Aku tak ingin merayakan ulang tahunku dengan rang lain. Ini hanya ulang tahun ku dan bukan Tamanna ini!”
Damini teringat masa lalu. Sejarah kembali terulang.

Meethi memarahi Rani yang telah melampaui batas. Rani menjawab, “Tak ada yang mengajariku sopan santun. Hanya kau yang tahu sopan santun.”
Meethi mengangkat tangannya untuk menampar Rani tapi terhenti diudara. Maiyya memanggil Meethi dengan khawatir. Rani mengatakan kalau Meethi tak menyayanginya. Dia hanya menyayangi Tamanna. Kau hanya mendapatkan mainan baru kan?Aku tak akan berbicara denganmu lagi! Rani berlari menuju lantai atas. Maiyya bekata kalau ini pasti akan terjadi.
Rani masuk kekamarnya dan menangis. Tak ada yang menyayanginya, bahkan Meethi Ma. Tak tahu kenapa mereka membawa Tamanna. Aku tak membutuhkn adik. Aku hanya butuh Meethi Ma dan Papa.

Semua anak pergi dari sana. Meethi menangis. Dia telah gagal hari ini. dia tak bisa menjadi ibu yang baik. Dia tak bisa membuat Rani mengerti agar dia berubah pikiran. Bagaimana cara menjelaskan padanya kalau dia sangat menyayanginya!

Tamanna meminta Meethi jangan menangis. Dia tak menyukainya. Tolong antarkan aku kembali. Kau akan menadi peri bagiku. Kau akan menjadi ibu periku dan ayah mengatakan kalau peri tak pernah menangis. Semua akan baik – baik saja saat dia pergi darisana. Rani Didi tak akan kecewa lagi dan tak akan membuat Ibu peri menangis. Episode berakhir dengan wajah terharu Meethi.

SINOPSIS UTTARAN EPISODE 1549 TERAKHIR SELANJUTNYA >>

^^ Terima Kasih Telah Berkunjung
Translate Indonesia by puji Eka Rini
Advertisement
Advertisement

0 Response to "SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1548 "Kecemburuan Rani terhadap Tamana""

Poskan Komentar

INFORMASI

Dilarang Keras Copypaste / Main Comot Sinopsis BARU SINOPSIS Ke Blog Atau Grup / Fanpage Facebook. Cukup Baca Sinopsis Hanya disini di Blog BARU SINOPSIS

*Hargai Kerja Keras Penulis DIMOHON KESADARANNYA UNTUK TIDAK COMOT SINOPSIS DISINI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI