SINOPSIS Uttaran ANTV Episode 1544 (Versi Tayang di India)

- Minggu, Juli 17, 2016
advertise here
Advertisement
Advertisement
BARU SINOPSIS || SINOPSIS Uttaran ANTV (Episode 1544 India) / Tayang 9 Januari 2015 di India || EPISODE SEBELUMNYA EPS 1543 > || Episode Kali Ini Bercerita "Kesalahan yang tak termaafkan"

Nandini mengakui semua kesalahannya dihadapan Dewa. “Aku tak tahu bagaimana caranya meminta maaf untuk semua ini.”
Maiyya menunjuk bahwa Dewa tak bisa memaafkannya untuk apa yang telah ia perbuat. Nandini mengangguk. Dia memang tak pantas menerima ampunan. Tapi dia tak ingin mengulangi kesalahannya. dan ingin memulai hidupnya lagi. Dia adalah orang yang melakukan kejahatan pada putrinya sendiri. Dia ingin meminta maaf padanya. Akash berkata bahwa Rani sendiri tak akan memafkannya. “Rani kembali hidup hanya karena kasih sayangnya. Kau adalah seorang ibu, dan sekrang kau menjadi musuk putrimu sendiri. Kau tak akan bisa membayangkan bagaimana dia selama 2-3 hari terakhir.”
“Kau penyihir, kau bukanlah seorang ibu.” Tunjuk Maiyya.
Nandini mengakui kesalahannya. dia memohon agar dia diizinkan bertemu putrinya sekali saja. Maiyya menolaknya tapi Akash mengenal Meethi dengan sangat baik. Nandini ingin bertemu dengan putrinya untuk terakhir kali, biarkan dia bertemu dengan Rani.

Rani menolak untuk berbicara dengan Nandini. Dia hanya mengakui Meethi sebagai ibunya. Meethi mencoba memberi pengertian bahwa Nandini juga sangat menyayangi Rani. Rani mengulangi ucapannya menolak bertemu Chameli. Dia sangat jahat. Dia telah melakukan kesalahan pada Meethi.
Meethi menyadari kalau Nandini mendengarkan percakapan mereka dari luar ruangan. Nandini berbalik kembali tapi Meethi keluar untuk berbicara dengannya.

Meethi menghentikan Nandini. Dia mengajak Nandini kedalam menemui Rani. Rani menolak untuk berbicara dengannya. Meethi menjelaskan pada Rani bahwa semua orang membuat kesalahan. “Ibumu telah membuat kesalahan itu. dia mengakuinya juga. Orang baik akan memaafkan kesalahan orang lain.”
Rani menolak untuk memaafkan Nandini. Meethi mengingatkan Rani akan kesalahan yang pernah dia perbuat. Ibunya telah memaafkannya juga, kan?
Rani mencoba mengatakan sesuatu tapi Meethi menghentikannya. “Siapa yang telah merawatmu sebelum akhirnya kau bertemu Meethi Ma? Siapa yang sangat menyayangimu? Siapa yang mengajarkanmu tentang kebahagiaan? Siapa yang menjagamu dari orang jahat?”
Rani menyebut Nandini jahat. Dia hanya tahu bagaimana itu rasanya benci sudah sangat melukainya. Meethi mengatakan bahwa dia dan Nandini telah berteman mulai sekarang. Meethi mengatakan kalau Nandini tak membencinya sama sekali. Nandini mengaguk.
“Bisakah kau memaafkan Nandini Ma atau tidak? Kalau kau menyayangiku maka kau akan memaafkan Nandini Ma.” tanya Meethi. Rani setuju untuk memaafkannya tapi dia meminta agar Nandini mau berterimakasih terlebih dahulu. Nandini setuju dan menangis dalam tangisnya. Nandini mengeluk kelapa Rani dan mengecup tangannya. “Aku telah menyadari satu hal, aku tak bisa mencintaimu sebanyak cinta Meethi padamu. Meethi Ma –mu sangatlah baik. Kau akan tinggal dengannya mulai sekarang maupun seterusnya. Aku sangat buruk tapi aku berjanji tak akan mengganggu Meethi Ma –mu dan papamu. Aku akan selalu berdoa untuk mereka. aku tak akan membiarkan seseorang berfikiran buruk tentang mereka. aku berjanji aku akan melakukannya bahkan memberikan hidupku untuk mereka.”
Rani tersenyum, kemudian saling berbagi pelukan.

Khanna terkejut saat mengetahui bahwa Guru Ma meninggal. Dia mengambil pistolnya dari lai. Dia berharap tak membutuhknnya tapi dia akan menggunakannya jika dia harus menggunakannya. Dia turun dari mobil.

Di rumah sakit, Akash dan Khanna mengenali satu sama lain. Akash memberikan ucapan selamat atas kebebasannya. Tapi dia menyuruhnya untuk menjauh dari keluarganya. Khanan tertawa, bukanlah menjadi suatu hal besar untuknya agar bisa keluar dari penjara. Akash menyarankan Khanan untuk menjauh darinya. “Semakin dia menjauh, semakin baik! Berisitirahatlah, aku akan memastikan mengirim kau dan Guru Ma ke penjara.”
Nandini melihat mereka dari kejauhan. Khanna kembali tersenyum. Guru Ma telah mati. Nandini terkejut mendengar hal itu. khanna melanjutkan bahwa dia tak akan mati dengan mudah. “Dengarkan aku baik – baik, pergilah ke kantor polisi dan katakan pada mereka kalau pen drive hanyalah palsu atau apapun itu.”
Akash tak bergeming. Apa dia ingin membunuhnya? Khanna mengelak. Disana banyak sekali cara untuk membunuh seseorang. Menyerang keluarga dan menghancurkan pekerjaannya akan sangat mudah. Akash berniat untuk memukul wajahnya ketika perugas obat mengeinterupsi mereka. dia menyuruh agar Akash segera memberikan obat untuk Rani. Mereka harus menyuntiknya.
Khanna mencium tinju akash dan mengisyaratkan agar dia segera pergi. Akash sekali lagi memperingatkan agar Khanna menjauhi keluarganya. Akash menyadari kehadiran Nandi tapi dia bergegas menuju ruang ICU. Nandini memilih untuk menghentikan Khanna.

Nandini memanggil Khanna yang berjalan meninggalkan Rumah Sakit. Dia menyuruhnya untuk menjauh dari Akash dan keluarganya. Dia akan mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan mereka.
Khanna menyebur Nandini sebaga p*lacur. Nandini sudah bersama dengannya selama ini untuk menghancurkan keluarga Akash. Apa yang terjadi padanya?
“Chameli telah mati. Seorang yang berdiri dihadapanmu adalah Nandini. Kalau kau mencoba mengancam Akash atau keluarganya maka aku tak akan melepaskanmu.” Ujar Nandini.
Khanna semakin menjadi dan berkata kalau dia akan membunuh Akash tepat dihadapannya dan Nandini tak akan bisa melakukan apapun.

Akash meletakkan obat Rani diatas meja dan melihat Rani. Meethi menyadari pandangan khawatir Akash. Akash mengatakan pada Meethi tentang Khanna, dia telah datang menemuinya dan mengancam untuk mengubah kesaksian atau dia akan mengganggu keluarga mereka. Meethi tak mempercayai Khanna. Dia melakukan apapun. Mereka harus melakukan sesuatu.
Meethi baru sadar kalau Nandini entah pergi kemana. Akash mengatakan padanya kalau dia melihat Nandini mendengar pembicaraanya dengan Khanna. Mungkin mereka sedang berbicara dengannya sebagai teman. Meethi menyarankan agar membawa Nandini kembali. Dia berharap Khanna tak melukainya. Akash tak tertarik tapi Meethi meyakinkan. Dia yang akan bersama Rani, jadi dia mohon agar Akash membawa Nandini kembali.

Khanna mngatakan pada Nandini untuk berfikir kembali. Kembalilah kerumah bersamanya. Mereka akan merancang rencana kembali untuk merusah Akash dan keluarganya. Nandini akan menjadi ratu dirumahnya. Nandini mengulangi kalau dia bukan lagi chameli, dia Nandini. “Menjauhlah dari Akash dan keluarganya atau aku tak akan meninggalkanmu.”
Khanna menarik rambut Nandini dan memarahinya. Nandini meludahi wajahnya dan khanna mengusapnya dengan marah. Khanna mengangkat tangan untuk menampar Nandini namun tangannya sudah ditahan oleh Akash. Akash menyuruh Nandini untuk masuk. Nandini berbalik untuk masuk. Akash berkata kalau dia sudah menyuruh Khanna untuk menjauhi keluarganya tapi sepertinya Khanna tak mengerti ucapannya. Dia akan menjelaskannya sekarang. Akash memukul Khanna. Nandini kembali dan melihat Akash memukul Khanna. Khanna jatuh ke tanah. Akash berbalik untuk masuk tanpa sadar Khanna telah mengeluarkan pistolnya. Nandini berteriak pada Akash saat Khanna menembakkan pistolnya. Khanna menyuruh Akash untuk menyelamatkan dirinya sendiri, dia melanjutkan untuk menembak Akash. Akhirnya Nandini memukul kepala Khanna dengan batu besar. Dia kembali memukul kepalanya dengan marah.
“Kau akan membunuh Khanna!” akash terpaku melihatnya. Nandini memukul Khanna sekali lagi. “Kau akan membuat Rani-ku menjadi anak yatim?”
Akash meminta Nandini berhenti namun gagal. Khanna menghembuskan nafas terakhir. Akash menghentikan Nandini, dia mengecek nadi Khanna tapi dia telah meninggal.

Meethi keluar ruangan dan mencari Akash serta Nandini di sepanjang koridor. Kenapa mereka belum kembali!
Meethi menatap keluar. Suster memberitahukan bahwa Akash berkelahi dengan seseorang diluar. Meethi bertanya, dengan siapa? Suster tak tahu. Dan wanita yang bersama dengan Meethi juga ada diluar. Polisi juga sampai ke TKP. Meethi bergegas keluar meskipun kakinya terasa sangat sakit. Meethi terkejut melihat Khanna bersimbah darah. Polisi mengumumkan kematiannya. Meethi menatap kearah Nandini.

SINOPSIS UTTARAN EPISODE 1545 SELANJUTNYA >>

^^ Terima Kasih Telah Berkunjung
Translate Indonesia by puji Eka Rini
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search